Latest News
Senin, 08 Oktober 2018

Menelusuri Mafia Dugaan "Pencaplok" Lahan Fasos/Fasum Yang Di Komersilkan Di Pemkot Bekasi

Kios yang diduga sudah habis tersewa

Kota Bekasi-Berita Independent

Kinerja Pemerintah Kota Bekasi kembali dipertanyakan. Pasalnya, penggunaan fasiitas sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum (Fasum) yang banyak dikomersilkan oleh beberapa oknum yang bermain atas lahan tersebut dan sampai saat ini menjadi polemik karena ketidakbecusan Pemerintah Kota Bekasi dalam mengurus permasalahan itu semakin menambah penilaian masyarakat atas kinerja Pemkot yang terkesan "mandul".

Seperti yang terjadi di lingkungan Perumahan Pejuang Jaya, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria. Tidak sedikit lahan yang diduga masih berstatus Fasos dan Fasum dikomersilkan dengan mendirikan beberapa kios maupun ruko permanen dengan nilai sewa yang sangat fantastis oleh mafia yang diduga berlindung dibalik topeng partai dan kursi jabatan di jajaran Pemkot Bekasi.

Poto pada saat masih proses pembangunan tanpa ada plangkat IMB
Ya, seperti yang terpantau oleh tim Berita Independent di area Jalan Raya Pejuang. Ada lima kios permanen berdiri  di atas lahan Fasos/Fasum yang baru saja dibangun tanpa membuat plangkat Ijin Mendirikan Bangunan. Ya, tentunya secarik kertas berisi Ijin Mendirikan Bangunan tersebut tidak akan didapat karena diduga  sudah menyalahi aturan dan "mencaplok" lahan untuk kepentingan bersama yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.

Salah seorang pekerja bangunan yang tidak ingin disebutkan namanya kepada Berita Independent mengaku kelima kios tersebut sudah habis tersewa dengan nilai Rp20 jt per tahun, dan dengan ketentuan sistem pembayaran dimjuka untuk penyewaan tiga tahun kedepan.

"Wah kios-kios ini sudah tersewa semua. Harga sewanya Rp20 juta setahun. Memang masih banyak yang nanyain kios ini. Ada lebih dari 20 orang-an. Terus ada juga yang langsung ke poengurus. Kan kios ini yang punya orang banyak. Pegangannya waga RT 1 sampai RT 3 terus di kelola sama koperasi, RW. 15," ungkap pria berinisial N, beberapa waktu lalu.

N juga banyak bercerita tentang pengalaman dia saat membangun kelima kios berfasilitas kamar mandi didalam dan listrik 1300 watt tersebut.

"Dari mulai saya melakukan pembangunan, banyak yang datang kesini. Kan ini tanah bukan milik pak M (diinisialkan-Red). Tapi dikelola sama Koperasi, RW 15 nya Pak M anggota dewan, tapi ini punya orang banyak karena ini tanah fasum. Kemarin-kemarin memang ada orang-orang kantor datang, itu pake mobil plat merah nanya-nanya ke saya terus ada juga yang ngasih surat dua kali untuk pengurus kios, tapi ga tahu deh kelanjutannya. Ditambah lagi, ada oknum dari organisasi (sambil menunjuk bendera) yang datang kesini, terus nyuruh saya untuk berhentiin kegiatan pembangunan. Tapi saya suruh aja langsung ngadep pengurus. Nah habis itu, udah tenang-tenang aja," ujar N sembari senyum-senyum.

Sementara lewat pesan singkat, Camat Medan Satria, Taufiq R. Hidayat berusaha menjelaskan.

"Sudah dilakukan tindakan pemeriksaan oleh UPTD Wasbang sesuai kewenangan kecamatan. Dan apabila sudah diperiksa oleh Dinas Tata Ruang tinggal menunggu rekomendasi mereka. Dalam rekomendasi, sudah diperintahkan agar mereka menempuh prosedur, sementara monitoring kepatuhan dipantau oleh wasbang," tegas Taufiq.

Lebih lanjut Taufiq menambahkan, jika terjadi pelanggaran perda maka yang menegakkan peraturan sesuai kewenangan adalah pihak Distaru melalui UPTD Wasbang.

"Karena jika ada oknum pun yang bermainan disini maka harus di proses oleh institusinya. Dan kalau terkait bangunan, maka distaru yang punya kewenangan," tegas Taufiq.

Sementara, sampai berita ini diturunkan, pihak Dinas Tata Ruang belum berhasil diwawancarai karena kesibukan bersama pihak Pemkot Bekasi yang baru-baru ini menggelar acara syukuran atas pelantikan 'Bang Pepen dan Mas Tri' selaku pasangan Walikota dan Wakil Wali Kota Bekasi yang baru. Meski begitu, Berita Independent tetap mengembangkan pemberitaan ini di edisi selanjutnya dengan seluruh fasum/fasos yang dikomersilkan di wilayah Kecamatan Medan Satria dan wilayah-wilayah Kota Bekasi lainnya.


@DST-Gun
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Item Reviewed: Menelusuri Mafia Dugaan "Pencaplok" Lahan Fasos/Fasum Yang Di Komersilkan Di Pemkot Bekasi Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent