Latest News
Senin, 02 April 2018

Akibat Perang, Hampir Setengah Juta Anak Tidak Bersekolah




Yaman-BII

Pada  zaman now (seka­rang) ini pendidikan meru­pakan suatu kebutuhan primer, pendi­dikan memegang pe­ranan pen­ting. Pada saat orang–orang berlomba untuk mengenyam pendidikan setinggi mungkin, tetapi disisi lain ada sebagian masyarakat yang tidak dapat mengenyam pendidik­an secara layak, baik dari tingkat dasar maupun sampai ke jenjang yang lebih tinggi.

Selain itu ada juga anggota masyarakat yang sudah dapat mengenyam pen­di­dikan dasar namun pada


akhirnya putus sekolah juga. Ada banyak faktor yang menye­babkan putus seko­lah seperti keterbatasan dana pendidikan karena kesulitan ekonomi,kurangnya fasilitas pendidikan dan karena adanya faktor lingkungan (pergaulan).

Selain itu, faktor konflik atau perang di suatu negara juga berdampak pada anak-anak putus sekolah. Hal ini dialami anak-anak Yaman yang lagi berperang.

Hampir setengah juta anak di Yaman putus sekolah sejak 2015, saat Arab Saudi dan para sekutu­nya campur tangan dalam perang sipil negara itu, lapor UNICEF, Selasa (27/3).

Angka tersebut menambah jumlah anak yang tidak menge­nyam pendidikan menjadi dua juta, sementara semakin banyak anak di bawah umur yang direkrut dalam pertempuran, demikian menurut badan anak-anak PBB itu. "Seluruh generasi anak-anak di Yaman menghadapi masa depan yang suram karena terba­tas­nya atau tidak ada akses untuk mendapatkan pendidikan," kata Meritxell Relano, perwakilan UNICEF di Yaman.

"Perjalanan ke sekolah juga menjadi riskan karena anak-anak berisiko tewas dalam perjalanan," jelas Relano. "Mencemaskan keselamatan anak-anak mereka, banyak orang tua memilih mena­han anak-anak mereka di rumah. Kurangnya akses pendidikan mendorong anak-anak dan ke­luarga memilih alternatif berba­haya, termasuk pernikahan dini, pekerja anak dan perekrutan untuk pertempuran."

Setidaknya 2.419 anak direkrut oleh kelompok bersenjata sejak 2015, demikian menurut UNICEF.
Sebanyak 4,5 juta lainnya berisiko kehilangan akses ke sekolah negeri karena guru tidak digaji dalam lebih setahun di tengah krisis yang mendorong Yaman ke ambang kelaparan. Hampir 10.000 orang tewas sejak aliansi regional, yang pimpinan Arab Saudi, melan­car­kan operasi militer terhadap pemberontak Huthi dukungan Iran yang menguasai sebagian besar negara termasuk ibu kota Sanaa.  

(dst/ant/ist)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Akibat Perang, Hampir Setengah Juta Anak Tidak Bersekolah Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent