Latest News
Kamis, 01 Juni 2017

Pengacara Tuding Megawati sebagai Aktor di Balik Kasus Habib Rizieq

BeritaIndependent.Com | Kasus penodaan Pancasila dan pornografi yang menjerat Habib Rizieq Shihab dituding karena faktor marahnya Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri yang kesal lantaran Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kalah di Pilkada DKI.

Menurut pengacara Rizieq, Sugito Atmo Prawiro, ada balas dendam politik dengan mengerahkan seluruh polisi di Indonesia untuk memproses hukum Imam Besar FPI itu.

“Ini kenapa dipercepat? Karena ini dipakai untuk menghantam Rizieq lantaran Ahok kalah, sehingga Jokowi, Megawati dan PDIP marah,” kata Sugito di Jakarta, Kamis (1/6/2017).

Sugito menduga, Mabes Polri disetir untuk mengerahkan Polda-Polda untuk ‘menghabisi’ Rizieq.

Baca Juga: Presidium Alumni 212 Serukan Umat Islam Kibarkan Bendera Setengah Tiang

“Saya gak tau kenapa Pak Tito seperti itu. Sepertinya, semua sumber daya kepolisian dipakai untuk mengerahkan kasus itu,” tuturnya.

Sugito sendiri menyebut, persidangan kasus penodaan Pancasila yang akan berlangsung di Pengadilan Negeri Bandung juga tak akan merepotkan bagi kliennya, meski juga terkena kasus hukum di Polda Metro Jaya.

“Sidang di Jabar itu urusan kecil itu. Habib gak takut. Ancaman hukumannya juga dibawah empat tahun,” pungkas Sugito.

Editor: H. Dicky Aditya
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Item Reviewed: Pengacara Tuding Megawati sebagai Aktor di Balik Kasus Habib Rizieq Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent