728x90 AdSpace

Latest News
Tuesday, May 8, 2018

Dadi, Konsumen TAF/DAF Merasa Di Rugikan


Cibinong-Berita Independent

Maraknya penyitaan kendaraan cicilan milik konsumen yang dilakukan debt collector akhir-akhir ini semakin merajalela. Mulai dari pengambilan paksa di jalan sampai berujung kepada intimidasi terhadap pemilik kendaraan yang berusaha mempertahankan kendaraannya dari rampasan debt collector.

Hampir mirip dengan kejadian yang dialami Hardadi atas kendaraannya yang kini ditarik pihak leasing karena mengalami tunggakan cicilan sebanyak tiga bulan terhadap Toyota Astra Finance(TAF)/ Daihatsu Astra Finance (DAF).
 
Pria berumur 40 tahunan ini menjelaskan kepada Berita Independent. Berawal dari adanya tunggakan selama tiga bulan, yakni Februari, Maret dan April dengan angsuran Rp2.980 ribu per bulan, kendaraan merk Daihatsu Sigra X  akhirnya ditarik pihak leassing. Sontak, Dadi pun terkejut dengan tindakan penarikan yang dilakukan pihak leassing melalui debt collector yang diutus perusahaan TAF/DAF.
 
"Terusa terang saya merasa dibohongi atas langkah yang dilakukan pihak leassing. Mobil Daihatsu Sigra yang selama ini saya beli dengan uang muka total sebesar Rp50 juta pada bulan Oktober 2017 untuk jangka waktu 3 tahun dengan angsuran Rp2.980 ribu per bulan dan jatuh tempo setiap tanggal 26 tiap bulannya. Hanya karena mengalami tunggakan selama 3 bulan, namun bulan-bulan sebelumnya selalu lancar saya cicil. Eh tanpa memperlihatkan surat Fidusia, pihak debt collector langsung menyita mobil saya," ujar Dadi sembari menceritakan kronologisnya, Senin (7/4).

Merasa sudah banyak mengeluarkan uang untuk mencicil mobil yang sehari-harinya digunakan sebagai Grab Car oleh Dadi, pria inipun akhirnya memutuskan untuk mengambil unitnya kembali.

"Pada Jumat tanggal 27 April 2018 saya mendatangi kantor TAF/DAF cabang  Pajajaran Bogor untuk melakukan pembayaran angsuran plus denda keterlambatan dengan total Rp9.547 ribu. Namuhn alangkah terkejutnya saya ketika saat mau membayar, saya malah harus juga membayar biya penanganan sebesar Rp2,500 ribu. Jadi nilai yang harus saya bayar total Rp12.047 ribu. Dan dikarenakan uang yang saya bawa tidak mencukupi, maka saya kembali memohon waktu hingga hari Senin tanggal 30 April 2018. Dan mereka kembali menyarankan kepada saya untuk menitipkan mobil saya pada pihak TAF/DAF dengan tanda terima tertulis dalam waktu 7 hari dapat diambil kembali," terangnya.

Selanjutnya, tambah Dadi, tepat di tanggal 30 April 2018, lagi-lagi Dadi mengalami kekecewaan.

"Tanggal 30 Aprilnya, saya kembali kecewa. Pihak leassing malah menyuruh saya untuk mengambil kendaraan saya di kantor pusat yang ada di Mega Plaza Kuningan lantai 7. Di tanggal 2 Mei 2018, saya pun mendatangi kantor pusat TAF/DAF yang di Kuningan, Jakarta Selatan. Namun untuk yang kesekian kalinya, saya makin terkejut. Dari staf TAF/DAF yang bernama Priyanto, saya mendapat penjelasan, bahwa menurut SOP disana saya sudah tidak dapat melanjutkan kredit atas kendaraan yang telah mereka sita. Dan jika ingin mobil kembali, pihak konsumen harus melunasi seluruh cicilan ke depan dengan ditambah biaya penarikan unit sebesar Rp15 juta. Lalu pak Priyanto memberikan selembar kertas rincian pelunasan yang harus saya bayar dengan nilai Rp109 juta. Dan menyarankan agar menghubungi Pak Ridwan (disertai nomor telepon). Dan ini membuat saya semakin bingung, Bagi saya, sepertinya pihak TAF/DAF seperti sengaja memberatkan konsumen, khususnya saya. Ditambah lagi, selama unit ditangan mereka, bunga tunggakan tetap berjalan," ucap Dadi dengan kekecewaannya.


Tidak patah semangat, Dadipun menghubung Ridwan. Namun lagi-lagi dia hanya mendapatkan janji-janji untuk bertemu langsung keesokan harinya di Mega Plaza Kuningan.

"Keesokan harinya pun maka saya kembali mendatangi Mega Plasa utk menjumpai Pak Ridwan, Lagi-lagi saya  memperoleh hasil dan jawaban yangn sama. Bahkan hingga hari inipun (sampai berita ini diturunkan), saya tidak pernah dipertemukan kembali oleh pihak TAF/DAF dengan orang-orang yang menerima penyerahan kendaraan saya tersebut. Saya benar-benar merasa dikerjai dan tertipu atas sikap karyawan TAF/DAF, hingga saya merugi puluhan juta atas seluruh uang yanng telah saya setorkan untuk mobil Daihatsu Sigra berplat F. Dan saya merasa, ini memang sudah direncanakan oleh pihak TAF/DAF agar konsumen rugi dengan dibuat tidak mampu membayar tagihan yang mereka minta, padahal masa kredit mobil saya masih lama," tegas Dadi mengakhiri keterangannya.
 
Sementara atas ketidakpuasan yang dilakukan pihak TAF/DAF. Dadi bermaksud akan mengadakan hal ini ke lembaga perlindungan konsumen.
 
 
(ist)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Dadi, Konsumen TAF/DAF Merasa Di Rugikan Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent