Latest News
Sabtu, 15 April 2017

Cegah Kemarahan Publik, DPR Desak Polisi Tindak Penghina Gubernur NTB

BeritaIndependent.Com | Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta polisi cepat menindak Steve Hadisurya Sulistyo karena telah menghina Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Muhammad Zainul Majdi dan istri Hj Erica saat antri untuk check in di counter Batik Air, Bandara Changi pada 9 April sekitar pukul 14.30 Waktu Singapore.

Menurut Fahri, polisi bisa langsung bertindak, dan tindakan polisi dinilai diperlukan, sebelum publik bereaksi berlebihan atas peristiwa tersebut.

“Penghinaan etnis kepada seseorang dapat dijerat dengan pasal penghinaan. Hal itu sesuai KUHP pasal 315,” kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dalam pesan singkatnya, Jumat (14/4).

Setelah diundangkannya UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan diskriminasi Ras dan Etnis, maka penghinaan etnis bukan delik aduan.

Dia menambahkan, Gubernur NTB memang telah memaafkan pelaku dan pelaku telah meminta maaf.

“Tetapi karena ada UU Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, maka tindakan itu tidak bisa dihentikan hanya dengan permintaan maaf. Tindakan oknum penumpang yang menghina Gubernur NTB dengan kata-kata yang sangat tidak pantas itu, tidak saja menyinggung individu gubernur tetapi semua warga negara yang merasa memiliki identitas yang sama,” tandasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, polisi tidak boleh menunggu. Sebab, penghinaan dan diskriminasi ini dirasakan oleh banyak orang. “Jadi, kasus tersebut bukan detik aduan. Polisi bisa langsung bertindak agar publik mengetahui adanya penegakan hukum terhadap pelaku,” tandasnya.

Sebagaimana diberitakan, Gubernur Zainul Majdi mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari seorang calon penumpang asal Indonesia saat berada di Bandara Changi, Singapura dengan hinaan rasial.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (9/4) lalu sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Saat itu, gubernur NTB yang biasa disapa Tuan Guru Bajang (TGB) dan istrinya tengah antre di counter Batik Air yang ada di Bandara Changi. TGB hendak bertolak menuju Jakarta.

Tiba-tiba dari arah belakang, muncul seseorang yang kemudian melontarkan protes karena merasa antre lebih dulu. Si pria menduga TGB langsung masuk ke antrean. Padahal TGB hanya sejenak meninggalkan antrean untuk bertanya kepada petugas.

Dia meninggalkan sang istri untuk tetap berada dalam baris antrean. Persoalan ini cuma dipicu salah paham.

Persoalan antrean ini kemudian membuat si pria menyampaikan kata-kata hinaan yang sangat kasar kepada TGB “Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar Pribumi, Tiko”. Yang mengejutkan adalah arti kata “Tiko”. Ternyata itu singkatan dari “tikus kotor” bahkan bisa memiliki arti “ti= babi” dan “ko= anjing.”

Karena kata-kata makian tersebut teramat kasar, TGB lantas mengadukan persoalan tersebut ke petugas Bandara Soekarno-Hatta, setiba dia di Jakarta.

Akhirnya pelaku Steven Hadisurya Sulistyo yang beretnis China dan beragama Katholik asal Jakarta ini membuat surat pernyataan permohonan maaf di atas kertas bermaterai.


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Item Reviewed: Cegah Kemarahan Publik, DPR Desak Polisi Tindak Penghina Gubernur NTB Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent