Latest News
Selasa, 29 Mei 2018

Kapolres Bogor dan Kemendagri Beri Penjelasan Terkait Viralnya KTP Tercecer

Bogor-Berita Independent
Hasil penyelidikan kasus KTP yang tercecer dan menjadi viral, dan menjadi tanda tanya khalayak umum, ternyata merupakan KTP rijek yang tengah dipindahkan ke gudang penyimpanan milik Kemendagri di Semplak, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Sabtu lalu.

Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky mengatakan, bahwa setelah memonitor viralnya foto KTP yang tercecer pada Sabtu (26/05/2018), jajaran Polres Bogor langsung bergerak ke TKP dan memulai penyelidikan dan berhasil menemukan objek KTP di Gudang Kemendagri. 

"Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi sebanyak 17 orang termasuk Staf Ditjen Dukcapil Kemendagri dan sopir kendaraan yang mengangkut barang tersebut," ujar nya saat memberikan keterangan pers di Mapolres Bogor di Cibinong, kemarin.

Dirinya menambahkan, berdasarkan olah TKP, bahwa benar telah dilaksanakan kegiatan pemindahan barang-barang inventaris Ditjen Dukcapil Kemendagri termasuk KTP yang reject  tidak dapat digunakan lagi dan pemindahan barang inventaris tersebut juga dilengkapi dengan dokumen surat jalan dan resmi.

"Adapun barang barang yang dipindahkan antara lain inventaris seperti meja, kursi, lemari dan barang tidak terpakai lainnya yang secara berkala dilakukan," imbuh Kapolres Bogor.

Lanjutnya, diantara barang yang tidak terpakai tersebut adalah KTP yang sudah tidak dapat digunakan karena rusak.

"Pelaksanaan pemindahan barang berasal dari kantor Disdukcapil di Pasar Minggu, Jakarta Selatan ke gudang Kemendagri di Semplak, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor," ungkap Dicky.

Kapolres menegaskan, proses perpindahan barang di laksanakan menggunakan jasa ekspedisi pengangkut barang, yang start sekitar pukul 10.15 WIB dan pada saat melintasi  perempatan Salabenda, barang pindahan berupa KTP yang tidak dapat dipergunakan tersebut terjatuh secara tidak sengaja sebanyak dua kardus karena penempatannya pada bak truck yang tidak pas.

Dirinya menceritakan, kronologis kejadian tersebut, pada saat KTP yang tidak terbakar atau rusak tersebut jatuh, sopir kendaraan yang mengangkut kemudian turun dan dibantu dengan warga sekitar untuk mengumpulkan KTP yang jatuh tersebut dan dimuat kembali ke dalam truk. 

"Pada saat mengumpulkan KTP itulah, salah seorang pengguna jalan kemudian mendokumentasikan kejadian tersebut dan memviralkan kejadian tersebut," imbuhnya. 

Selanjutnya, ekspedisi tersebut melanjutkan perjalanan dan sampai di gudang Kemendagri  untuk kemudian KTP diturunkan kegudang secara lengkap. "Bahwa berdasarkan hasil penyelidikan, tidak terdapat perbuatan melawan hukum atas kejadian tersebut," katanya. 

Sementara itu, Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakhrullah menjelaskan, bahwa KTP Yang tidak dapat dipergunakan tersebut dikumpulkan dari berbagai daerah yang mengembalikan KTP yang tidak dapat digunakan untuk mendapat penggantian bahan material yang baru. 

"KTP yang sempat viral merupakan KTP yang rusak data nya atau non valid meskipun secara fisik bagus dan KTP yang rusak, yang berasal dari Sumatra Selatan, Banyuwangi dan Sulawesi Barat kebetulan berasal dari satu bundle KTP pengembalian," terang nya. 

Lanjutnya, sekitar tahun 2010 - 2014 semua e-KTP dicetak di Jakarta. Bila ada kerusakan, Disdukcapil daerah akan mengembalikan ke pusat, dan itu sebabnya kenapa KTP di daerah ada di Jakarta.

Dia menambahkan, permasalahan KTP yang tercecer tersebut merupakan kesalahan input data tanggal lahir, pencetakan tidak sempurna, material KTP yang rusak, chip tidak terbaca dan lainnya. 

"Ini merupakan kesalahan teknis, dan kami akan melakukan pembenahan, menjadi bahan evaluasi bagi staf kami, dan petugas ekspedisi sudah kami black list untuk tidak menggunakan jasa nya lagi, "ungkap zuldan.

Zuldan menyatakan, untuk pemusnahan KTP tersebut, belum dapat dilaksanakan karena KTP merupakan dokumen negara yang pemusnahannya harus dilindungi aturan. Sementara aturan atau SOP nya belum ada.

"Nantinya,kami akan memotong sisi kanan pada KTP yang rusak, sehingga tidak ada lagi yang menimbulkan keraguan, tapi belum di musnahkan," pungkasnya. 
(Rie)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Kapolres Bogor dan Kemendagri Beri Penjelasan Terkait Viralnya KTP Tercecer Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent