Latest News
Senin, 10 Juli 2017

Ketua DPP ARUN: KPK Jangan Mencari Pencitraan di Mata Publik

BeritaIndependent.Com |  Ketua DPP Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) dan Advokat Forum FPII, Doly sangadji menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kini tengah di uji ke profesionalnya dalam menangani berbagai kasus korupsi yang kian marak.

Menurut Doly dalam situasi negara saat ini lembaga-lembaga negara non struktural yang bergerak dalam penegakan hukum terutama pada persoalan tindak pidana Khusus korupsi butuh untuk dilakukan revitalisasi agar lebih terlihat tugas dan fungsi wewenangnya berjalan dengan baik dan menunjukan sikap kelembagaan yang profesional dan akountable, seperti halnya yang saat ini menerpa KPK yang merupakan lembaga ad hok dimana hiruk pikuk banyak di wacanakan agar lembaga ini bisa di bubarkan.

“KPK sebagai lembaga super body dan lembaga antirasuah cukup diberikan apresiasi yang baik selama ini atas kinerja-kinerja dalam penanganan pemberantasan korupsi di negeri ini,” katanya, saat ditemui di kantornya, hari ini.

Doly Menjelaskan namun pada proses berjalan KPK banyak menerima kritikan dari masyarakat akibat banyak sekali ditemukan kasus-kasus korupsi yang belum di tuntaskan dan belum di bereskan Sebut saja, Kasus-kasus seperti: BLBI, Century, Bustransjkt, Dana Ahok Center, mafia migas, Sumber Waras, Tanah Cengkareng, Taman BMW, Dana Ahok Center, Reklamasi dan Dana nya di pilgub, E-KTP, dan hal ini yang memicu sampai menuai banyak proyek dari masyarakat.

“Seharusnya KPK menjalani amanah Semangat pasal 3 undang-undang nomor 30 tahun 22 yang berbunyi ” Komisi Pemberantasan Korupsi adalah lembaga negara yang dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya bersifat independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan manapun,” jelasnya

Masih kata Doly, katakan bahwa dengan semangat pasal itu KPK seharusnya berdiri secara tegak dan tidak interpensi oleh pihak manapun sehingga taring kerja dari KPK menjadi lebih terpercaya oleh masyarakat Indonesia.

“Saat ini banyak isu yang berkembang bahwa KPK sudah di politisasi oleh pihak-pihak tertentu sehingga terlihat independent lagi, Maka wajar saja kalau banyak yang menyatakan KPK segera untuk di bubarkan saja dan isu ini banyak yang datang dari elit-elit politik saat ini,” imbuh Doly.

Melihat fakta tersebut, Doly berharap Kedepan KPK butuh merenovasi dan melakukan evaluasi yang banyak guna memperbaiki kinerja KPK yang berwibawa dimata hukum.

"Dengan demikian daya tarik KPK sebagai lembaga AdHok dipandang masih diperlukan, kalaupun tidak saya kira kapan saja untuk di bubarkan dan mengembalikan fungsi dan tugas pemberantasan tindak pidana korupsi pada lembaga inti negara misalnya kejaksaan agung dan kepolisian karena saat ini negara bisa menghemat APBN juga mendorong kinerja lembaga inti negara semakin efektif dan kuat," pungkasnya.

“Katakan salah satu buktinya yakni ketika KPK tidak mau melanjutkan kasus dugaan korupsi Rumah Sakit Sumber Waras yang diduga melibatkan Basuki T. Purnama. Di lain pihak, KPK malah menuduh Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menerima dana korupsi pengadaan alat kesehatan yang kasusnya terjadi beberapa tahun silam. Padahal hanya fiksi dan itu sudah dibantah oleh hakim.

"cara kerja KPK seperti ini yang menurunkan wibawa dan Marwah lembagan anti rasuah ini dan semakin tidak dipercaya dan KPK juga gagal mencapai outcome. Hanya (mencari,Red) pencitraan di publik. Itupun kasus-kasus ikan kecil bukan kasus kelas kakap,” ungkapnya. (SBN/Hadi)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Item Reviewed: Ketua DPP ARUN: KPK Jangan Mencari Pencitraan di Mata Publik Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent