Latest News
Sabtu, 14 April 2018

Diduga Karena Kelalaian BNNK, Pegawai BPN Kab. Bogor dan Dua Orang Kasus Narkoba Buron?




Bogor-Berita Independent

Darurat Narkoba di Indonesia belum diimbangi dengan pencegahnya secara sungguh-sungguh. Padahal, kedaruratan juga harus diatasi dengan kedaruratan dalam menyikapi dan menanganinya. Seperti  dijelaskan, Kabag Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulistriandriatmoko yang mengakui kepedulian berbagai pihak atas situasi Indonesia darurat narkoba belum diimbangi dengan kedaruratan antisipasi dan penanganannya secara serius. Seruan darurat narkoba yang diserukan Presiden Jokowi pun belum ditindaklanjuti dengan instansi-instansi di bawahnya.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Bogor. Baru-baru ini, merebak kabar Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor menangkap 3 orang yang kedapatan sedang berpesta sabu di salah satu perumahan yang berada di kawasan Cibinong, Bogor. Mereka adalah, satu pria berinisial AG, istri AG berinisial S dan satu orang wanita berinisial Z.

Sayangnya pada saat penangkapan pada Sabtu (17/03/18) kabarnya tidak satupun media yang mengetahui kejadian itu. Hingga setelah ketiga orang pengguna narkoba yang sampai saat ini belum dijadikan status tersangka ini “kabur” dan BNNK Bogor melayangkan surat  pemanggilan ke BPN Kabupaten Bogor, tempat AG bekerja sebagai staf pegawai BPN Kabupaten Bogor sampai tiga kali surat pemanggilan, yakni  tanggal 28 Maret, 3 April, dan 6 April 2018, barulah kabar ini bocor ke permukaan umum.

Penilaian miring pun bermunculan. Mengapa ketiga tersangka yang kedapatan memililki barang bukti sisa Sabu seberat 1 gram berikut bong (alat penghisap)  ini bisa lolos dari pengawasan BNNK Bogor .

“Yang besangkutan saat itu belum ditahan dan belum jadi tersangka. Karena memang belum di BAP oleh penyidik. Baru dibawa dari rumah ke kantor BNNK. Kejadiannya dihari yang sama saat dibawa dan yang bersangkutan berniat akan menunjukkan dimana bandar itu. Ternyata yang bersangkutan malah pergi tidak kembali ke BNNK,” ujar Kepala BNNK Bogor Nugraha Setia Budi saat dikonfirmasi Berita Independent  melalui pesan singkat pribadinya, Jumat (13/04) lalu prihal kabar kaburnya ketiga calon tersangka yang sudah dinyatakan positif menggunakan Sabu dan kini sudah dinyatakan DPO (Daftar Pencarian Orang).

Lebih lanjut Budi, menceritakan kronologis kejadian penangkapan. “Saat ditangkap, ketiganya sedang berpesta sabu dan salah satu pelaku diketahui oknum pegawai ATR/BPN Kabupaten Bogor berinisial AG. Dari hasil tes urine yang dilakukan sesudah penangkapan, ketiga orang tersebut positif memakai narkotika jenis sabu. BNNK menyita beberapa barang bukti berupa sisa sabu seberat satu gram dan bong alat hisap.”

Sementara saat kembali ditanya prihal posisi ketiga calon tersangka ini kenapa tidak di borgol seperti halnya tangkapan-tangkapan narkoba lainnya demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, salah satunya upaya meloloskan diri, Budi dengan keterangan singkatnya menjawab, “Yang bersangkutan tidak di borgol, karena yang bersangkutan kooperatif,” ujarnya lewat WA.

Kooperatif? Lagi-lagi  menambah pertanyaan Berita Independent akan kalimat yang dilontarkan orang nomor satu di BNNK Bogor yang kabarnya sudah mengantongi SK pemindahan tugasnya dalam waktu dekat ini.

“Saya (Berita Independent) baru tahu kalau penangkapan atas pelaku narkotika masih bisa dikatakan kooperatif? Dan nyatanya, yang bersangkutan dan dua lainnya kabur. Dari sisi mana bapak (BNNK Bogor) menilai mereka kooperatif?,” tanya Berita Independent melalui WA, namun point pertanyaan melalui pesan singkat lewat WA itu sampai saat ini tidak dijawab oleh Budi.

BNNK Bogor pun akhirnya menempuh beberapa langkah dalam melakukan pencaharian atas ketiga calon tersangka, yakni dengan melayangkan surat pemanggilan (undangan) kepada BPN terkait AG, dan juga telah mendatangi rumah AG namun tidak bertemu, BNNK Bogor pun menyita sebuah mobil yang ada di rumahnya.

Kami mengirimkan surat secara kelembagaan, jelas dikirimkan nama dan foto AG. Ternyata tidak kooperatif. Ha­rus­nya minimal datang per­wa­ki­lan mengatakan bahwa pelaku ini tidak ada di tempat. Tapi sama sekali tidak ada jawaban dari pihak yang ber­sangkutan. Dan untuk ketiga pelaku ini, saya jadikan dia DPO bersama teman-temannya, kalau ada informasi tentang mereka 1×24 jam silahkan berkordinasi dengan saya,” ujar Budi seperti dilansir di media online.

Sementara, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor Agustyarsyah menga­kui jika oknum pejabat yang me­ngonsumsi sabu berisial AG, adalah anak buahnya. Ia ber­tugas di bidang ukur.

Ia bahkan sudah mengetahui jika AG jadi buronan BNNK Bogor. Tapi, belum mendapat informasi sudah berapa lama anak buahnya tersebut mengon­sumsi narkoba. Ia juga belum bisa berkomentar banyak, karena belum mengetahui secara pasti. ”Belum tahu beritanya seperti apa. Nanti kalau saya sudah tahu, pasti saya kasih info. Lagi pula, belum ada surat resmi untuk itu, yang ada hanya surat bagi pegawai kita untuk bisa dihadapkan ke BNN. Tapi persoalannya apa kita belum tahu. Apakah sebagai saksi, informan, atau apa kita belum tahu, ” tukasnya seperti dilansir dari salah satu media online.

"Saya juga kembali menegaskan, seperti berita yang sudah ada sebelumnya, yang memuat bahwa salah seorang pejabat BPN disini tertangkap karena kabarnya menggunakan narkoba, itu bukan pejabat, melainkan hanya sebagai staf atau pegawai saja,” tuturnya.

Pernyataan serupa juga diutarakan salah seorang staf di ATR/BPN Kabupaten Bogor yang enggan disebutkan namanya juga  membenarkan bahwa AG merupakan salah satu pegawai di BPN Kabupaten Bogor, dan perbuatan yang dilakukan AG tidak ada kaitannya dengan instansi BPN.
“Itu urusan pribadi dia, tidak ada kaitannya dengan instansi BPN, kecuali saat AG melakukan pesta narkoba di Kantor BPN,” pungkasnya.

Ditempat terpisah, Asdep Pembinaan Integritas dan Penegakan Disiplin SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Bambang Dayanto Sumarsono prihal adanya pegawai yang kedapatan menggunakan narkoba oleh pihak kepolisian mengatakan, Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) bisa melakukan diskresi khusus untuk memberhentikan PNS bila pegawai yang dipidana karena masalah narkoba hingga lebih dari satu kali.

“Kalau sudah dua kali melanggar disiplin, dia dapat dipecat,”kata Bambang.

Di dalam Undang-Undang, lanjutnya, tidak disebutkan berapa kalinya, tapi bagi yang sudah dua kali melanggar aturan disiplin PNS, PPK bisa memberhentikan PNS tersebut.‎ PNS yang terbukti sebagai pengedar, selain harus dikenakan sanksi pidana, dia dipecat sebagai PNS.  Tetapi jika sebatas pemakai, maka akan direhabilitasi, dan bisa dipekerjakan kembali setelah masa tahanan selesai atau setelah proses hukumnya selesai dijalani. ‎
Dalam PP 53/2010  tentang Disiplin PNS diatur kalau sudah ada putusan pegawai tinggal hukuman disiplin pegawainya. Bisa saja dia diturunkan pangkatnya tetapi tidak dipecat, dan itu masuk dalam hukuman sedang. “Tetapi kalau sebagai pengedar tidak akan ampun, dia langsung dipecat,” tegas Bambang. 

Vonis Rehab Dari Putusan Pengadilan
Sementara jika seseorang ditangkap  penyidik Polri atau BNN menggunakan atau memiliki narkotika maka akan tetap diproses secara hukum dengan dakwaan Pasal 127 UU Narkotika yang putusannya menjatuhkan perintah rehabilitasi. Adapun karena Pasal 127 UU Narkotika ancaman hukumannya di bawah 5 tahun, sehingga tidak perlu ditahan.

Dan penentuan apakah ia direhabilitasi atau tidak tetap melalui putusan pengadilan. Hal ini diatur dalam Pasal 127 ayat (3) yang menyatakan bahwa dalam hal Penyalahguna dapat dibuktikan atau terbukti sebagai korban penyalahgunaan Narkotika, Penyalahguna tersebut wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. Adapun faktor-faktor yang secara signifikan mempengaruhi hakim dalam memberikan putusan rehabilitasi adalah surat keterangan medis, surat keterangan kejiwaan dari dokter jiwa/psikiater dan keberadaan ahli.

Jadi menyangkut kasus ketiga pengguna narkotika jenis sabu  yang ‘lolos’ dalam pengawasan BNNK Bogor ini, kami kembalikan penilaiannya kepada pembaca.

(dst-tim)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Diduga Karena Kelalaian BNNK, Pegawai BPN Kab. Bogor dan Dua Orang Kasus Narkoba Buron? Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent