728x90 AdSpace

Latest News
Sunday, May 13, 2018

Ketum JMA Minta Jokowi Tetapkan Perppu Terorisme


Jakarta-Berita Independent
Ketua Umum (Ketum) Jokowi Macan Asia (JMA) Drs. Amin Minhan meminta agar Presiden Joko Widodo segera mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang terkait masalah terorisme, dengan kejadian aksi terorisme yang terjadi di tiga titik Gereja Surabaya dan menelan banyak korban membuat kita semakin khawatir masalah terorisme di Indonesia.

Ketum JMA mengatakan, Sementara ini pembahasan UU Anti terorisme di DPR RI masih berjalan ditempat seharusnya sejak awal revisi undang-undang ini masuk Prolegnas 2016.

"Dalam kondisi darurat Presiden Indonesia diharapkan membuat Perppu terorisme agar bisa diambil tindakan cepat menyatakan perang terhadap terorisme, jangan menunggu ditetapkan oleh bidang legislasi DPR RI, " ujarnya kepada Berita Independent, Minggu (13/05/2018) sore.

Dirinya menambahkan, dalam hal ini menurutnya semua stake holder harus evaluasi kerja keintelijenan, pengawasan keamanan, mengapa aksi-aksi terorisme justru mampu masuk ke jantung pertahanan Kepolisian seperti yang terjadi di Mako Brimob.

"Mirisnya di pagi hari ini di mana para korban hendak beribadah, para pelaku terorisme berhasil beraksi di tiga titik tempat beribadah, disini lah fungsi Intelijen kita benar-benar harus ditingkatkan," imbuh Ketum JMA.

Lanjutnya, Organisasi JMA yang baru kemarin tanggal 12 Mei 2018 dideklarasikan akan terus ikut berpartisipasi aktif di dalam segala kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kami mengucapkan turut belangsungkawa kepada keluarga korban-korban terorisme, semoga semua keluarga korban terorisme baik yang di Mako Brimob maupun gereja-gereja yang menjadi korban di Surabaya diberikan ketabahan dan kekuatan iman untuk tetap menjalankan kehidupannya dan dilindungi oleh  Allah SWT," tegasnya.

Sementara ditempat terpisah,  Kapolri Jenderal Tito Karnavian, merespons ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, meminta pemerintah segera menuntaskan revisi Undang-undang Terorisme atau membentuk peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) antiterorisme.

"Kami harapkan UU cepat dilakukan revisi. Bila perlu, kami mohon pada Bapak Presiden membuat Perppu," ujar Tito dalam konferensi pers di RS Bhayangkara Surabaya. 


Tito menyebut polisi kesulitan untuk menindaklanjuti penyelidikan mereka dengan payung hukum yang ada saat ini.

"Kami tahu sel mereka, tapi kami tidak bisa menindak. Kami bisa bertindak kalau sudah jelas barang buktinya. "Seperti yang kembali dari Suriah 500 orang, kami tak bisa lakukan apa apa, kami kesulitan. Hanya tujuh hari kami periksa, kemudian kami lepas."


  Sebelumnya, Wawan Purwanto Direktur Komunikasi dan Informasi BIN yang juga menyatakan penundaan penindakan oleh polisi adalah karena akibat payung hukum yang saat ini.


"Sebelum ada bukti permulaan yang cukup, tidak ada kewenangan untuk dilakukan penindakan. Ini yang berupaya diubah di UU Antiteror yang baru. Kalau tidak ada bukti yang cukup, sekarang tidak bisa diapa-apakan," ujar Wawan.

"Kalau dulu sebelum reformasi masih boleh, tangkap dulu baru buktikan. Kalau sekarang jadinya wait and see, jadinya delay."

Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu juga meminta hal yang sama menyusul aksi teror di dalam Mako Brimob. Ia mendukung penuh keterlibatan TNI dalam memberantas terorisme di Indonesia, dalam revisi UU tersebut.
(Rie)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Ketum JMA Minta Jokowi Tetapkan Perppu Terorisme Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent