Latest News
Selasa, 19 September 2017

Inilah Kronologis Pembunuhan Vera Yusita di Cipondoh Tangerang


BeritaIndependent.Com |
Jatanras Unit 1, 3 Polda Metro Jaya (PMJ) pimpinan Kompol Piter Yanottama dan Kompol Hendro beserta Resmob Polres Tangerang Kota berhasil menangkap Jonny Setiawan (36) pelaku pembunuh Vera Yusita Sumarna (42) di tempat persembunyiannya di Pesantern Leuweung Gede (perbatasan Tangerang - Bogor), Senin (18/9/2017) malam, tepatnya pukul 23.00 WIB.

Saat ditemukan oleh warga, dalam kontrakan di Gang Kartini Rt 04/08 No. 9, Kelurahan Cipondoh , Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang pada Minggu, (17/9/2017) lalu, Vera Yusita Sumarna dalam kondisi terlentang bersimbah darah dengan kedua tangan terikat kain putih, leher terdapat bekas sayatan benda tajam dan wajah ditutupi badcover.

Kanit 3 Subditum Jatanras Kompol Piter Yanottama menjelaskan, Pada Sabtu 16 September 2017 sekitar pukul 18.00 WIB, setelah tutup toko korban bertemu dengan pelaku di rumah Ci Lisa.

"Korban menggunakan sepeda motor Honda Supra X warna merah hitam B 6610 VHW sedangkan pelaku menggunakan sepeda motor Mio warna biru Hitam. Setibanya di rumah Ci Lisa, korban dan pelaku ngobrol. kemudian pelaku menanyakan kepada korban mau ke kost ngak? Lalu korban menjawab liat nanti," paparnya.

Lanjut Piter, sekitar pukul 18.30 WIB korban dan pelaku beli makanan di daerah Poris, korban beli Ayam Cabe dan pelaku beli Petai untuk di goreng di rumah Ci Lisa. Setiba di rumah Ci Lisa, Ci Lisa menggorengkan petai punya pelaku. Tiba-tiba suami korban menelpon korban minta di beli makanan lalu korban menyuruh pelaku untuk membeli makanan pecel lele pesanan suami korban di daerah Poris.

"Ketika pelaku beli makanan korban, Ci Lisa dan anaknya yang bernama Yosef (20) makan bersama. Setelah beli makanan pecel lele pesanan suami korban, pelaku pun ikut makan bersama," jelasnya.

Setelah korban selesai makan, korban pergi mengantarkan pecel lele pesanan suaminya sedangkan yang lain melanjutkan makan bersama.

"Setelah mengantar makanan kira-kira 10 menit korban kembali ke rumah Ci Lisa, dan menunggu pelaku selesai makan. Setelah pelaku selesai makan korban mengajak ke kost pelaku," terangnya.

Tambah Piter, Sekitar pukul 20.00 WIB korban dan pelaku tiba di kost milik pelaku, kemudian korban dan pelaku ngobrol sebentar sambil korban merokok, lalu pelaku mandi seperti biasanya. Selesai mandi, pelaku lanjut ngobrol, tak lama kemudian selesai merokok korban rebahan sambil ngobrol. Selanjutnya korban dan pelaku melakukan hubungan Intim.

"Setelah selesai hubungan intim, sekitar pukul 21.00 WIB korban dan pelaku melanjutkan ngobrol. Sekitar 20 menit kemudian pelaku mengajak untuk melakukan hubungan badan lagi, namun korban menolak dengan berbagai alasan. Lalu korban membandingkan pelaku dengan para mantan selingkuhannya dalam berhubungan badan," jelasnya.

Lebih jauh Piter menjelaskan, kemudian pelaku dan korban berdiri sambil cekcok mulut. Selanjutnya pelaku emosi merasa di hina dengan perkataan korban, lalu pelaku mendorong korban dan korban pun membalas dengan memukul beberapa kali sambil teriak.

"Dasar kamu ngak tau diri, loe mana hidup tanpa gua, loe aja di usir sama bini loe" Setelah itu pelaku pergi ke dapur untuk mengambil pisau dan korban pun tetap mengikuti ke dapur sambil memukul," tirunya.

Selanjutnya korban berusaha merebut pisau tersebut lalu terjadi dorong-dorongan sampai kembali dekat kasur, pelaku langsung menusuk korban pada bagian leher sebelah kiri. Lalu korban terjatuh, dan pelaku pun menusuk korban kembali pada bagian leher sebelah kiri untuj kedua kalinya. Kemudian korban membekap mulut korban menggunakan tangan sampai tidak bergerak, selanjutnya muka korban di tutup menggunakan bantal yang ada di kamar. Kemudian pelaku langsung mandi untuk membersihkan tubuh pelaku yang terkena darah.

"Selanjutanya pada pukul 22.00 WIB pelaku pergi ke rumah mertuanya mengunakan motor milik korban untuk menemui anak pelaku. Namun sebelumnya pelaku membuang pisau yang digunakan untuk menusuk korban di selokan depan rumah mertua pelaku. Setelah masuk ke rumah mertua, pelaku menuju kamar istrinya, namun yang pelaku temui di dalam kamar terdapat istri dan laki-laki selingkuhannya. Melihat hal tersebut pelaku langsung memukul laki-laki selingkuhan istrinya dengan menggunakan pengasah pisau berkali-kali yang sampai terjadi perkelahian dan langsung di lerai oleh istri dan saudara-saudara istri pelaku," terang Piter.

Setelah itu pelaku pergi ke rumah saudara sepupu bernana Johan di Kotabumi tangerang untuk meminjam uang dan ATM, lalu Johan memberi uang sebesar Rp. 100.000, 1 buah ATM BCA beserta password, 1 buah Hp beserta Sim Card

"Sepulangnya dari rumah Johan, pada hari Minggu tanggal 17 September 2017, sekitar pukul 00.30 WIB, pelaku pergi ke Indomaret yang berada di depan Polrestro Tangerang Kota untuk memarkirkan sepeda motor Honda Supra X warna merah hitam B 6610 VHW milik korban. Setelah memaberikan sepeda motor tersebut, pelaku duduk-duduk di Indomaret sambil minum minuman yang di beli di Indomaret," terangnya.

Kemudian setelah itu sekira pukul 04.30 WIB pelaku pergi ke Stasiun kereta "Pasar Anyar" Tangerang Kota dengan berjalan kaki. Kemudian pada pukul 06.00 pelaku pergi ke arah Jakarta menggunakan kereta api dan turun di Stasiun "Duri" Tambora.

Selanjutnya korban melanjutkan perjalanan ke daerah Jl. Gajah Mada dengan berjalan kaki dan setibanya di Gajah Mada pukul pukul 14.00 WIB, pelaku beristirahat di Indomaret.

"Pukul 14.30 WIB pelaku pergi ke rumah Ko Eeng di daerah Korelet, Curug untuk memimjam uang menggunakan Go Car yg sudah di pesan menggunakan Aplikasi di HP orang lain," terangnya.

Lebih jauh lagi kata Piter, sekitar pukul 17.30 WiB pelaku tiba di rumah Ko Eeng dan bertemu Istri Ko Eeng.

Sementara Ko Eeng masih diluar. Sekitar pukul 18.30 wib Ko Eeng tiba di rumah dan pelaku menceritakan apa yg telah di lakukan terhadap korban dan ingin meminjam uang, lalu Ko Eeng mengantakan bahwa dia pun tidak memiliki uang. Kemudian Ko Eeng menyarankan pergi kerumah Pak Haji (temen kok Eeng) yang mana pelaku pun mengiyakan.

"Sekira pukul 21.00 WIB pelaku dan Ko Eeng pergi ke rumah Pak Haji. Setibanya di rumah pak Haji, Pelaku dan Ko Eeng menceritakan apa yg telah dilakukan pelaku. Terus Pak Haji membawa pelaku dan Ko Eeng ke Pesantren Leuweung Gede di daerah Tenjo," terangnya.

Setibanya di Pesantren, sekitar pukul 22.00 WIB, pelaku, Ko Eeng dan Pak Haji bertemu deng Kyai pimpinan Pondok Pesantren. Kemudian pelaku menceritakan apa yang telah di lakukan dan ingin bertobat serta ingin masuk Islam. Lalu Kyai meminta pelaku membacakan dua kalimat Syahadat. Setelah itu pelaku di suruh beristirahat di salah kamar di Pondok Pesantren tersebut.

"Pada Hari Senin tanggal 18 September 2017 sekitar pukul 22.30 wib Tim Gabungan Subdit Jatanras PMJ dan Sat Reskrim Polrestro Tangerang Kota melakukan penangkapan terhadap pelaku di Pondok Pesantren Leuweung Gede," pungkasnya.

Dari hasil penangkapan tersebut tim gabungan, 1 buah Pisau, 1 unit sepeda motor Honda Supra X warna merah hitam B 6610 VHW, 1 buah Jaket warna kuning, 1 buah HP merk Samsung warna hitam, 1 buah Kartu ATM BRI Syariah warna biru, 1 (satu) buah kartu BCA Flash warna Gold. (R/Ade)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Inilah Kronologis Pembunuhan Vera Yusita di Cipondoh Tangerang Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent