Latest News
Rabu, 30 Mei 2018

Atasi Antrian Panjang, RSUD Cibinong Berencana Terapkan Finger Print


 


 Bogor-Berita Independent


Rumah sakit mempunyai misi memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh masyarakat. Maka tidak sedikit rumah sakit dalam berpromosi  berjanji memberikan  pelayanan yang terbaik dengan fasilitas yang lengkap untuk para pasiennya. Tak heran dengan promo yang diberikan pihak rumah sakit, masyarakat banyak memilih rumah sakit tersebut hingga akhirnya antrian panjangpun terjadi akibat membludaknya calon pasien. Begitupula yang kerap terlihat di RSUD Cibinong, Kabupaten Bogor. Hingga akhirnya mendapat kritik dari beberapa calon pasien yang berkeluh kesah di salah satu harian cetak wilayah Kabupaten Bogor.

Memang penilaian akan antrian panjang di RSUD Cibinong, bahkan rumah sakit umum lainnya ada yang bernada kritik 'pedas' dan ada juga yang sudah merasa memaklumi.

Seperti hal yang dikatakan Ketua DPD Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kabupaten Bogor, Alfiano Fahry saat dijambangi Berita Independent di kediamannya didaerah Jl. Tegar Beriman.

"Antrian panjang di rumah sakit merupakan masalah umum. Di rumah sakit swasta yang tidak memberikan pelayanan BPJS saja, bisa kita temui antrian panjang calon pasien itu, apalagi di RSUD yang jelas-jelas memberikan pelayanan BPJS atau asuransi lainnya untuk para pasien. Kita selayaknya harus berpikiran positif, karena antrian pa njang tersebut terjadi dikarenakan tingginya minat calon pasien untulk mendapatkan pelayanan di rumah sakit tersebut, terutama di RSUD Cibinong. Ini merupakan poin positif bagi RSUD Cibinong, hal ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RSUD tersebut," ujar pria yang akrab di sapa Fahry ini dengan nada bijaknya.
 
Meski begitu, dirinya juga menilai, dilihat dari beberapa faktor seperti, terbatasnya ruangan pendaftaran, hingga adanya oknum-oknum pendaftar yang merangkap menjadi calo merupakan masalah yg sulit diberantas.

"Sistem pendaftaran masih manual sehingga siapapun dapat mendaftar dengan bebas atas  nama pasien, ini merupakan suatu hal yang sulit untuk menangkap basah transaksi sebagai bukti adanya pencaloan dan penjualan nomor antrian, "imbuhnya.

Lanjutnya, Secara tidak langsung, adanya oknum calo-calo ini akan semakin memperpanjang antrian dan semakin memperkecil jatah pasien sebenarnya.

"Sistem online dapat menjadi solusi yang efektif memperpendek antrian, namun belum sepenuhnya dapat menjadi jaminan dalam hal menyelesaikan masalah yang ada. Karena tidak semua masyarakat Kabupaten Bogor memahami sistem ini," tambahnya. 

Pria yang kerap terjun langsung dalam memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat tidak mampu ini juga dengan tegas meminta pihak RSUD Cibinong dapat segera mengatasi masalah percaloan dan menindak tegas oknum pelakunya, termasuk bila terbukti oknum tersebut adalah karyawan RSUD atau yg mengaku relawan.

Sedangkan perwakilan RSUD Cibinong, Kepala Bidang Medik RSUD Cibinong, dr Fusia Meidiawaty memaparkan, pihaknya telah melakukan pembenahan masalah antrian ini, diantaranya telah memberlakukan satu nomor untuk satu antrian, yang sebelumnya satu pengantri bisa mengambil beberapa nomor antrian.

"Pihak kami selanjutnya juga sedang berproses untuk menjalankan sistem antrian online yang Insya Allah tidak lama lagi akan di uji cobakan, tentu saja dengan segala permasalahannya"papar nya.

Lanjutnya, Untuk mengatasi masalah pencaloan, bukan tidak mungkin ke depannya RSUD Cibinong akan menerapkan antrian memakai sistem finger print atau sidik jari untuk melayani masyarakat jadi tidak ada lagi antrian panjang, dan pasien harus mendaftar sendiri tanpa diwakilkan.
 
(Rieke)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Atasi Antrian Panjang, RSUD Cibinong Berencana Terapkan Finger Print Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent