Latest News
Selasa, 09 Oktober 2018

Lurah Pejuang Minta Kios Di Atas Lahan Fasos Fasum RW 15 Di Segel


Bekasi-Berita Independent

Meski sudah selesai pembangunannya, lima kios yang dibangun secara permanen  diatas lahan fasos/fasum RW. 15 Perumahan Pejuang Jaya, Kecamatan Medan Satria ini masih saja belum ditempati. Padahal, dari informasi yang didapat Berita Independent, kelima kios yang kabarnya dikelola oleh salah satu koperasi dan di ketahui oleh Ketua RW 15 yang juga berstatus sebagai anggota dewan dari salah satu partai, menurut informasi sudah habis tersewa dengan harga Rp 20 juta pertahun untuk satu kios ditambah dengan biaya sewa dua tahun kedepan.

Usut punya usut, ternyata kelima kios ini masih ada kendala. Dan ini diperkuat oleh pernyataan dari Lurah Pejuang, H. Isnaini, S.IP, M.SI

Kepada tim Berita Independent, Isnaini mengaku terkejut dan baru mengetahui jika diatas lahan fasos/fasum tersebut telah ada bangunan kios yang kabarnya sudah tersewa semua.

"Saya mengetahui kabar ini melalui pesan whats app. Dan bahkan saya baru tahu kalau semua kios itu kabarnya sudah tersewa. Padahal saya baru saja meminta secara lisan ke pihak dinas untuk melakukan penyegelan atas bangunan tersebut. Namun pada saat saya utarakan secara lisan, pihak dinas menyarankan agar saya membuat surat secara resmi langsung di tujukan ke Distaru," tegas Isnaini saat ditemui di kantornya, Senin (8/10).

Lebih lanjut Isnaini menjelaskan, pada tanggal 15 April 2018 dia menerima surat rekomendasi yang ditandatangani  RW 15 diketuai H. Maryadi (Anggota dewan).

"Disini ditujukan kepada Ketua Koperasi Warmas RT 001 RW 15 upenya  Pak H. Abdul Gofer. Dan disini saya menandatangani untuk mengetahui di bulan April. Cuma waktu itu belum ada bangunan. Hanya saja pada saat itu saya mengarahkan untuk tertib administrasi terkait dengan perizinan dan lain-lain itu segera diurus. Mungkin dia dengan dasar surat ini akhirnya  ke dinas tata ruang. Dan tidak berkoordinasi lagi ke kelurahan dan kecamatan. Akhirnya dinas tata ruang langsung melakukan survey, saya punya semua dokumentasinya. Dan survey itu salah satu tujuannya adalah untuk memastikan bahwasanya lahan tersebut memang fasos fasum dan sudah dijawab oleh dinas tersebut memang lahan fasos fasum. Tapi perintah saya segera diurus terkait satu dan lain halnya. Tapi saya ga tahu gimana, apa karena dipikirnya sudah otoritas dinas maka dilakukanlah kegiatan pembangunan. Dan baru kemarin saya menandatangani permohonan (boleh di cek ke kantor dinas tata kota) untuk dilakukan penyegelan. Karena saya merasa sudah menyampaikan semua ini ke pihak dinas. Jadi teman-teman juga bisa berkoordinasi ke dinas terkait," tambahnya.

Isnaini juga berkisah, "Dulu waktu saya masih menjadi kasie pemerintahan disini, pak Gofur ini juga sudah menanyakan prosedur terkait tata cara penggunaan lahan ini, dan saya tetap menghatakan ada proses, ada permohonan   dan tertib administrasi, dan saya juga memberikan semacam perdanya. Sekarang karena sudah terlanjur dibangun (saya juga sudah ngomong sama kepala UPTD Wasbang, Pak Riza) agar bangunan tersebut untuk  di segel. Karena saya belum melihat adanya rekomendasi dan perizinan. Dan dasarnya penyegelan, ketua koperasi mendatangi saya tapi sampai saaat ini belum bisa menunjukkan surat rekomendasi sebagai bukti tertib administrasinya dan juga bukti surat  persetujuan dari masayarakat setempat  minimal 50 warga (KK). Tapi sampai dengan sekarang juga saya belum menerima undangan dari bagian aset untuk pembahasan terkait bangunan ini. Dan sekali lagi saya meminta kepada kepala UPTD untuk melakukan penyegelan. Terlebih pada saat saya juga mengatakan, itu lahan fasos fasum untuk dikelola yang nantinya akan dikembalikan untuk warga, bisa berbentuk taman atau taman bermain."

Prihal dugaan atas adanya campur tangan lurah dalam proses pendirian bangunan kelima kios tersebut, Isnaini dengan tegas membantah.

"Saya tegaskan sekali lagi, bangunan ini bisa berdiri atau tidak, itu bukan karena saya, melainkan karena rekomenmdasi dari dinas terkait. yakni dalam hal ini aset terlibat karena yang melakukan pencatatan, KSE  terlibat karena dalam bentuk MoU nya, DPMPTSP juga ya karena itu menyangkut perijinannya dan terakhir termasuk tata kota yang menyatakan itu fasos fasum. Nah jelaskan, seharusnya kalau sebelum ada rekomendasi dari perijinan, itu belum bisa dibangun.  Jadi kembali saya tegaskan, jika saya dinilai pro sama mereka, maka saya tidak akan menyurati untuk melakukan penyegelan. Dan itu juga saya sudah utarakan pada saat menghadiri acara pak Walikota beberapa hari lalu. Dan mengenai berita acara yang dilakukan pihak Dinas Tata Kota. Semestinya, saat tata Kota sudah mengetahui, harusnya melarang adanya pembangunan. Padahal ijinnya belum diurus, tapi sudah berani untuk melakukan pembangunan." pungkas Isnaini sembari mengakui kurangnya taman bermain di lokasi Perumahan Pejuang Jaya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Lima kios di atas lahan fasos/fasum RW.15 Perumahan Pejuang Jaya yang di bangun secara permanen dan dikomersilkan diduga oleh oknum-oknum tertentu, padahal bangunan kelima kios tersebut belum mengantongi ijin.


(tim)

 
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Item Reviewed: Lurah Pejuang Minta Kios Di Atas Lahan Fasos Fasum RW 15 Di Segel Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent