Latest News
Senin, 17 September 2018

Nasib Guru Honorer Di Kab. Bekasi Bagai Anak Tiri

Bekasi-Berita Independent
 
Seperti diketahui, peranan Guru merupakan pahlawan bagi kecerdasan anak bangsa. Namun jasa seorang guru yang tak terhingga nilainya tidak sebanding dengan gaji yang diterimanya. Terlebih dengan guru yang berstatus masih honorer.
 
Seperti yang dirasakan oleh para guru honorer di Kabupaten Bekasi. Di duga, guru honorer di Kabupaten Bekasi masih belum mendapat kesejahteraan yang layak. Itu terlihat dari tindakan para guru honorer yang melakukan aksi tanda tangan cap jempol ber"tinta" darah sebagai bentuk solidaritas dari tenaga pendidik mulai dari SD dan SMP seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Bekasi yang bergabung dalam wadah Front Perjuangan Honorer Indonesia ( FPHI ) yang sama-sama merasakan kekecewaan  kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi. 

Salah seorang guru honorer, Rahmatullah mengatakan,  "Dalam solidaritas yang dilakukan para guru honorer  menandatangani cap jempol darah bertujuan untuk memperjuangkan nasib para guru honorer, agar segera mendapatkan Surat Keputusan ( SK ) dari Bupati Bekasi dr. Hj. Neneng Hasanah Yasin sebagai tenaga kerja Kontrak (Guru Honorer)  serta mendapatkan upah yang layak dari dana APBD Kabupaten Bekasi atau setara dengan Upah Minimal Kabupaten (UMK) Bekasi tahun 2017, minimal per-bulan Rp.3jt," ujar Rahmatullah beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Rahmatullah menjelaskan, lanngkah yang ditempuh oleh FPHI merupakan bagian dari kekecewaan para guru honorer atas sikap para eksekutif dan kegislatif di Kabupaten Bekasi yang tidak pernah merespon secara positif pengaduan dari apara guru honorer.
 
"wajar saja kalau kami merasa di anak tirikan sebagai guru honorer," tegas Rahmatullah yang juga menegaskan bahwa sudah mengumpulkan tanda tangan dan cap jempol darah dari 365 orang guru honorer yang di tuangkan diatas kertas putih.
"Dalam waktu dekat  kertas itu akan kami bawa bersama-sama dan diserahkan kepada Badan Kepegawaian Daerah ( BKD ) Kabupaten Bekasi, agar tuntutan guru honorer segera di kabulkan,"kata Rahmatullah.

Ditempat yang sama, Koordinator aksi guru honorer, Faisal meminta agar Bupati Bekasi dan BKD Kabupaten Bekasi segera merespon tuntutan para guru honorer.
 
Salah seorang guru honorer berinisial IW dari Tambun Selatan mengatakan akan tetap melakukan aksi sampai tuntutan para guru honorer di setujui.
 
(Asep)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Item Reviewed: Nasib Guru Honorer Di Kab. Bekasi Bagai Anak Tiri Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent