Latest News
Sabtu, 04 Agustus 2018

Satu Dari 10 Orang Indonesia Mengidap Hepatitis Kronis, Mari Deteksi Dini Hepatitis B dan C

                                                                                                                 poto; ist

Jakarta-Berita Independent

Puluhan juta orang di Indonesia diperkirakan mengidap hepatitis B dan C. Hepatitis B memiliki jumlah penderita terbanyak, yaitu sebesar 7,1%, sementara Hepatitis C memiliki jumlah penderita sebesar 1% dari 250 juta penduduk Indonesia. Dari jumlah 20 juta penderita hepatitis B dan C, hanya ribuan orang saja yang menyadari dan berobat.

“Semakin bertambah jumlah penduduk, berarti semakin bertambah pula penderita hepatitis. Indonesia punya beban tinggi terhadap penyakit ini,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes saat paparan dalam Forum Diskusi Philips Indonesia bertema “Peranan Uji Diagnostik dalam Memerangi Hepatitis” di Jakarta, Kamis (26/7).

Meskipun gencar memberi resolusi internasional, kata Wiendra, angka pengidap hepatitis di Indonesia tidak terlalu signifikan. Hal itu disebabkan kesadaran pemeriksaan yang masih rendah. Program yang dapat dilakukan dibagi menjadi dua, promotif (contoh: sosialisiasi hepatitis) dan preventif (screening gratis).

“Kalau dari segi kuratif, mungkin agak sulit. Tapi kami dorong bagaimana ke arah promotif dan preventif. Dari segi preventif, tentu bagaimana melakukan pemeriksaan orang-orang dengan cepat. Kemenkes berikan pemeriksaan gratis pada ibu hamil. Tahun ini, ada lima juta ibu hamil diperiksa hepatitis B," tegas Wiendra.

Ketua PB Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, dr. Irsan Hasan, SpPD-KGEH, mengakui pengobatan Hepatitis telah mengalami kemajuan dalam 15 tahun, karena telah ada berbagai metode pengobatan seperti operasi dan terapi. Namun, penyakit hepatitis di Indonesia seperti fenomena gunung es karena penderita tidak menyadarinya.

“Hepatitis adalah peradangan hati. Apapun penyebabnya. Setidaknya satu dari 10 orang Indonesia mengidap hepatitis kronis. Hepatitis disebabkan oleh banyak macam. Ada karena virus, obat, demam berdarah, typhus, parasit, atau keturunan. Virus saja punya bentuk berbeda, dan sifatnya berbeda juga,” ujarnya.


Tanpa Gejala
Menurut Irsan, pengidap hepatitis biasanya tidak menyadari. Penderita tidak merasakan banyak perubahan pada tubuhnya dan nyaris tanpa gejala. Kalau pun terdeteksi, pasien hepatitis belum tentu mau menjalani pengobatan. Entah alasan biaya atau alasan metode pengobatan. Alhasil, fatalitas hepatitis tetap tinggi.

“Angka survival tahun 1998, hanya 24,1% dan tahun 2013-2014 hanya 29,4%. Jadi kalau ada 100 orang sakit kanker hati datang pada 1 Januari, pada akhir Desember hanya sisa 30 orang saja. Orang dengan kanker hati itu meninggal cepat. Jadi kami tengah gencar mensosialisasikan kegiatan screening,” ujarnya.

Lebih jauh, Presiden Direktur Philips Indonesia, Suryo Suwignjo, mengungkapkan bahwa salah satu upaya edukasi untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat dan deteksi dini adalah dengan mengadakan forum diskusi yang menampilkan berbagai pemangku kepentingan seperti Kementerian Kesehatan dan tenaga ahli profesional.

Dalam rangka Hari Hepatitis Sedunia yang jatuh pada 28 Juli, Philips Indonesia ingin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mau melakukan deteksi dini sesuai kemampuan dan kebutuhan mereka. Suryo juga mengimbau masyarakat untuk mulai proaktif mendapatkan deteksi dini untuk mencegah penyakit Hepatitis, dan selalu menjaga pola hidup sehat.

“Kami punya range alat untuk melakukan screening hepatitis. Melalui pemeriksaan ultra sound, alat kami cukup lengkap. Tapi pada intinya, kami ingin mengedepankan kesadaran masyarakat untuk pemeriksaan hepatitis. Mau pakai alat apa saja, silakan. Mau bukan Philips nggak apa-apa,” kelakarnya.

#SP
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Item Reviewed: Satu Dari 10 Orang Indonesia Mengidap Hepatitis Kronis, Mari Deteksi Dini Hepatitis B dan C Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent