Latest News
Sabtu, 12 Mei 2018

Jual Aset Negara Untuk Tutupi Hutang Mencapai Rp4 Triliun ???


Jakarta-Berita Independent
 

Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi meminta kepada DPR untuk mengawasi atau menghentikan penjualan sejumlah aset milik negara. Penjualan aset milik negara tersebut akan merugikan negara dan  rakyat, sehingga harus dihentikan.

Uchok menilai, penjualan sejumlah aset akibat mulai tidak laku surat utang negara atau SUN. Oleh karena itu ,sejumlah aset negara bisa menjadi target yang akan dijual. Aset negara dijual untuk menutupi defisit anggaran lantaran pembelian SUN mulai menurun. Penjualan aset juga dilakukan untuk menutupi hutang yang mencapai Rp.4000 triliun.

"Aset itu dijual untuk menurupi program infrastruktur yang belum atau mandek pembangunannya," paparnya.

Informasi penjualan aset oleh Jokowi masih simpang siur. Namun Uchok enggan menjelaskan aset apa saja yang telah dijual. Dengan alasan data penjualan aset tersebut masih dikumpulkan. "Kami sedang mencari aset apa saja yang telah dijual dan yang mau dijual," paparnya.

Sementara itu, Ketua Umum  Lembaga Pengawasan dan Investigasi (LPI) Tipikor RI, Aidil Fitri mengatakan, publik harus melihat dulu terkait ramainya pembicaraan dan mempesoalkan dijualnya sejumlah aset milik negara oleh pemerintahan Jokowi. Karena menjual aset negara ada makanisme yang diatur UU. Jika  memang perusahaan milik negara tersebut tidak bisa menghasilkan untung bahkan setiap tahun disubsidi oleh negara maka lebih baik dijual.

"Dari pada negara terbebani ya lebih baik di jual saja. Kalau emang seperti itu,  karena uang negara adalah uang rakyat yang hasilnya juga untuk di investasi kan untuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan sumber daya manusia," ujarnya.

Aidil menegaskan, berdasarkan catatannya belum ada aset negara yang dijual Jokowi. Kecuali terhadap beberapa perusahaan milik negara yang tidak bisa menguntungkan lagi bahkan di duga ada kebocoran uang negara untuk revitalisasi. Contohnya perusahaan minyak yang hasilnya tidak untuk negara seperti Petral,  karena yang menikmati hasil dari sektor minyak hanya oknum-oknum yang memperkaya diri sendiri atau golongan sehingga ditutup.

"Kalau kita lihat saat ini banyak orang yang dulu mudah untuk memperkaya diri pribadi atau golongan merasa terusik. Ini yang diduga memainkan peran untuk memainkan issu yang tidak bertanggung jawab.  Kita lihat sendiri saat ini semuanya mau di goreng arahnya untuk menjelekkan pemerintah Pak Jokowi," jelasnya.

Aidil pun menyarankan agar rakyat harus paham,  apa yang telah terlihat saat ini benar atau salah pembangunan infrastruktur yang sangat luar biasa dari Sabang sampai Marauke, dengan kondisi ekonomi dunia yang melemah tapi pemerintah bisa melaksanakan proyek pembangunan infrastruktur.

"Kalau menurut saya ini adalah hal yang sangat luar biasa. Saat ini tergantung dengan rakyat yang menilai itu benar atau tidak benar," jelasnya.

Sementara terkait menjual aset karena untuk membayar utang, Aidil menuturkan,  negara mana pun pasti mempunyai utang. Oleh karenanya jangan terlalu diributkan dengan hutang negara saat ini. Karena sebelumnya Jokowi juga negara memiliki utang dan bukti untuk apa utang tersebut juga tidak jelas. Padahal utang yang dilakukan Jokowi sudah jelas untuk investasi infrastruktur yang akan kembali dan menguntungkan rakyat.

(sbr.ht)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Jual Aset Negara Untuk Tutupi Hutang Mencapai Rp4 Triliun ??? Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent