728x90 AdSpace

Latest News
Tuesday, May 15, 2018

Hadapi Sidang, PT Sentul City Tbk Di Kawal Pasukan Keamanan Senjata Laras Panjang

 
Bogor-Berita Independent

Sidang perdata  yang digelar PTUN atas  gugatan Lava Sembada terhadap PT Sentul City akhirnya digelar diatas lahan yang saat ini menjadi sengketa bertempat di Desa Bojiong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Senin (14/5/2018).

Dalam sidang di lapangan tersebut, tampak jelas PT Sentul City Tbk dikawal oleh  puluhan anggota keamanan dan beberapa anggota Brimob dengan dilengkapi senjata laras panjang.

Alasan sidang yang  dipimpin langsung oleh Hakim Bonnyarti Kala Lande didampingin dua anggota hakim lainnya,  Indah Tri Haryanti  dan  H Husban serta kuasa hukum kedua belah pihak yang bersengketa ini dilakukan dilapangan, karena sekaligus mengecek lahan yang menjadi sengketa, serta pemeriksaan setempat (SP) untuk mengetahui secara fisik batas-batas tanah yang disengketakan serta bangunan-bangunan apa saja yang ada di atas lahan sengketa tersebut.

Menurut keterangan Berto,  Kuasa hukum Lava Sembada, gugatan yang telah didaftarkan sebelumnya ke PTUN dengan registrasi No. 19/G/2018/PTUN-bdg ini  didasari oleh adanya hak atas tanah milik kliennya dan juga 18 orang pemilik tanah lainnya yang di klaim oleh PT Sentul City Tbk.
 
"Dalam perkara perdata ini, selain menggugat PT Sentul City Tbk, klien kami juga menggugat Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor yang telah menerbitkan Sertifikat Hak Guna Bangunan diatas tanah yang telah mereka garap selama puluhan tahun atas nama PT Sentul City Tbk. Dan ini artinya, klien kami telah dirugikan, karena  pada lokasi tanah yang dikuasai kepada kami, ternyata para pengguggat tidak bisa memperoleh hak atas tanah mereka sendiri," ujar nya kepada Berita Independent.

Lebih lanjut Berto mengatakan, bahwa gugatan ini diajukan ke PTUN Bandung pada 12 Maret 2018 ini telah memenuhi ketentuan Pasal 55 undang-undang nomor 5 Tahun 1986 jo. Yurisprudensi MA RI tahun 1995 Putusan MA nomor SK/T UNI 1992 karena masih dalam tenggang waktu 90 hari terhitung sejak keputusan tergugat yang menjadi Obyek Sengketa diketahui oleh Para Penggugat.

"Para pemilik tanah garapan selain telah menguasasi tanah selama puluhan tahun juga membayar pajak secara terus menerus dan melakukan pembangunan jalan cor untuk kepentingan warga setempat," imbuhnya. 

Ia juga menyebutkan, keluarga Mayjen AD Sikki membangun peternakan sapi perah yang dikenal dengan nama Waluya Wijaya Farm. Menurutnya, sekitar bulan Desember 2017, pihak PT Sentul City Tbk memagar lokasi tersebut dengan pagar panel, bahkan membuat parit untuk memutus akses pemilik peternakan masuk ke lokasi.

"Hasil PS tadi, keempat SHGB yakni nomor 2372, 2374, 2376, dan 2383 diakui oleh PT Sentul City, artinya bahwa objek gugatan tersebut benar ada dan dikuasai oleh para penggugat. Dan dalam lokasi SHGB tersebut terdapat juga bangunan permanen," jelasnya. 

Ia juga menambahkan, bahwa keempat objek gugatan yang dimaksud adalah SHGB Nomor: 2372/Bojong Koneng, dengan luas 83.380 M2 atas nama PT. Sentul City Tbk. Kemudian, SHGB Nomor: 2374//Bojong Koneng, seluas 57.190.M2, SHGB Nomor: 2376/Bojong Koneng, seluas 91.519 M2. 

"SHGB nomor 2376/Bojong Koneng ini sampai hari ini dikuasai oleh penggugat V, VII, VIII, IX, X, XII dan XIII. Dan SHGB Nomor: 2383/Bojong Koneng 71.254 M2 atas nama PT. Sentul City Tbk merupakan obyek sengketa IV," imbuhnya. 

Saat dikonfirmasi perihal gugatan tersebut, perwakilan dari PT Sentul City Tbk selaku tergugat intervensi, Solihin, mengungkapkan, sejak tahun 1996 PT Sentul City telah memperoleh surat hak atas tanah dari PTP 11 Pasir Maung.

"Kami memiliki surat pelepasan nya dari PTP 11 Pasir Maung, kepada PT Fajar Mega Permai yang sekarang menjadi PT Sentul City dan akan kami sertai sebagai bukti dan lahan sengketa itu belum tergarap karena proses pembangunan properti di Sentul City dilakukan secara bertahap. 

Diketahui, 18 pemilik tanah selama puluhan tahun membayar pajak secara rutin, dan membantu pemerintah desa dalam infrastruktur jalanan dengan melakukan pembangunan bagi kepentingan warga setempat, bahkan ada juga pembangunan semi permanen peternakan sapi perah yang dikenal dengan nama Waluya Wijaya Farm milik keluarga Mayjen AD Sikki, namun sekitar bulan Desember 2017, pihak PT Sentul City Tbk memagar lokasi tersebut dengan membuat pagar panel, dan Plang bertuliskan Milik PT Sentul City Tbk,  serta membuat parit untuk memutus akses pemilik peternakan masuk ke lokasi. 
 
(rieke)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Hadapi Sidang, PT Sentul City Tbk Di Kawal Pasukan Keamanan Senjata Laras Panjang Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent