Latest News
Sabtu, 20 Oktober 2018

Kepala BIG Himbau ASN BIG Stop Gratifikasi 


CIBINONG - Berita Independent

Dalam Rangka memperingati Hari Informasi Geospasial (HIG)  Badan Informasi  Geospasial (BIG) mengadakan  beberapa helatan  diantaranya, Jalan Sehat Bersama. Kegiatan ini sekaligus dimanfaatkan untuk mengkampanyekan pengendalian gratifikasi di lingkungan BIG.

Hal ini sejalan dengan UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan perubahan kedua UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang menyebut bahwa gratifikasi merupakan salah satu bentuk tindak pidana korupsi.

Peringatan Hari Informasi Geospasial selalu dilakukan setiap tahun pada tanggal 17 Oktober sebagaimana tertuang di dalam Keputusan Kepala BIG No. 42 Tahun 2015 tentang Hari Informasi Geospasial, sekaligus memperingati berdirinya Bakosurtanal tanggal 17 Oktober 1969, yang kemudian berubah menjadi BIG sesuai dengan Peraturan Presiden No. 94 Tahun 2011 tentang BIG. Peringatan HIG 2017 bertepatan dengan 48 Tahun berdirinya Bakosurtanal yang tahun 2011 berubah menjadi BIG.

"Dampak dari pelaksanaan berbagai macam sosialisasi pengendalian gratifikasi sudah tampak nyata saat ini, antara lain tumbuhnya kesadaran insan-insan di BIG untuk melaporkan gratifikasi yang telah diterimanya dalam upaya mencegah tindak pidana korupsi," ujar Kepala BIG Hasanuddin Zainal Abidin saat melepas peserta Jalan Sehat, di Depan Gedung  PTIG Kantor BIG, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (19/10/2018).

Kepala BIG menghimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan BIG menolak gratifikasi dalam bentuk apa pun.

"Apabila terpaksa menerima gratifikasi, agar segera melaporkan dan menyerahkan penerimaan gratifikasi kepada UPG BIG yaitu, Inspektorat BIG melalui email: infa.upg@big.ga.id," ungkapnya.

Sementara itu, Inspektur BIG Sugeng Prijadi memaparkan, senada dengan Kepala BIG bahwa ASN  jika  menemukan  gratifikasi dalam bentuk uang, atau berupa barang, komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, serta fasilitas lainnya.

"Segera laporkan ke KPK dan KPK selalu merespon dengan baik, jika laporan gratifikasi  tersebut  diatas Rp 10 Juta, KPK datang menjemput ke Kantor BIG dan KPK sangat  mengapresiasi akan hal ini," paparnya.

Dia menambahkn, ASN dilingkungan BIG Sudah memahami bahwa setiap penerimaan apapun  yang ada hubungannya dengan jabatan itu adalah gratifikasi dan harus dilaporkan untuk mencegah korupsi. BIG membuat Slogan Stop gratifikasi,  karena berawal dari gratifikasi maka muncul korupsi," imbuh Sugeng.

Lanjutnya, pelaporan gratifikasi ke UPG BIG harus disertai dokumentasi foto barang gratifikasi. UPG BIG kemudian melaporkan gratifikasi tersebut ke KPK melalui aplikasi gol.kpk.go.id. Selanjutnya, dilakukan verifikasi oleh UPG dan KPK dan menunggu penetapan status barang gratifikasi.

"Tahun ini, Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas (PTRA) BIG dinobatkan sebagai "Unit Kerja Paling Sadar Lapor Gratifikasi". Prestasi Pusat PTRA ini diharapkan dapat diikuti pusat lainnya untuk kedepannya. Semoga seluruh insan BIG semakin memiliki kesadaran untuk menolak dan melaporkan gratifikasi," pungkas Sugeng.

(Rieke)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Item Reviewed: Kepala BIG Himbau ASN BIG Stop Gratifikasi  Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent