Latest News
Rabu, 25 Juli 2018

Pengurus Komite SMAN 1 Cigombong Diduga 'Ancam' Somasi Wali Murid?

Poto: Illustrasi
Kabupaten Bogor-Berita Independent

Miris disaat pemerintah pusat sedang giat memberantas korupsi serta pungutan liar (Pungli) yang dituangkan dalam Pepres No.87 Tahun 2016 Tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli), ternyata masih saja ada pihak-pihak yang berani melakukan pungli.

Seperti laporan yang baru-baru ini diterima redaksi, prihal dugaan pungutan liar yang dilakukan pihak Komite SMAN 1 Cigombong oleh salah seorang perwakilan orang tua murid yang mengeluhkan adanya pungnutan dana bulanan (SPP) sebesar Rp345 ribu per bulan, uang seragam (seragam batik, baju koko, kaos dan trainning serta atribut lainnya) sebesar Rp570 ribu, ditambah lagi adanya Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) yang besarannya tidak dipatok.

"Hasil rapat sewaktu hari Senin (3/7/2018) lalu terus terang saja banyak yanng keberatan dengan adanya pungutan dana bulanan yang sangat tinggi dan membebani para orang tua murid yang perekonomiannya dibawah rat-rata," ujar salah seorang wali murid yang tidak ingin identitasnya disebutkan.

Keterangan yang sama juga diungkapkan salah seorang wali murid yang telah lebih dahulu mengenyam pendidikan di SMAN 1 Cigombong.

"Iuran bulanan yang awalnya hanya Rp160 ribu sekarang sudah naik menjadi Rp265 ribu perbulan dan harus dibayarkan pada waktu daftar ulang dua bulan sekaligus menjadi Rp530 ribu, ditambah lagi uang perpisahan untuk tahun lalu sebesar Rp450 ribu serta uang titipan kegiatan Orientasi Lapangan sebesar Rp60 ribu. Belum lagi sumbangan yang lainnya seperti sumbangan masjid sodaqoh seribu sehari per siswa yang sudah dilakukan selama empat tahun belakangan ini. Bukan hitung-hitungan untuk beramal, tapi kalau dipikir-pikir, bayangkan saja jika seribu sehari untuk sumbangan sodaqoh masjid dikalikan hampir seribu siswa dalam satu tahun saja sudah berapa? hampir satu koma tiga milyar selama empat tahun. Ditambah lagi, jika pada saat pengambilan raport semesteran, para wali kelas menaruh keropak (semacam kotak sumbangan-Red). Jadi para wali murid merasa di sekolah itu terlalu banyak pungutan yang tidak jelas, sementara ukuran gaji kami tidak mencukupi untuk biaya sekolah anak yang sangat tinggi," papar wali murid berinisial RA.

Sementara saat dikonfirmasi, Salah seorang pengurus Komite SMAN 1 Cigombong, Rudi Suwarno membantah prihal itu.

"Laporan itu sama sekali tidak berdasar, kami juga akan melakukan somasi kepada orang yang telah melaporkan masalah ini," ujar Rudi.
Seperti yang diatur dalam Permendikbud No. 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah pada Pasal 10 (1) berbunyi komite Sekolah melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya untuk melaksanakan fungsinya dalam memberikan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan. (2) Penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berbentuk banyuan dan/atau sumbangan, bukan pungutan.

Isi Permendikbud No.75 Tahun 2016 ini pun semakin diperkuat dengan adanya pernyataan dari Kepala Biro Hukum dan Organisasi (Kabiro Hukor), Sekretariat Jenderal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Dian Wahyuni saat melakukan siaran pers, menjelaskan bahwa dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 ditegaskan, pihak sekolah tidak diperbolehkan melakukan pungutan kepada orangtua siswa.

"Tidak boleh komite sekolah mengambil atau melakukan pungutan. Dan dalam Pasal 10 juga disebutkan bahwa Komite Sekolah melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya oleh komite sekolah dilakukan dalam bentuk bantuan atau sumbangan sukarela, bukan dalam bentuk pungutan melalui keputusan komite sekolah yang besaran dan waktunya ditentukan," tegas Dian.

Sementara sampai berita ini diturunkan, Ketua Komite SMAN 1 Cigombong dikabarkan masih 'kokoh' menjabat untuk periode kedua, meskipun bukan lagi berstatus sebagai wali murid sejak pemilihan Ketua Komite periode kedua.

(Rully)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Pengurus Komite SMAN 1 Cigombong Diduga 'Ancam' Somasi Wali Murid? Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent