Latest News
Rabu, 03 Oktober 2018

Di Duga Lakukan Penggelapan, Kedua Wanita Ini Terisak Saat Di Boyong Ke Rutan Pondok Bambu


 

Jakarta-Berita Independent

Novarina, wanita paruh bayah ini menangis terisak-isak didampingi anak perempuannya, Lustika Ruyadimirzad  saat berhadapan dengan salah seorang  Jaksa dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta ketika dliakukan proses pemeriksaan tahap dua di salah satu ruangan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. Selasa (2/9) sore hari.

Berita Independent pun akhirnya mencari tahu penyebab tangisan dari kedua wanita  yang saat itu masih ditemani oleh empat orang penyidik dari Polda Metrojaya. 

Ternyata, setelah kedua wanita ini diserahkan oleh penyidik Polda Metrojaya ke pihak Kejaksaan , status  Novarina dan Lustika yang awalnya sebagai tahanan luar (penangguhan)  kini berubah menjadi tahanan dalam.

Ya, Novarina dan Lustika akhirnya hanya bisa pasrah ketika memasuki tangga mobil Kejaksaan yang siap membawanya menuju “rumah baru” nya di Rutan Pondok Bambu dengan memboyong satu perkara  penggelapan dengan nilai kerugian sebesar Rp.1 Miliar milik Koperasi Angkatan Darat yang diduga sebagai hasil kejahatan yang mereka lakukan.

Sementara usai melakukan proses pemeriksaan, Jaksa Sigit kepada Berita Independent menegaskan, modus yang dilakukan kedua wanita ini berawal dari kerjasama dibidang tambang pasir yang ada didaerah Lampung dengan pihak koperasi Angkatan Darat di Cilangkap.

“Pasal yang disangkakan kepada kedua wanita itu adalah pasal Penggelapan. Berawal dari kerjasama antara kedua wanita tersebut dengan Koperasi Angkatan Darat untuk bisnis dibidang  tambang pasir di daerah Lampung dengan nilai pinjaman sebesar Rp. 1 Miliar. Namun untuk kronologisnya saya belum bisa menjelaskan saat ini. Nanti saja ya dipersidangan,” tegas Jaksa Sigit yang saat itu menggantikan Jaksa Utama dari perkara ini, Ibnu Sahal.

Sigit juga menambahkan, perubahan status kedua  tahanan  yang awalnya  mendapat penangguhan  saat di Polda Metro Jaya namun saat tahap dua pihak kejaksaan memutuskan untuk menahan kedua wanita tersebut di Rutan Pondok Bambu merupakan salah satu cara untuk memudahkan proses persidangan nanti.

“Saat di kepolisisan memang kedua orang ini tidak di tahan. Tapi dikejaksaan, pimpinan kita memutuskan untuk ditahan. Demi memudahkan proses persidangan. Pokoknya biar cepat proses persidangannya,” pungkas  Sigit sembari menginformasikan perkiraan sidang akan digelar sekitar dua minggu lagi.



(Gunawan)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Item Reviewed: Di Duga Lakukan Penggelapan, Kedua Wanita Ini Terisak Saat Di Boyong Ke Rutan Pondok Bambu Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent