728x90 AdSpace

Latest News
Saturday, March 31, 2018

Kertas Berlogo Pancasila MPR RI Untuk "Pengusir" Parkir Liar Ada di Perumahan Gramayudha? ?

 
 
 Cibinong-Berita Independent
 
Bagai disambar petir, HS salah seorang berprofesi supir online ini membaca  secarik kertas berlogo Pancasila dibubuhi Kop Surat Majelis Permusyawaratan Rakyat dan dibawahnya bertuliskan 'Selain Warga Dilarang Parkir Dilingkungan RT!!' dan tertempel didinding kaca mobil miliknya yang kala itu sedang diparkir di lingkungan Perumahan Gramayudha (Griya Cibinong Indah).
 
Sontak pria berusia 40 tahunan ini kaget dan akhirnya mempertanyakan prihal secarik kertas berisi nada 'keberatan'  kepada siapa saja yang parkir di lingkungan tersebut selain warga perumahan itu kepada salah seorang petugas keamanan perumahan, Sarwan. Namun jawaban yang diterima HS dari Sarwan tentang siapa yang telah membuat surat 'Kaleng' di bubuhi kop surat MPR RI di dinding kaca mobilnya itu ternyata tidak memberikan kepuasan. Akhirnya HS pun menceritakan kejadian ini kepada salah seorang wartawan Berita Independent Indonesia (BII).
 
HS menjelaskan awal kejadian temuan 'Surat Kaleng' yang diterimanya itu kepada BII. "Waktu itu, tepatnya tanggal 27 Maret sekitar  pukul 22.30 Wib, saya hendak pulang ke rumah tidak jauh dari Perumahan Gramayudha. Namun ketika hendak memasuki jalan menuju rumah, ternyata ada aktifitas pengecoran jalan menuju perkampungan (dilingkungan rumah saya) yang juga bersebelahan dengan perumahan Gramayudha. Ditambah lagi kondisi saya juga sedang mengalami sakit karena adanya bisul di area paha dalam saya, hingga akhirnya saya memutuskan untuk memarkirkan kendaraan saya untuk sementara di lingkungan perumahan yang dekat dengan daerah rumah saya. Dan saya juga memarkirkan mobil di lokasi yang tidak mengganggu lalu lalang kendaraan para penghuni perumahan tersebut, saya parkir di area fasum atau pinggir jalan yang bersebelahan dengan taman perumahan. Sayangnya, saat itu perumahan sudah sepi, dan pos security juga kosong dan tertutup, jadi niat saya untuk minta ijin parkir sementara tidak kesampaian karena tidak ada seorangpun di lingkungan situ yang tampak diluar. Sementara karena rasa sakit yang saya alami, maka sayapun memutuskan untuk langsung meninggalkan mobil berjalan menuju ke rumah saya sejauh sekitar 50 meter dari tempat saya parikir mobil," cerita HS.

Sakit yang diderita HS akhirnya membuat dia memutuskan untuk beristirahat dulu di rumah hingga fisiknya kuat dan sembuh dari sakit bisulnya. "Dan ditanggal 29 Maret pukul 09.00 Wib, Saya memaksakan diri melihat kendaraan yang terparkir di perumahan itu. Namun saya melihat secarik kertas berlogo Garuda Pancasila dan berkop surat MPR RI disertai tulisan 'Selain Warga Dilarang Parkir Dilingkungan RT!! Saya pun kaget. Dan saya tanya sama pak Sarwan, keamanan perumahan, dan jawabannya tidak memuaskan saya. Padahal security perumahan itu kenal saya dan tahu alamat rumah saya. Jadi kalaupun mobil yang saya parkir di perumahan itu mengganggu, kan bisa kasih tahu ke saya dan saya akan pindahkan kendaraan saya, jadi tidak perlu menempelkan kertas ini dan sepertinya bernada tidak suka jika warga lain parkir di perumahan itu," paparnya.

Saat  mengkonfirmasikan hal ini BII ditemani HS diterima oleh Wakil Ketua RT, Nico dan Deri, salah seorang warga yang bermukim di perumahan tersebut dan juga pembuat surat kaleng dengan Kop Surat MPR RI yang ditempelkan dikaca mobil HS.

"Disini kami merasa bapak ini tidak mempunyai uguh-uguh (tata krama) saat memarkirkakn kendaraan. Harusnya sebelum parkir, minta ijin dulu kepada warga yang rumahnya diseberang jalan ataupun kepada security," ujar Deri saat memberikan penjelasan yang juga diamini oleh Nico, Jumat (30/3) lalu.

HS pun langsung memberikan penjelasan kepada pengurus Nico dan Deri prihal tidak adanya orang yang bisa dimintai ijin untuk parkir di lingkungan perumahan tersebut pada saat itu dikarenakan hariu juga sudah larut malam.

"Lagipula security itu tahu rumah saya kok dan dia kenal saya serta tahu itu mobil saya. Jadi kalau memang mobil saya mengganggu lalu lalang kendaraan warga disini, ya kenapa tidak panggil saya saja. Ini malah memberikan secarik kertas ber kop surat negara.  Dan ga usah menempelkan surat kaleng segala. :Lagipula ditaman itu tidak ada plang bertuliskan larangan parkir apalagi larangan parkiur baghi warga non penghuni perumahan. Ditambah lagi, posisi parkir pun tidak mengganggu kendaraan sekitarnya. Sudah gitu, kondisi badan saya sedang sakit karena adanya bisul yang saya derita," terang HS.

Namun alasan HS tetap tidak diindahkan oleh pengurus RT tersebut. Akhirnya HS pun menghubungi Humas Polres Bogor untuk berkonsultasi prihal kejadian ini. Dan dari jawaban melalui WA, humas Polres Bogor menyarankan untuk melanjutkan masalah ini ke Babinkamtibmas yang bertugas di lokasi tersebut agar bisa dimediasikan untuk mencari solusi secara kekeluargaan.

(Richard)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Kertas Berlogo Pancasila MPR RI Untuk "Pengusir" Parkir Liar Ada di Perumahan Gramayudha? ? Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent