728x90 AdSpace

Latest News
Sunday, May 20, 2018

Sang Bocah Bogor Yang Tewas Bertempur Bersama ISIS Ini Mampu Bongkar Senapan dalam 32 Detik

Tidak ada salahnya jika mengingat cerita yang lalu. Cerita seorang bocah berdarah Bogor bernama Hatf Saiful Rasul yang tewas bertempur bersama ISIS membuka mata akan 'masuknya'
asuknya paham radikalisme di dunia pendidikan menjadi keprihatinan banyak pihak, karena dapat memunculkan tindakan intoleransi pada para pelajar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Radikalisme Menyusupi Dunia Pendidikan di Indonesia?", https://ekonomi.kompas.com/read/2017/05/02/210000126/radikalisme.menyusupi.dunia.pendidikan.di.indonesia..
Penulis : Estu Suryowati
 paham radikalisme di dunia pendidikan, karena dapat menimbulkan tindakan intoleransi pada pelajar. 
Salah satu contoh yang terlihat dengan kasat mata adalah, cerita Hatf Saiful Rasul. Diungkapan dalam esai yang ditulis ayahnya, Saiful Anam dan telah dipublikasikan  di beberapa media online.
 Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Radikalisme Menyusupi Dunia Pendidikan di Indonesia?", https://ekonomi.kompas.com/read/2017/05/02/210000126/radikalisme.menyusupi.dunia.pendidikan.di.indonesia..
Penulis : Estu Suryowati

Saat itu, usia Hatf masih 11 tahun. Hatf mengatakan kepada ayahnya, seorang militan Islam yang sudah dijatuhi pidana, bahwa dia ingin meninggalkan sekolah dan pergi ke Suriah untuk memperjuangkan negara Islam.

Bocah tersebut pergi mengunjungi ayahnya di sebuah penjara dengan tingkat keamanan maksimum saat istirahat dari Ibnu Mas'ud, pesantrennya.

Mendengar perkataan anaknya, Anam tidak merespon.

"Awalnya saya tidak merepon dan mengganggapnya hanya lelucon seorang anak," tulisnya, seperti dikutip dari Serambinews.com.

Tapi, Hatf menyatakan kesediaannya itu berulang kali. Anam pun setuju untuk membiarkan anaknya pergi.

Hatf pergi ke Suriah dengan sekelompok kerabat pada tahun 2015. Hatf adalah satu di antara 12 orang dari pesantren Ibnu Mas'ud yang pergi ke Timur Tengah untuk memperjuangkan berdirinya negara Islam.

Dia telah berusaha untuk pergi ke sana antara tahun 2013 dan 2016.

Anam, mengatakan kepada Reuters dalam tulisan tangan untuk menanggapi pertanyaan selama persidangan di Jakarta pada bulan Juli. Foto yang dilihat oleh Reuters, dan menurut Anam diambil di Suriah itu telah diunggah di media sosial oleh Hatf. Foto tersebut menunjukkan bocah laki-laki itu sedang makan dengan pria yang lebih tua dan seorang di mana anak muda tersebut memegang senapan AK-47.

Dalam tulisan Anam, dia menuliskan bahwa Hatf bisa membongkar senapan dalam 32 detik. Dia juga mengeluarkan pistol 9 mm, 2 granat tangan, pisau komando dan kompas. Anam, dikabari kondisi Hatf yang selamat dari satu serangan udara.

Saat  serangan itu Hatf mengalami telinga berdarah dan gangguan pendengaran. Nah, pada 1 September 2016, dua bulan setelah ulang tahunnya yang ke-13, Hatf terkena seranga udara lainnya.

Tak berselang lama, ISIS mengumumkan kematian tiga orang Indonesia di dekat kota Jarabulus di Suriah.

"Mujahid kecil yang bahagia sudah meninggal. Tubuh kecilnya yang compang-camping hancur oleh bom" tulis Anam dalam esainya.
.
'Saya tidak merasa sedih atau kehilangan, kecuali kesedihan yang terbatas seperti ayah yang ditinggalkan oleh anak tercintanya," kata Anam dikutip dari  Reuters dalam catatan yang dia berikan di persidangan.

Bahkan, Anam merasa bahagia dan bangga dengan anaknya.

(ist)





  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Sang Bocah Bogor Yang Tewas Bertempur Bersama ISIS Ini Mampu Bongkar Senapan dalam 32 Detik Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent