Latest News
Rabu, 24 April 2019

Miliki Kekayaan Rp119,926 M Dirut PLN, Sofyan Basir Resmi Jadi Tersangka

 
Jakarta-Berita Independent
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir  sebagai tersangka  terkait kasus pembangunan PLTU Riau-1.

Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang dilayangkan KPK ke rumah tersangka pada Selasa (23/4) kemarin, bukti keseriusan KPK dalam melakukan penyidikan (pengembangan) atas kasus suap kesepakatan kerjasama pembanguan PLTU Riau-1.

"Sebagai bentuk pemenuhan hak tersangka, KPK telah mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan dengan tersangka SFB ke rumah tersangka," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di gedung KPK.

Berdasarkan pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dikutip dari situs elhkpn.kpk.go.id, Sofyan memiliki kekayaan Rp119,962 miliar.

Adapun rinciannya, Sofyan memiliki harta berupa tanah dan bangunan senilai Rp37,166 miliar yang tersebar di Jakarta Pusat, Bekasi, Bogor, dan Tangerang Selatan.

Selanjutnya, Sofyan juga memiliki harta berupa lima kendaraan roda empat senilai Rp6,33 miliar terdiri dari Toyota Alphard, Toyota Avanza, Honda Civic, BMW, dan Land Rover Range Rover. Selain itu, Sofyan juga memiliki harta bergerak lainnya dengan nilai Rp10,276 miliar. Kemudian surat berharga dengan total Rp10,313 miliar. Sofyan juga tercatat memiliki kas dan setara kas senilai Rp55,876 miliar dan tidak memiliki utang.

Lebih lanjut Saut menambahkan,  Sofyan diduga menerima suap dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Johannes Budisutrisno Kotjo terkait kesepakatan kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.

"Terdapat empat peran tersangka Sofyan terkait proyek PLTU Riau-1 tersebut. Pertama, Sofyan menunjuk perusahaan Johannes Kotjo, yaitu Blackgold Natural Resources untuk mengerjakan proyek PLTU Riau-1. Kedua, Sofyan menyuruh salah satu Direktur di PT PLN untuk berhubungan dengan anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar nonaktif Eni Maulani Saragih dan Johannes Kotjo. Ketiga, Sofyan menyuruh salah satu Direktur di PT PLN untuk memonitor karena ada keluhan dari Johannes Kotjo tentang Iamanya penentuan proyek PLTU Riau-1. Terakhir, Sofyan membahas bentuk dan lama kontrak antara China Huadian Engineering Co (CHEC) dengan perusahaan-perusahaan konsorsium. Diduga Sofyan menyuruh salah satu Direktur PT PLN agar "Power Purchase Agreement" (PPA) antara PLN dengan Blackgold Natural Resources dan China Huadian Engineering Co (CHEC) segera direalisasikan."

Tersangka Sofyan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 ayat (2) KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

@ist-ht
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Item Reviewed: Miliki Kekayaan Rp119,926 M Dirut PLN, Sofyan Basir Resmi Jadi Tersangka Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent