Latest News
Minggu, 21 Mei 2017

Siapakah Penyebar Sebenarnya CHAT Firza Husein? Simak, Analisa Digital Forensik Ini


Sebelum nanti ada yg bilang saya asbun/omdo/sok tau, saya tulis dulu profil saya.
---------------------------------------------------------------------------
#Jurusan S2 saya adalah Digital Forensik, dan saya memiliki sertifikasi internasional dibidang digital forensik dan lainnya.

#Jurusan kami dibawah bimbingan ahli digital forensik mabes polri, yaitu bapak yg sering jadi saksi ahli pada kasus2 besar di tanah air.

#Saya memiliki pengalaman pd bbrp kasus, membantu bbrp rekan utk mencari/menemukan bukti2 digital terkait UU ITE pada tingkat penegak hukum pusat dmn pd saat itu pihak penegak hukum sudah tdk melanjutkan kasus krn tdk bs menemukan barang bukti, lalu saya bantu akhirnya kasus diangkat kembali.

#Pd beberapa ksmpatan kami pernah diceritakan oleh bapak diatas ttg kasus yg menyeret artis2 indonesia bbrp tahun silam yg jg mirip dgn kasus ini, yg nanti akan saya bandingkan.

Skip....
---------------------------------------------------------------------------
Fakta - fakta :
Berikut saya paparkan urutan kejadiannya:
--------------------------------------------------------------------------
2 Des 2016 : FZ ditahan.
29 Jan 2017 : Muncul web berisi chat FZ dan HRZ.
16 Mei 2017 : FZ naik status jd tersangka.
--------------------------------------------------------------------------
Undang-Undang yg bisa diangkat pada kasus ini :
-------------------------------------------------------------------------
Pidana, Undang-Undang No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, yaitu "menyuruh seseorang untuk menjadi model" pasal 8,"Disuruh" Pasal 4 dan 6.
UU ITE, Undang-undang no 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yaitu terkait "Mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. ", Pasal 27 ayat (1).

-------------------------------------------------------------------------
Aturan tentang penggunaan bukti digital :
-------------------------------------------------------------------------
#Syarat agar suatu alat dpt dijadikan alat bukti digital adalah alat2 bukti digital harus memenuhi unsur keterpercayaan, yaitu pada setiap file tdk boleh ada satupun yg "modified date" nya diatas tanggal ketika alat tersebut ditahan oleh petugas.

#Misal Hp FZ ditahan pada 2 Des 2016 jam 16.00, maka jika ada satu saja file pada HP nya yang "Modified date" nya diatas tanggal 2 des 2016 pukul 16.00, maka HP tersebut tdk bisa dijadikan alat bukti krn sudah terkena "data tampering"/pemodifikasian.

#Bukti2 digital adalah alat yg sangat fragile/rapuh/mudah termodifikasi, maka harus mengikuti prosedur khusus mulai dari pengangkutan alat bukti, penyimpanan, pengambilan alat bukti , peng ekstrakan alat bukti, pembuktian alat bukti dst.

Jika perlakuan alat2 bukti dilakukan dgn cara biasa umumnya petugas pd kasus pidana maka alat bukti tersebut tidak sah digunakan pd persidangan.
-----------------------------------------------------------------------
Fakta-fakta tentang dunia IT :
-----------------------------------------------------------------------
#1. Sangat mudah bagi kami org2 IT utk membuat chat WA palsu, semudah mahasiswa kami mengerjakan perkalian 4 digit.
#2. Agak sulit utk membuat audio palsu dengan suara identik meskipun bisa tetapi diperlukan waktu.
#3. Relatif Mudah bagi kami utk mengecek apakah suatu foto asli/modifikasi.
#4. Chat WA antar seseorang, adalah ranah privat tdk bsa dikenakan hukum kecuali ada aduan, sama seperti kita ngobrol, jika ada yg merekam maka baru bisa masuk pasal penyadapan, jika disebarkan masuk UU ITE (bagi yg menyebarkan).

-----------------------------------------------------------------------
Analisa-analisa :
-----------------------------------------------------------------------
#1, Pada Kasus ARL dan LM,CT digunakan UU ITE, yg menjadi tersangka dan dihukum adalah pembuat/penyebar yaitu ARL dan RD sedangkan LM,CT bebas karena secara logika ARL dan RD ada andil pada terbitnya barang tersebut sedangkan CT, LM tidak.

#2, Pada Kasus FZ, posisi FZ mirip posisi LM/CT, yaitu sebagai korban/bukan penyebar, maka kmungkinan FZ jg tdk akan dihukum meskipun sudah tersangka persis sperti LM/CT.

#3, Utk FZ, CT, LM lebih pas jika menggunakan perdata/ delik aduan, br bs diproses/dihukum stelah ada yg mengadu.

#4, Pada kasus FZ ini, yg mungkin bs dihukum adalah penyebar/pembuat yaitu : pembuat website/chat.

#5, Foto2 pribadi di HP adalah private tdk ada hukumnya, sama sperti anda tdk dihukum krn tdk memakai baju ketika mandi. karena ini masuk ranah pribadi. Baru ada hukum ketika disebarkan.

----------------------------------------------------------------------
Kesimpulan :
----------------------------------------------------------------------
#1, Kasus chat FZ ini kemungkinan adalah gabungan antara foto pribadi yg sifatnya private(foto2 pribadi yg sulit utk ditemukan hukumnya), digabungkan dengan chat yang bisa dibilang meragukan keasliannya.

#2, Melihat timeline kejadian, website muncul satu bulan setelah FZ dan HP tersangka ditahan, maka jika diberitakan anonymouse lah yg membuat web/menyebarkan chat adalah impossible, karena posisi barang bukti msh dipegang petugas.

#3, Ketika HP tersangka berada pada petugas, maka HP tidak boleh dinyalakan jaringannya karena jika dinyalakan akan merusak keaslian barang bukti / berubah "modified date" nya / tidak layak dijadikan barang bukti lagi.

Jadi urutannya : HP disita dgn prosedur khusus - ditaruh di tempat khusus penghilang jaringan - dilakukan bitstream copy / memorinya dikopi / - selanjutnya yg diutak atik petugas adalah kopian sedangkan hp asli disterilkan sampai proses persidangan membutuhkannya.

#4, Berdasakan pd nomer 3, maka tdk mungkin anonymouse melakukan hacking ke HP yg dalam kondisi mati / dibawa petugas.

#5, Kemungkinan HRZ dalam hal ini adalah pihak yg tdk ada hubungan sama sekali dengan kasus FZ karena chatnya kemungkinan menurut saya palsu.

#6, Membandingkan dengan kasus ARL,CT, LM maka pada kasus FZ, FZ menurut tebakan saya mungkin tdk akan dihukum, HRZ mungkin menurut tebakan saya juga tdk akan dihukum.

#7, Satu2nya pihak yg kmungkinan mnurut saya akan dihukum adalah penyebar dengan pasal UU ITE pasal 27 (1) yaitu si pembuat website dan penyebar foto/chat sekaligus pasal fitnah/perbuatan tdk menyenangkan dan pelanggaran HAM menyebarkan alat bukti diluar persidangan.

#8 Asli tidaknya foto FZ tdk ada hubungan sama sekali dgn chat.

#9, Akan sangat berbahaya bagi petugas utk melanjutkan kasus ini, karena ujung2nya bisa bumerang, masih ingat kan rentang waktu antara website/chat muncul dan penahanan tersangka? pada waktu website muncul posisi barang bukti masih ada pada petugas.
(Igun, 2017)

Jadi siapakah penyebar sebenarnya?

-------------BAHAN BACAAN----------------------
https://inet.detik.com/…/menkominfo-bicara-uu-ite-dan-situs….
http://m.viva.co.id/…/878003-menguak-pemilik-domain-baladac….
https://news.detik.com/…/polisi-akan-bongkar-hp-firza-husei….
https://news.detik.com/…/kata-saksi-ahli-soal-unsur-pidana-….
https://news.detik.com/…/polisi-tetapkan-firza-husein-tersa….
UU ITE no 11 tahun 2008.
UU No 44 Tahun 2008.

Sumber :
https://m.facebook.com/story.php…

Sebarkan... Kebenaran harus menang...

sumber FB


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Item Reviewed: Siapakah Penyebar Sebenarnya CHAT Firza Husein? Simak, Analisa Digital Forensik Ini Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent