Latest News
Senin, 12 Desember 2016

Sekolah Literasi Ponorogo Siap Mewadahi Generasi Literasi

BeritaIndependent.Com | Sekolah Literasi di kota Ponorogo, mendapatkan dukungan penuh dari berbagai kalangan masyarakat diberbagai kota. Baik pelajar, guru, dosen, dan umum. Sekolah literasi yang digelar sejak bulan September itu, mewadahi masyarakat kota Reog yang memiliki kesadaran hidup berliterasi.

Seperti visi-misi sekolah literasi yang diutarakan Sutejo, Ketua Adat Sekolah Literasi gratis (SLG), kesadaran literasi haruslah mulai ditegakkan. Semua masyarakat harus memiliki jiwa berliterasi. Istilah literasi tidak hanya berhenti dibaca-tulis. Terlebihnya, literasi merupakan ruang hidup yang akan mengubah karakter seseorang.

Dalam upaya penyadaran tersebut, Minggu (11/12) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Ponorogo, mendatangkan seorang penyair dari Negeri Patani Thailand, Muhammad Rasul bin Kosim dan penulis buku Islami, M Husnaini.

Di depan 100 peserta SLG, Muhammad Rasul bin Kosim mengungkapkan antusias peserta luar biasa. Mereka datang dan mengikuti acara dengan semangat dan ceria. Jadi tidak heran, branding kampus literasi ini tepat untuk mewadahi mereka yang memiliki kesadaran berliterasi.

“Subhanallah, saya tidak salah bisa berdiri di depan peserta sekolah literasi gratis. Saya yakin tidak lama lagi, Indonesia akan ramai dengan bibit penulis yang hebat,” tutur pemateri yang biasa disapa Mahroso itu.

Pujian demi pujian terlontar begitu hangat saat ia memberikan materi. Terlepas itu, penulis buku Orang Indonesia Kok dilawan, M Husnaini, juga mengungkapkan di zaman sekarang untuk menjadi orang besar tidak amatlah sulit. Menulis hingga berkarya adalah cara menjadikan orang besar dan terkenal.

Menurutnya, menjadi orang besar tidak harus pergi jauh-jauh ke kota besar. Di kota kecil pun, juga dapat menjadikan orang besar. Di mana pun kita berada bukan tempat yang menjadi jaminan kesuksesan, tetapi bagaimana seseorang mau berhasil, yang dibutuhkan adalah niat dan kerja keras dalam diri untuk pribadi dan bangsa.

“Ingat, setidakselamanya tempat yang besar dapat menjadikan kalian besar pula. Kalau kalian ingin besar, cobalah meniru Sutejo. Buktinya ia mampu menjadi orang besar meskipun di lingkungan yang kecil, seperti Ponorogo,” canda penulis kolom hikmah koran Republika itu.

Nanik, salah satu peserta SLG dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mengungkapkan, ia telah mendapatkan ilmu yang sangat mahal di sekolah literasi gratis ini. semua ilmu memang mahal, tapi kali ini ia mendapatkan ilmu yang belum ia dapatkan sebelum-sebelumnya.

“Sebelumnya saya sering mengikuti seminar-seminar terkait literasi. Tetapi, di sini saya merasa ada getaran baru setelah mengikuti acara di kampus literasi Ponorogo. Insya allah minggu depan saya akan datang lagi untuk mendapatkan kembali ilmu yang tak terkira itu,” ungkapnya saat diwawancarai.

Kembali mengingatkan, sekolah literasi memang tidak sekadar gerakan yang biasa. Mengingat tujuan untuk memotivasi dan menyadarkan masyarakat untuk berliterasi, jadi tidak tanggung-tanggung pihak penyelenggara siap menghadirkan para pakar literasi yang handal dalam bidangnya masing-masing, dengan beragam ciri khas.

Seperti, pemateri yang akan datang minggu depan, yaitu Eni Kusuma, mantan TKW dan penulis buku Anda Luar Biasa dan Tjahjono Widijanto, penyair dan kandidat Doktor Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Keduanya, akan siap membagikan ilmu untuk generasi penulis yang hebat, sehingga nantinya akan muncul generasi baru untuk peradaban baru.

Di belakang acara, tak lupa Sri Wahyuni, panitia Sekolah Literasi Gratis berharap semoga keseruan dan keramaian sekolah literasi akan berlanjut hingga tahun depan, Agustus 2017. Semoga pesertanya juga semakin tambah dan memenuhi ruang Graha Saraswati STKIP PGRI Ponorogo. (Suci Ayu Latifah)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Item Reviewed: Sekolah Literasi Ponorogo Siap Mewadahi Generasi Literasi Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent