Latest News
Kamis, 23 Februari 2017

PKS: Diskriminasi Penegakan Hukum Terhadap Ahok, Berpotensi Memecah Belah Kesatuan Bangsa

BeritaIndependent.Com | Meskipun telah menyandang status sebagai terdakwa dalam kasus penistaan agama, namun Kemendagri tetap tidak memberhentikan sementara Ahok dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Hal ini memunculkan reaksi keras terutama dalam kelompok umat islam karena dianggap adanya diskriminasi terhadap penegakan hukum.

Menyikapi hal tersebut, Anggota Komisi II dari F-PKS, Sutriyono berpendapat masalah pemberhentian Ahok berpotensi memecah belah kesatuan bangsa.

"Kami dari F-PKS tadi sudah menyampaikan bukan hanya masalah 5 tahun (vonis) itu. Tapi kami memandang ada potensi memecah belah kesatuan bangsa.  Misalnya setelah serah terima kemudian dia buat pernyataan bahwa memilih pemimpin berdasarkan agama itu inkonstitusional," ungkap Sutriyono usai menggelar raker bersama Kemendagri, Rabu (22/2).

Namun Sutriyono menyayangkan bahwa Mendagri tetap mengabaikan tuntutan massa mengenai pemberhentian Ahok karena tetap berpedoman pada putusan vonis sidang yang harus di atas lima tahun.

"Namun tadi Mendagri tetap bersikap untuk menunggu hasil putusan pengadilan karena pedomannya vonis lima tahun itu. Ya kita lihat nanti masa persidangannya sampai berapa lama," tutupnya.

(Dakta)

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Item Reviewed: PKS: Diskriminasi Penegakan Hukum Terhadap Ahok, Berpotensi Memecah Belah Kesatuan Bangsa Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent