728x90 AdSpace

Latest News
Sunday, April 16, 2017

Tamasya Almaidah Jadi Digelar, ICMI: Ajakan Memilih Pemimpin Sesuai Keyakinan Bukan SARA

BeritaIndependent.Com | Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Anton Tabah Digdoyo mengatakan ajakan untuk memilih pemimpin sesuai keyakinan agama bukan merupakan tindakan radikal dan SARA.

Demikian hal tersebut diutarakan Anton Tabah Digdoyo menanggapi pergerakan di masyarakat yang bakal menggelar Tamasya Almaidah terkait Pilkda DKI Jakarta pada 19 April mendatang.

Anton menyebut bahwa ajakan memilih pemimpin muslim merupakan bagian dari perintah Tuhan yang tertuang dalam kitab suci Al Quran.

"Itu bukan SARA, bukan radikal bahkan itu merupakan pelaksanaan dari Pancasila sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa dan ditegaskan di UUD 1945 pasal 29 (1) 'NKRI Berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa," katanya, seperti dikutip dari RMOL, Minggu (16/4).

Dijelaskan Anton bahwa Al Quran merupakan kitab suci agama samawi terakhir yang ajarannya sangat komplit dan detail.

"Jangankan masalah kepemimpinan, masalah pipis, BAB, bersin, cara makan minum, halal haram, cara nyembelih hewan ternak pun ada dalam Kitab umat Islam tersebut," jelas Wakil Ketua Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Atas alasan itu, Anton menilai bahwa Polri tidak bisa menindak pemuka agama yang tengah menyampaikan ajaran agama untuk tidak memilih pemimpin di luar agamanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Tamasya Al Maidah Ustaz Ansufri ID Sambo mengatakan kegiatan ini jadi digelar untuk mengawal semua tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh DKI Jakarta.

"Kita harapkan umat Islam untuk ke seluruh TPS di Jakarta yang jumlahnya 13 ribu. Di sana kita mengawal, memantau supaya pelaksanaan pilkada berjalan adil, jujur, dan demokratis," kata Ansufri di Masjid Raya Al-Ittihaad, Jl Tebet Mas Indah I, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (14/4/2017).

Sebelumnya, Gema Jakarta, pihak yang menggagas pertama kali gerakan Tamasya Al Maidah, sudah membatalkan rencana aksi tersebut. Adapun Ansufri dan kawan-kawan yang 'menghidupkan kembali ' Tamasya Al Maidah ini bukan dari Gema Jakarta.

Dia mengatakan pengawalan ini dibuat dalam konsep kumpul-kumpul untuk rekreasi dan silaturahmi.

Menurutnya, kegiatan yang akan dilaksanakan pada 19 April itu akan dilaksanakan dalam bentuk yang menyenangkan. (Umi Khalsum)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Tamasya Almaidah Jadi Digelar, ICMI: Ajakan Memilih Pemimpin Sesuai Keyakinan Bukan SARA Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent