Latest News
Minggu, 16 April 2017

SLG Ponorogo Datangkan Sujiwo Tejo

BeritaIndependent.Com | Ratusan orang berbondong-bondong untuk mengikuti Sekolah Literasi Gratis yang diselenggarakan oleh STKIP PGRI Ponorogo, yang terletak di jalan Ukel No.39 Ponorogo,  kemarin pagi (9/4). Acara yang diselenggarakan setiap hari minggu ini merupakan salah satu wujud kepedulian STKIP PGRI Ponorogo terhadap rendahnya budaya literasi khususnya di daerah Ponorogo.

Minggu ini, ada yang beda dari SLG. Jumlah pesertanya lebih banyak. Jika biasanya kurang lebih 150 orang, kemarin ada 500 orang lebih. Graha Saraswati yang biasanya jadi tempat acara, minggu kemarin tidak mampu menampung semua peserta. Sehingga panitia harus menyiapkan tempat lain di luar ruangan yang sudah disiapkan jauh hari.

Tidak hanya tempat dan jumlah peserta yang tampil beda. Pematerinya pun juga berbeda dari biasanya. Minggu ini SLG bekerja sama dengan penerbit Bentang Pustaka, menghadirkan Agus Hadi Sujiwo atau lebih dikenal dengan Sujiwo Tejo. Ia adalah penulis, dalang, budayawan, seniman, dan juga pencipta lagu.

Acara yang dimulai pukul 09.00 itu, diawali dengan penampilan treatikal drama tentang kegelisahan Kumbakarna atas tindakan ibudanya yang memerintahkan adiknya, Wibisana untuk menyeberang membela Sri Rama. Drama treatikal itu dimainkan oleh Mahasiswa STKIP PGRI Ponorogo, kemudian dilanjutkan dengan bedah buku Serat Tripama Seruling Jiwa karya Sujiwo Tejo dan diakhiri dengan sesi tanya jawab.

SLG yang bertema “Dialog Budaya dan Musikalisasi Serat Tripama Seruling Jiwa” berlangsung dengan meriah. Para peserta pun sangat antusias mendengarkan apa yang dipaparkan oleh Sujiwo Tejo. Sesekali mereka tertawa terbahak-bahak ketika Sujiwo Tejo melontarkan guyonan yang menjadi ciri khasnya.

Selain membedah buku Serat Tripama Seruling Jiwa, peserta juga berdialog langsung dengan penulisnya tersebut. Dengan dipandu moderator, para peserta mulai bertanya tentang hal yang berkaitan denga isi buku, mulai dari soal percintaan, budaya, dan sosial. Bahkan ada yang terkesan curhat.

“Buku Serat Tripama Seruling Jiwa, merupakan buku yang menceritakan kisah cinta yang ide ceritanya diambil dari kisah wayang. Lalu adakah kisah dalam pewayangan yang kisahnya tentang cinta yang tidak direstui oleh orang tua?” tanya Rifa’i, salah satu peserta SLG dari Ponorogo.

Sujiwo Tejo tetap menjawabnya dengan santai, tetapi mampu membuat para peserta tertawa.

“Kisah cinta yang tidak direstui oleh orang tua belum ada dalam cerita pewayangan mas. Adanya kisah cinta yang tidak direstui oleh dewa. Ada pepatah menarik untuk menjawab pertanyaan mas Rifai’i. Tidak apa-apa aku tidak menikahimu. Karena menikah soal nasib, tetapi mencintai soal martabat,” tutur Sujiwo Tejo dengan santai.

Disela-sela acara, Sujiwo Tejo dengan diiringi tim paduan suara STKIP PGRI Ponorogo, juga menyanyikan lagu berjudul Ingsun, yang merupakan karyanya sendiri. Liriknya mengandung makna mendalam, peserta pun mulai hanyut dan ikut bernyanyi.

Acara pun berakhir pukul 12.00. sebagai penutup, Sujiwo Tejo menyanyikan satu lagu dengan judul Titi Kala Mangsa. Sama halnya dengan lagu Ingsun, Titi Kala Mangsa merupakan lagu ciptaannya sendiri. Lagu ini isinya tentang momentum ajal seseorang.

Usai bernyanyi bersama dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Semua orang yang hadir di SLG minggu kemarin terlihat sangat bahagia. Para peserta pun merasa bangga bisa melihat penampilan Sujiwo Tejo secara langsung dan tanpa mengelurkan biaya sedikit pun.

“Saya merasa bangga bisa menghadiri acara SLG minggu ini. Ini merupakan kesempatan langka. Semoga untuk ke depannya SLG bisa menghadirkan pemateri yang tidak kalah hebatnya dengan Sujiwo Tejo,” kata Fatimatul Asroriah, salah satu peserta SLG STKIP PGRI Ponorogo. (Sri)

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Item Reviewed: SLG Ponorogo Datangkan Sujiwo Tejo Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent