Latest News
Sabtu, 05 Agustus 2017

Warga Pakojan Tangerang akan Laporkan PT.TBG Terkait Tower BTS


Warga Kampung Kelapa RT 02/04, Kelurahan Pakojan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, yang berada disekitaran Tower BTS milik PT. Tower Bersama Global (TBG) kumpulkan photo copy Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Adapun maksud dan tujuan dari pengumpulan Photo Copy KTP yang dilakukan warga adalah sebagai bentuk penolakan berdirinya tiang Tower BTS yang berdiri di lahan milik Mas Sari juga untuk menuntut kejelasan hak mereka yang terkena langsung dampak radiasi magnetik dari Tower tersebut.

Salah satu warga sekitar yang dikuasakan saat disambangi SBNews.co.id Saifudin. R. mengatakan, ingin semuanya jelas dan pemilik lahan tidak menginginkan adanya Tower tersebut.

“pemilik tanah berhak nantinya kita akan tarik dan ukur gambar tanah itu untuk membuktikan tanah itu milik Pemda atau milik Mas Sari (Aben),” ucapnya, Jum’at (4/8/2017) malam.

Ia menjelaskan, pada tahun 2016 telah menghapus Perda untuk mendirikan BTS dan apakah sudah benar penanman BTS itu pada titik tersebut.

“Berarti pendirian Tower BTS tersebut tidak mengantongi izin dan kalau memang bicara sudah ada izin dari Pemda, itu Pemda yang mana,” terang pria yang akrab disapa Gujer.

Dirinya mengungkapkan, nama Bapak Aben sudah keluar dan sudah terbit dalam suarat izin yang pada saat itu diperlihatkan kepada pemilik tanah.

“Sedangkan pada kenyataannya Bapak Aben tidak tahu dan merasa tidak pernah menandatangai surat izin tersebut dan yang kedua kita membela hak warga yang berada disekitaran Tower,” paparnya.

Dikatakanya lagi, pihaknya telah melakukan koordinasi kepada pihak Kecamatan setempat, jika dalam jangka waktu 2 hari tidak ada etikat baik maka akan menempuh jalur hukum.

“Saya akan laporkan ke Kepolisian, ke Kejaksaan, karena Tower tersebut bukan milik Pemerintah dan si pemilik lahan juga nama dan tandatangannya telah dipalsukan,” jelasnya.

Seperti diketahui, Pemasangan panel instalasi listrik untuk Tower BTS milik PT. Tower Bersama Global (TBG) di Gang Makam, Kampung Kelapa RT 02/04, Kelurahan Pakojan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang dihentikan warga, Senin (31/7/2017) lalu.

Belakangan diketahui pemasangan panel listrik pada Tower BTS yang dihentikan warga tersebut karena diduga mencaplok lahan milik warga berinisial (MS) yang pihaknya belum pernah memberikan izin dan juga belum melakukan koordinasi kepada warga sekitar untuk pemasangan Tower BTS tersebut.

Anak bungsu pemilik tanah Arpudin mengatakan, pada saat dipertanyakan pembangunan tiang tersebut diperuntuhkan untuk pemasangan CCTV.

“Setelah sehabis lebaran tiang tersebut sudah berdiri karena pengerjaannya malam hari,” terangnya, Jum’at (4/8/2017) malam.

Dirinya juga menjelaskan, berkali-kali pihak pengelola dipertanyakan fungsi tiang tersebut selalu dikatakan oleh penagung jawab berinisial MH alias TB  berulang kali untuk CCTV dan proyek Pemda.

“Saya selaku pemilik tanah tidak pernah ditanyakan malah selalu kita terus yang bertanya kepada pihak pengelola,” paparnya.

Lebih jauh dirinya mengatakan, pada Senin lalu, pihaknya disodori uang sebesar Rp. 1.000.000, kemudian jika kabel istalasi listrik tersebut terpasang maka akan ditambah Rp. 1.000.000 untuk jangka 1 tahun kedepan.

“Sebelumnya saya pikir yang memberikan uang tersebut dari pihak pengelola, tapi setelah mendapat penjelasan dari seorang anggota kepolisian berinisial B, ternyata kedua orang tersebut juga dari anggota kepolisian Polres Tangerang Kota,” ungkapnya.

Sebelumya, Lurah Pakojan Nur Hidayat saat dikonfirmasi awak media mengatakan, dalam pembangunan Tower BTS tersebut pihaknya tidak tahu dan tidak ada koordinasi dari pihak PT bawa akan ada pembangunan Tower BTS.

“Pada saat itu sedang libur, ketika masuk saya langsung koordinasikan ke Camat meminta arahan dari beliau dan kata beliau disuruh membuat surat untuk ditindak lanjuti dari pihak Kecamatan,” ucapnya.

Dirinya juga menjelaskan, sebelumnya ada yang mengaku dari pihak kepolisian, trantib kecamatan dan RT/RW di lingkungan sekitar pernah ada yang datang ke Kantor untuk membicarakan masalah Tower tersebut.

“Saya terus terang bicara kepada mereka, kenapa dari awal tidak ada komunikasi kepada kita jika ingin membangun BTS agar nantinya kita juga bisa memberikan penjelasan kepada warga,” terangnya.

Sementara, di tempat terpisah Camat Pinang Agun DJ mengatakan, dengan adanya kekisruhan di masyarakat tentang adanya pembagunan Tower BTS, pihaknya akan berusaha menempuh jalan dengan cara mediasi.

“Sebenarnya saya telah memerintahkan untuk melakukan mediasi di Kelurahan, karena waktu hari minggu pihak PT sudah diberikan undangan dari Kelurahan tetapi tidak datang, maka nanti kita akan melakukan pemangilan ulang pihak PT, warga, RT dan RW untuk dilakukan mediasi di Kecamatan,” terang Camat.

Lanjut Camat, pada saat mediasi nanti pihaknya akan meminta kepada pengelola BTS untuk memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat.

“Nanti kita buka-bukaan, kalau memang ada izinya tunjukan izinya agar masyarakat bisa paham dan begitu juga bagi masyarakat tidak boleh protes kalau memang BTS itu sudah ada izinya,” ucap Camat.

Tersiar kabar kalau Tower tersebut untuk dipasang camera keamanan CCTV Ia menerangkan, sepengetahuan pihaknya Dinas Informatika dan Komunikasi (Infokom) Kota Tangerang belum memberikan edaran atau informasi tentang adanya hal itu.

“Sampai saat ini himbauan seperti itu belum pernah saya terima, saya berani meyakini sampai saat ini itu belum ada,” terang Camat.

Lebih jauh dirinya mengatakan, agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda-beda, untuk  sementara waktu pihaknya meminta kepada Lurah agar menghentikan kegiatan tersebut.

“Saya tidak ingin terjadi gejolak yang tidak diinginkan maka saya akan mengumpulkan pihak pengelola dan masyarakat untuk melakukan mediasi guna mencari titik temu,” harap Camat. (Saiful Bahri)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Item Reviewed: Warga Pakojan Tangerang akan Laporkan PT.TBG Terkait Tower BTS Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent