Latest News
Rabu, 21 Maret 2018

Warga Gunung Sindur-Pengemudi Truck Tronton Buat Kesepakatan


Bogor-Berita Independent.com

Lebih dari 60 orang masyarakat Gunung Sindur Kabupaten Bogor menghadiri musyawarah di Aula Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor,  guna membahas aturan permasalahan pembatasan kendaraan berat milik pengusaha tambang galian C, kemarin.

Acara yang khusus dihadiri oleh warga dari beberapa desa, yakni Desa Gunung Sindur, Desa Jampang, Desa Cibadung  dan unsur Muspika Kecamatan Gunung Sindur berjalan dengan sukses dan aman.

“Agenda rapat ini untuk membahas kelanjutan laporan masyarakat sekitar yang sangat keberatan dengan adanya lalu lalang kendaraan berat seperti truk pengangkut hasil tambang galian C yang melintas di wilayah jalan raya Rumpin. Dan tentang perjanjian yang telah disepakati bersama berkaitan dengan pengaturan jam operasional truck Tronton, kapasitas/tonase armada truck yang boleh melintas dan beroperasi yang diijinkan melintasi jalan raya Gunung Sindur,” ujar Kepala Kecamatan Gunung Sindur, Yodi R.Maya kepada Berita Independent.com usai acara.

Menurut Camat Yodi, pemicu kerusakan jalan di wilayah Gunung Sindur dikarenakan beratnya beban truck tronton yang melintas sehingga berdampak kerugian bagi masyarakat, mulai dari polusi udara dan juga jalan yang hancur.

Lebih lanjut Camat Yodi didampingi Kapolsek Gunung Sindur, Kompol Haryanto menghimbau agar masyarakat jangan bertindak anarkis dalam hal penyampaian pendapat.

“Masalah ini akan secepatnya kita selesaikan bersama. Jadi saya berharap agar masyarakat jangan bertindak anarkis, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegas Camat Yodi yang juga diamini Kompol Haryanto dan disaksikan Ketua KNPI Gunung Sindur, Nurjanah serta Danramil Gunung Sindur.

Sementara berdasarkan keluhan warga yang ditemui beritaindependent.com mengatakan, saat ini tidak sedikit masyarakat menderita penyakit ISPA, iritasi mata yang diakibatkan oleh debu tronton yang melilntas.

“Belum lagi adanya kecelakaan yang sering terjadi antara pengemudi kendaraan roda dua dan pejalan kaki yang ditabrak oleh truck tronton,” ujar Asep, salah seorang warga Gunung Sindur dengan nada kesal.
Hasil musyawarah yang telah disusunpun akhirnya mendapat persetujuan dari masyarakat dan juga para pengemudi Truck Tronton yang antara lain; a. Pembatasan operasional truck Tronton  mulai pukul 20.00 Wib sampai dengan 04.00 Wib, b. Kendaraan yang bisa beroperasi 24 jam adalah kendaraan maksimal bertkapasitas 8 M3 (Dump Truck). 

(A.Dayat)

(



  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Warga Gunung Sindur-Pengemudi Truck Tronton Buat Kesepakatan Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent