728x90 AdSpace

Latest News
Friday, April 6, 2018

Rumah Pembuat Miras Oplosan Dihuni Enam Bulan Lalu






    Jakarta-Berita Independent

    Rumah kontrakan di Gang Bumi Raya 1 Nomor 105 RT 004 RW 03 Duren Sawit, diduga jadi salah satu lokasi pembuatan atau pengoplosan minuman keras (miras) jenis ginseng atau dikenal dengan istilah GG di Jakarta Timur.

    Dari pantauan media yang dilansir, rumah berukuran sekitar 2,5 x 6 meter itu berada di dalam gang buntu kawasan padat penduduk. Jalan gang yang hanya cukup dilintasi satu kendaraan roda dua membuat kontrakan para pelaku miras oplosan tak tercium aparat.

    Kini, rumah kontrakan yang didominasi cat hijau itu sudah digaris polisi. Hanya ada beberapa pasang sandal jepit terlihat di depan rumah. Dari penuturan warga sekitar, rumah kontrakan tersebut telah kosong sejak dua hari kemarin.

    "Udah kosong. Yang tinggal anak-anak muda. Sebulannya Rp 1 juta," kata warga berinisial Wdilansir dari media ibukota/

    Menurut dia, para penghuni menghilang tidak lama usai ramainya pemberitaan banyaknya korban tewas diduga usai miras  GG. Meski awalnya W tidak tahu apa yang diperbuat oleh para penghuni.

    "Kosong langsung. Mungkin udah pada ngerasa juga kali, ketakutan," ujar pria yang mengaku mengenal beberapa penghuni rumah tersebut.

    Warga sekitar menyebut ada tiga sampai 4 pria berusia muda yang tinggal di rumah tersebut. Keempatnya juga belum lama tinggal. Para penghuni juga dikenal ramah dengan para tetangga. Dan tak ada gerak-gerik mencurigakan.

    "Paling setengah tahun. Belum lama juga ngontraknya. Kalau ketemu saya sih senyum, baik juga ya ramah lah sama orangtua," ujar seorang ibu yang enggan menyebutkan namanya.

    Dia melanjutkan, selama tinggal di kawasan tersebut tidak ada aktivitas yang menonjol yang dilakukan para penghuni. Tidak ada wanita maupun pesta di rumah itu.

    "Baik juga, nggak macam-macam. Nggak ada juga pesta miras atau apaan gitu," tutur dia.

    Selain sandal, ada beberapa galon air yang bersandar di pojok kiri depan rumah. Ada tiga botol yang berisi air dan sisanya kosong. Namun bau atau aroma alkohol keluar dari mulut galon.

    Galon itu juga diduga jadi sarana para pelaku mengoplos minuman. Seorang warga sekitar menyebutkan, dalam penggeledahan yang digelar semalam, polisi mengamankan banyak barang bukti.

    "Itu galonnya aja bau alkohol. Pas semalam galon dikeluarin sama polisi sama puluhan botol minuman soda," ujar warga tersebut.

    Kapolda Metro Jaya Bentuk Satgas Berantas Miras Oplosan
    Prihal maraknya peredaran miras oplosan, Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis memerintahkan jajarannya membentuk tim khusus untuk menindak pengedar dan penjual minuman keras (miras) oplosan. Miras oplosan  di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, hingga Bekasi telah memakan korban jiwa.

    "Kita buat satu satgas (satuan tugas) khusus untuk melakukan penindakan tegas kepada para pengedar dan penjual miras oplosan," kata Idham, kemarin.

    Idham juga mengatakan, pihaknya telah melakukan razia pada para pedagang miras di wilayah hukumnya. Hal itu dilakukan agar tak ada lagi warga yang tewas akibat menenggak miras oplosan.

    "Saya perintahkan kepada kapolres dan kapolsek untuk mengawasi peredaran miras di wilayahnya masing-masing," kata dia.

    Sebelumnya, pihak kepolisian telah menetapkan status tersangka terhadap pemilik warung inisial RS yang menjual miras oplosan di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

    Pasal berlapis juga sudah disiapkan untuk RS, lantaran menjual barang yang dilarang dan mengakibatkan jatuhnya korban.

    "Yang kita jerat adalah izin edarnya tidak ada, kemudian menjual barang-barang yang membahayakan jiwa. Nanti akan ditambah lagi," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar di Mapolda Metro Jaya.

    Korban Miras Bertambah
    Sementara itu, korban tewas akibat menenggak minuman keras (miras) oplosan di kawasan Jakarta Timur bertambah lima orang lagi. Kini, total ada sepuluh orang yang menjadi korban jiwa miras oplosan itu.

    Para korban meminum miras gingseng dan meninggal dunia di sejumlah lokasi berbeda. Kapolres Jakarta Timur Kombes Tony Surya Putra menyampaikan, tiga orang di antaranya tewas saat mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur, pada Selasa, 3 April 2018 lalu.

    Korban sepuluh itu dari beberapa TKP (tempat kejadian perkara)," ujar Tony di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

    Selain tiga orang di RS Islam Pondok Kopi, ada tiga korban lainnya yang meninggal di Puskesmas Duren Sawit. Kemudian satu orang di RS Persahabatan dan tiga lagi di RSUD Matraman.

    "Tadi malam kita ke beberapa warung kaki lima. Karena kejadian kemarin, tadi malam banyak tutup," jelas dia.

    Kini polisi masih terus mencari penjual miras oplosan itu. Berdasarkan keterangan saksi, penjual berada di kawasan Kanal Banjir Timur (KBT). Polisi juga menyasar distributor utama minuman ginseng itu. "Target kita pemasok distributor," Tony mengakhiri keterangannya.

    (dst-L.6)



    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Rumah Pembuat Miras Oplosan Dihuni Enam Bulan Lalu Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent