Latest News
Senin, 06 Maret 2017

Kesaksian Aktivis HAM dalam Rapat Pleno KPU: Saya Sangat Shock Menyaksikan Seorang Pemimpin Marah-marah Depan Publik


BeritaIndependent.Com | Buntut aksi WO pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Ahok-Djarot pada acara rapat pleno di Hotel Borobudur saat ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Pro kontra pun tak terhindarkan. Bahkan seorang netizen menyebutkan aksi Ahok Cs itu
Mirip judul sinetron di TV "Paslon Yang Tertukar Kamar".

Guna mendapat gambaran yang lebih tentang apa yang terjadi sebenarnya, berikut testimoni Edriana Noerdin‎, Aktivis HAM yang malam itu hadir dalam acara rapat Pleno KPUD DKI Jakarta di Hotel Borobudur, Jakarta.

Baca Juga: Aksi Ahok-Djarot Walk Out Acara KPU, Ahok: Kita Kasih Pelajaran Buat KPU
Tadi malam saya menghadiri rapat Pleno KPUD DKI Jakarta tentang penetapan hasil pilkada DKI putaran 1 dan penetapan Paslon yang akan maju pada putaran kedua di Hotel Borobudur, Jakarta.

Ruangan yang digunakan rapat pleno terbuka tersebut sangat besar. Dihiasi secara meriah dengan dua (2) screen raksasa kiri kanan, dipenuhi oleh wartawan dan kamera TV, dan di luar banyak sekali staff KPUD sebagai penerima tamu.

Sebelum acara dimulai saya menunggu di Coffee Shop dekat Flores room. Mas Anies dan Bang Sandi sudah berada diruang VIP sejak pukul 19.20 WIB karena dalam undangan acara tersebut dimulai jam 19.30 WIB.

Sekitar jam 19.50 WIB rombongan Pak Ahok, yang cukup banyak orangnya, melintas didepan coffee shop menuju ruangan Flores room.

Kemudian saya berjalan pelan-pelan di belakang rombongan tersebut. Begitu rombongan pak Ahok masuk ruangan saya menuju meja penerima tamu untuk mengisi buku tamu. Sambil bertanya pada penerima tamu kenapa acara baru dimulai. Mereka mengatakan karena menunggu pak Ahok yang baru datang.

Sekitar pukul 19.55 WIB, ketika masuk ruangan saya berpapasan dengan Pak Ahok yang sedang Marah marah. Pak Ahok mengeluarkan kata-kata penuh kemarahan antara lain yang jelas saya dengar yaitu "saya mau di diskualifikasi juga ga takut", dan banyak lagi umpatan kata-kata lainnya.

Suasananya sangat tegang karena Pak Ahok keluar ruangan dengan penuh kemarahan, sambil tergesa-gesa serta suasana sangat kacau berhubung banyak sekali wartawan yang mengikutinya. Mungkinkah ini memang cara pak Ahok untuk mendapatkan perhatian wartawan? Wallahualam.

Saya melihat pak Djarot justru sedang senyum-senyum. Sedang anggota rombongan lainnya hanya mengikuti di belakang beliau dengan raut muka bingung.

Kemudian rombongan tersebut keluar dan naik keruangan di lantai dua, namun ada beberapa anggota rombongannya yang tetap berada dibawah walau teman-temannya meneriaki agar naik dan kumpul di lantai dua.

Saya bertanya-tanya kenapa pak Ahok sudah menyiapkan ruangan di lantai dua? Ruangan apakah itu?

Kemudian saya ke arah depan untuk menghampiri serta menyalami Mas Anies dan Bang Sandi. Waktu itu jam menunjukkan sekitar pukul 19.55 WIB. Lalu saya bertanya kepada Mas Anies dan Bang Sandi kenapa Pak Ahok keluar sembari ngamuk marah-marah? Mas Anies dan Bang Sandi mengatakan tidak tahu dan juga terlihat bingung. Begitu pun tamu-tamu yang duduk di bangku paling depan tersebut juga mengatakan pak Ahok masuk dan tiba tiba keluar dengan rombongannya sambil marah-marah.

Waktu menunjukkan sekitar pukul 20.07 WIB, setelah semua kehebohan tersebut berlalu, acara dimulai dengan dibuka oleh tarian Bekasi. Lalu disusul dengan pembacaan doa dan kemudian pidato penetapan hasil pilkada putaran pertama (1) dan pengumuman Paslon yang masuk pada putaran kedua (2).

Acara tetap berjalan sesuai dengan susunan acara yg sudah ditetapkan dalam Undangan.

Saya sangat shock menyaksikan seorang pemimpin yang bisa begitu tiba-tiba meletup-letup kemarahannya didepan publik hanya karena kesalahpahamannya sendiri. Bila ada berita pembenaran atas sikap pak Ahok di media saya rasa itu upaya "damage control" saja karena saya menyaksikan sendiri luapan kemarahan beliau. 

Pelajaran yang saya ambil dari kejadian tersebut adalah: kalau kita hidup bermasyarakat maka kita harus punya tata krama, tepo seliri dan sopan santun agar kita bisa menahan emosi dan tidak merasa selalu paling benar serta kurang sensitif pada situasi di sekeliling kita.

Semoga kita semua terhindar dari hal-hal yang buruk dikemudian hari Amiin Yarobbalalamiin.
Editor: Umi Khalsum
Sumber: TS




  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Item Reviewed: Kesaksian Aktivis HAM dalam Rapat Pleno KPU: Saya Sangat Shock Menyaksikan Seorang Pemimpin Marah-marah Depan Publik Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent