728x90 AdSpace

Latest News
Thursday, April 5, 2018

Perairan Teluk Balikpapan Dipenuhi Minyak Mentah





Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan luasan wilayah perairan laut yang terdampak tumpahan minyak mentah di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, yang terjadi pada Sabtu (31/3) mencapai ribuan hektare.

"Luasannya mencapai tujuh ribu hektare dengan panjang pantai di sisi Balikpapan dan Penajam Paser Utara sekitar 60 kilometer," kata Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Kalimantan (P3EK) KLHK Tri Bangun Laksana kepada wartawan di Balikpapan, kemarin

Ada juga hasil analisis citra satelit oleh Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) per 1 April 2018, berdasarkan citra atau imaji dari satelit Landsat dan Radar Sentinel 1A.

Hasil analisis itu menyebutkan luasan wilayah laut yang terdampak tumpahan minyak akibat patahnya pipa penyalur di bawah laut milik Pertamina itu mencapai 12.987,2 hektare.

Data tersebut terdapat dalam laporan Tim Penanganan Kejadian Tumpahan Minyak di Perairan Teluk Balikpapan.

P3EK menjadi bagian dari tim bersama dengan Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Ditjen Penegakan Hukum, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kaltim Unit Balikpapan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, dan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Pontianak Satuan Kerja Balikpapan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Lebih jauh dirincikan, tanaman mangrove seluas 34 hektare di Kelurahan Kariangau RT01 dan RT02, 6.000 mangrove di Kampung Atas Air Margasari, 2.000 bibit mangrove, juga di Kampung Atas Air, dan biota laut kepiting, dan satu pesut (Orcaella brevirostris) ditemukan mati di Pantai Banua Patra.
Sementara prihal tumpahan bahan bakar minyak di perairan Teluk Balikpapan yang juga  mencemari pesisir pantai Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalmantan Timur, sepanjang 13,9 kilometer dengan ketebalan mencapai satu centimeter, Sony mengatakan, masyarakat di Penajam dan Balikpapan Barat sudah mulai mengeluhkan mual dan pusing akibat bau minyak.

.
Sampai hari keempat setelah kejadian tumpahan minyak dan kebakaran besar minyak mentah di perairan Teluk Balikpapan tersebut, masih ditemukan lapisan minyak di perairan, tiang, dan kolong rumah penduduk di Kelurahan Margasari, Kelurahan Kampung Baru Ulu, dan Kelurahan Kampung Baru Ilir, serta Kelurahan Kariangau, seluruhnya di Balikpapan Barat.

Menurut Sony, data tersebut berdasar pada pengamatan langsung di lapangan, yaitu di sepanjang garis pantai Balikpapan dan Penajam Paser Utara.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Andi Dahrul seperti lansir dari Antara mengatakan, dampak dari tumpahan BBM mencemari pesisir pantai di wilayah Kelurahan Penajam hingga Buluminung, Kecamatan Penajam.

“Tumpahan BBM itu juga menumpuk di pelabuhan ‘speedboat’ dan klotok (kapal kayu), serta pelabuhan feri,” ucapnya.

Untuk itu, lanjut Andi, warga tidak membuang puntung rokok ke laut, sebab bisa memicu munculnya api dari tumpahan BBM yang sangat mudah terbakar.

Sampai 11 hari ke depan, wilayah Balikpapan masih berada dalam status darurat tumpahan minyak.

Pertamina selaku pengelola Kilang Balikpapan dengan dibantu banyak pihak terus berupaya membersihkan laut Teluk Balikpapan dari minyak yang tumpah tersebut.

Pada hari pertama kejadian tumpahan yang disusul kebakaran minyak di Teluk Balikpapan, dua orang ditemukan tewas dan seorang luka bakar. Hingga Selasa (3/4), seluruhnya ditemukan kemudian tiga orang lagi dalam kondisi meninggal dunia.

Selain itu, sudah empat hari ini juga sebanyak 162 perahu nelayan tidak bisa dipakai melaut, selain juga rengge alat tangkap mereka tercemar minyak.




Sementara dari hasil konferensi pers yang digelar di markas Polda Kalimantan Timur, Rabu kemarin, terungkap asal muasal sumber cemaran minyak.

Berikut 18 fakta lengkap yang terungkap dari hasil konferensi pers tersebut, seperti dikutip dari rilis Tim Penangangan Oil Spill  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

1. Fasilitas Pertamina Balikpapan tidak memproduksi marine fuel oil awal kejadian di jetty Pertamina.

2. PT Pertamina UP RU V telah mengakui bahwa tumpahan minyak di perairan Teluk Balikpapan berasal dari PT Pertamina.

3. Jenis minyak yang tumpah berupa minyak mentah (Crude Oil) yang berasal dari terminal Lawe-lawe ke fasilitas Refineerry akibat dari putusnya pipa distribusi minyak mentah (crude oil).

4. Pipa distribusi diameter 20 inchi tebal 12 milimeter bahan terbuat dari baja usia pipa saat ini 20 tahun, hanya eksternal force yang bisa menggeser pipa sejauh 100 meter.

5. Polda Kaltim meminta pihak Pertamina untuk mengangkat pipa yang patah diteliti pada laboratorium forensik untuk mengetahui penyebabnya.

6. Penyebab putusnya minyak bukan karena operasional Pertamina menurut keterangan General Manager Pertamina RU V Balikpapan.

7. Pertamina akan menuntaskan pembersihan tumpahan minyak.

8. Akibat pipa yang patah dilakukan penghentian dan saat ini menurunkan kapasitas produksi. Primary proses turun hingga 50 % secondary proses masih normal sekitar 70 %.

9. Pertamina belum melakukan perbaikan sampai saat ini masih dalam proses investigasi.

10. Pertamina menemukan terjadinya pipa yang patah pada senin sore dan memastikan dengan melakukan sight sonar scan pada Selasa pagi.

11. Kedalaman pipa yang patah berada pada kedalaman 22 sampai dengan 26 meter.

12. Korban meninggal akibat tumpahan minyak sebanyak 5 orang nelayan.

13. Berdasarkan pernyataan tim ahli Pertamina yang didatangkan, MFO merupakan kandungan dari minyak mentah (crude oil) sehingga crude oil mendekati MFO jika dipanaskan dan diguncangguncang sehingga fraksi ringan menguap tinggal fraksi berat yang mendekati MFO. Flash point crude oil 30°C sedangkan MFO 80°C sampai 90°C.

14. Telah dilakukan penanggulangan dampak pada masyarakat sekitar oleh tim ahli HSE.

15. Upaya Pertamina telah memberi masker dan mensupport bagi masyarakat yang ingin melakukan pembersihan secara cepat.

16. Penanggulangan baru dilakukan pagi hari mengamankan minyak dengan oil boom membawa ke pinggir pantai dan diberi dispersant untuk menetralisir ceceran minyak. Upaya ini dihentikan sampai terdeteksi lebih banyak tumpahan dan dilakukan penyelidikan. Penyelidikan dilakukan pada pipa sampai panjang 2.5 Km tidak diketemukan bocoran. Sehingga diasumsikan bukan dari kebocoran, sampai terlihat tumpahan lebih banyak.

17. Pertamina awalnya tidak memperkirakan minyak mentah sehingga dengan penanggulangan oil boom Pertamina merasa sudah menanggulangi dampak.

–– ADVERTISEMENT ––
18. Pasal yang akan diterapkan Dit Reskrimsus Polda pasal 99 ayat 1, 2, 3 UU 32/2009 19. Posisi KLHK untuk ganti rugi masyarakat dan tuntutan per data akan dilakukan oleh KLHK.



(dst-Ant)



  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Perairan Teluk Balikpapan Dipenuhi Minyak Mentah Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent