728x90 AdSpace

Latest News
Wednesday, May 30, 2018

Jelang Lebaran, Ormas Minta THR Bisa Dipidanakan?

 
Jakarta-Berita Independent
Menjelang Lebaran, sejumlah organisasi masyarakat disebut meminta uang dari pelaku usaha, yang mereka bungkus dalam istilah tunjangan hari raya (THR). Padahal tidak sedikit pula Pengusaha yang  mengaku kelabakan menyediakan anggaran itu karena tengah berupaya membayar THR kepada pihak yang memang berhak menerimanya, yakni karyawan.
 
Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Bambang Soesatyo menilai sah-sah saja bila ada organisasi kemasyarakatan (Ormas) meminta bantuan sumbangan kepada perusahaan atau individu.
 
Meski begitu, pria yang akrab disapa Bamsoet ini menegaskan,  yang penting Ormas tersebut tidak memaksakan perusahaan atau individu saat memintanya.
 
"Tidak haram bagi perusahaan atau individu berikan bantuan atau sedekah, termasuk ormas, yang enggak boleh ormas atau individu bukan meminta tapi memaksakan, ini enggak boleh," ujar Bamsoet kepada wartawan, kemarin.
 
Politisi Golkar ini menjelaskan, saat meminta hendaknya setiap Ormas mengedepankan sopan santun sehingga pihak pemberi bisa menyumbangkan sebagian hartanya dengan ikhlas, bukan dengan penuh paksaan.
 
"Tapi kalau kesadaran meminta dengan sopan santun ya, memang dalam puasa perintah agama berikan bantuan kepada siapa saja yang berhak," ucapnya.
 
Sebelumnya, sejak akhir pekan lalu beredar surat berkop dari salah satu ormas diwilayah Jakarta yang ditujukan kepada pengusaha di Kelapa Gading dan Kalideres. Surat edaran atas nama pengurus salah satu ormas dengan nomor surat yang tertera lengkap ini blak-blakan berisi Permohonan Tunjangan Hari Raya.
 
Di tempat terpisah, Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi), Ikhsan memberi tanggapan. Menurutnya, pengusaha dan ormas sebenarnya memiliki hubungan saling menguntungkan.
Ikhsan mengklaim ormas kerap mengamankan kawasan di sekitar tempat usaha. Atas dasar simbiosis mutualisme itu, kata dia, pengusaha menyalurkan dana ke ormas tertentu.

"Posko Forkabi bisa untuk ronda, kan sekarang ruang publik sedikit. Jadi banyak yang kami lakukan," kata Ikhsan merujuk kepengurusan ormasnya di Jakarta yang mencapai tingkat rukun warga.

Tak hanya Forkabi, Ikhsan mengklaim ketertiban dan keamanan di Jakarta juga tak lepas dari ormas lainnya, antara lain Pemuda Pancasila dan Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI dan Polri (FKPPI).

Meski begitu Ikhsan menyatakan Forkabi tak pernah meminta THR ke pengusaha. Selain dari ketua umum mereka yang bekas petinggi tentara, Nachrowi Ramli, ia menyebut Forkabi juga mengumpulkan anggaran dari iuran anggota.
 
 Hal yang sama juga dilontarkan  Fahira Idris, Ketua umum Bang Japar, sebuah ormas kepemudaan di Jakarta ini menyebut ormas memang biasa mengajukan bantuan dana ke pelaku usaha. Namun ia mengklaim permohonan itu atas prinsip sukarela dan tak disertai ancaman.
"Organisasi kemasyarakatan apapun, dari mahasiswa, karang taruna hingga keagamaan, kalau ingin menggelar acara, mereka membuat proposal dan memberikannya ke pengusaha di sekitar mereka," tuturnya.

Fahira mengklaim Bang Japar, ormas yang didirikannya tahun lalu, menggiatkan kewirausahawanan anggota agar tak ingin bergantung pada pengusaha atau lembaga pemerintah.

"Kami punya unit-unit usaha sendiri agar mampu menjadi organisasi yang mandiri," ujarnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta, Darwis Aji, meminta ormas tak meminta atau memaksa pengusaha memberi sejumlah uang atas nama THR Lebaran. Ia menilai perbuatan itu dapat dipidanakan.

"Itu sama juga seperti premanisme," ucapnya kepada pers. Kesbangpol merupakan lembaga pemerintah yang menerbitkan izin pendirian sebuah ormas.

Adapun kepolisian menilai ormas boleh meminta uang kepada perusahaan, asalkan tanpa paksaan. Sebaliknya, kata Karo Penmas Polri, Brigjen Mohammad Iqbal, pengusaha dapat menyalurkan bantuan kepada ormas dengan prinsip sukarela.

Seperti diketahui, tahun lalu, menjelang Lebaran, kepolisian di Bekasi dan Medan menangkap beberapa orang yang meminta 'THR' ke minimarket dan pedagang kaki lima. Mereka yang ditangkap mengaku berasal dari ormas kepemudaan.
 
(juli)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Jelang Lebaran, Ormas Minta THR Bisa Dipidanakan? Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent