Latest News
Jumat, 20 Juli 2018

Radikalisme Ancam Bibit Bangsa, Forum Tokoh Agama dan Masyarakat Tanamkan Kerukunan Agama

Kota Bogor – Berita Independent
 
Saat ini, paham radikalisme telah menjadi isu yang mengemuka karena eksistensinya yang mengancam siapapun tanpa pandang bulu, termasuk mengancam kalangan muda. Berbagai aksi radikalisme terhadap generasi muda kembali menjadi perhatian serius oleh banyak kalangan di tanah air. Bahkan, serangkaian aksi para pelaku dan simpatisan pendukung, baik aktif maupun pasif, banyak berasal dari kalangan muda. Hal tersebut tentu tidak boleh dibiarkan. Generasi muda Indonesia harus kembali mengkaji sekaligus mencegah segala kemungkinan radikalisme yang terjadi dikalangan mereka. Mengingat virus radikalisme dapat menjangkiti siapa saja termasuk kalangan muda yang seringkali dengan mudahnya terpengaruh sehingga kemudian ringan tangan melakukan perusakan, pertikaian, penganiayaan, dan bahkan penyerangan terhadap kelompok yang berseberangan paham dengannya.

Hal tersebut membuat rasa kepedulian para elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama mengadakan perhelatan dalam Pengembangan Kearifan Lokal Se-Wilayah I Jawa Barat di gedung Bale Seda Kencana, Jalan Ir. H, Juanda No. 4 Kota Bogor, kemarin.
 
Acara yang dibuka oleh Plt. Kepala BKPP Wilayah Jawa Barat, Dr. Ir. Supriyatna, MM menghadirkan beberapa narasumber mulai dari Danrem 061/ Suryakencana Kolonel Inf. Muhammad Hasan, SH, Dosen Universitas Pasundan Bandung Dr. H. Wawan Setiawan, M.Si dan dihadiri Pejabat Pemerintah Kota dan Kabupaten Depok, Bogor, Cianjur, Sukabumi, Dandim 0621/Kab. Bogor, Wakapolres Bogor, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama se-wilayah I Jabar.

Danrem 061/Sk Kolonel Inf Muhamad Hasan dalam paparannya mengatakan, ancaman teroris merupakan ancaman global yang terorganisir dengan baik dan militan yang tidak mempedulikan wanita maupun anak-anak.
 
“Aksi teroris dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa, kejahatan lintas negara, kejahatan yang terorganisasi dan kejahatan serius,"tegasnya. 
 
Lebih lanjut, beliau menambahkan, aksi terorisme lebih banyak menggunakan bom sebagai modus operandi serta serangan-serangan yang dilaksanakan secara mendadak.
 
"Terorisme telah menjadikan agama sebagai kendaraan dimana kebenaran ajaran dibajak dan dimonopoli sebagai alasan pembenaran dalam melaksanakan aksinya. Sementara Radikalisme adalah faham atau aliran yang radikal dalam politik, selalu mengedepankan perubahan secepatnya yang mengarah pada kekerasan dan bersifat ekstrem serta tidak biasa, merupakan bentuk dari keinginan yang lebih cepat untuk melaksanakan perubahan. Maka itu, kita harus lebih bersikap hati-hati dan bisa menjaga situasi. Untuk itu, mari kita bersama-sama menjadi pelopor dalam menjaga keberagaman, mendukung pemerintah daerah dalam mensejahterakan masyarakat, membantu dan mendorong Polri dalam menegakkan Undang-Undang di wilayah serta menjadi benteng bagi NKRI dan mampu mengorganisir serta mengendalikan ormas untuk dilibatkan dalam kegiatan kerukunan beragama guna mewujudkan dan memelihara kondusifitas wilayah,” terang Danrem 061/SK ini yanng juga dikenal familiar di masyarakat Kota Bogor.
 
Sementara itu mewakili ormas yang ada di Kabupaten Bogor, Ketua DPD Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kabupaten Bogor, Fahry Alfiano mengatakan, di dalam menangkal radikalisme, Pemerintah Republik Indonesia pada bulan lalu telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) No. 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) melalui PERPPU  tersebut pemerintah dapat membubarkan Ormas yang dianggap radikal dan mengancam keutuhan negara.
 
"Saya sebagai Ketua JPKP Bogor akan menata anggota sedemikian rupa, karena jika tidak ditata akan menjadi liar dan bisa mengganggu jalannya demokrasi,” ujarnya kepada Berita Independent, melalui pesan Whatsapp.

Selanjutnya menurut dia,  harus ada penyuluhan dari sejak SD mengenai nilai-nilai Pancasila dan kebhinekaan serta mengajarkan kepada anak, menjaga keletarian seni dan budaya, sehingga dapat membangun jiwa anak yang religius, periang, dan gembira.

“Memperkuat pendidikan karakter pada anak sejak dini dan harus mengajarkan anak agar jadi karakter yang penyayang bukan karakter pembenci. Mau berbagi bukan meminta, saling berbagi bukan individualis, sabar bukan marah, berbaik hati bukan menyakiti, dan nantinya bekerja keras bukan pengeluh,” katanya dengan nada tegas.

Fachri menambahkan, pemuka agama agar lebih aktif dan bersatu, khususnya harus bersikap tegas, melarang jika ada ceramah-ceramah yang bersifat ujaran kebencian. 
 
(Rully)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Radikalisme Ancam Bibit Bangsa, Forum Tokoh Agama dan Masyarakat Tanamkan Kerukunan Agama Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent