Latest News
Sabtu, 17 Desember 2016

Pemerintah Wajib Melindungi Karyawan Muslim yang Tak Gunakan Atribut Natal

BeritaIndependent.Com | Pemerintah wajib melindungi karyawan agama Islam dengan tidak menggunakan atribut non-Muslim.

Demikian hal tersebut diusampaikan Ketua Fatwa MUI Kabupaten Lebak KH Baijuri di Lebak, Jumat kemarin.

"Kami berharap toleransi antaragama dengan saling menghormati dan menghargai tanpa menodai keyakinan yang dianut masyarakat.
Kami minta umat Islam jangan dipaksakan menggunakan atribut non-Muslim," katanya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak melarang umat Islam menggunakan atribut non-Muslim karena hukumnya haram, berdasarkan fatwa 56 tahun 2016.

Pelarangan umat Islam menggunakan atribut non-Muslim pada peringatan hari besar agama non-Islam digolongkan haram. Namun, pihaknya tetap mengimbau umat Islam menjaga kerukunan dan keharmonisan beragama tanpa menodai ajaran agama apapun.

Disamping itu juga tidak mencampuradukkan akidah dan ibadah Islam dengan keyakinan agama lain. Umat Islam menghormati perbedaan keyakinan dan kepercayaan masing-masing agama di masyarakat dengan kedamaian.

Begitu juga pimpinan perusahaan memberikan jaminan pada umat Islam dengan tidak menggunakan atribut keagamaan non-Muslim kepada karyawan Muslim.

"Kami saling toleransi dan menghargai di tengah keyakinan tanpa menodai agama apapun," ujarnya.

Menurut dia, peringatan hari keagamaan non-Muslim terdapat usaha seperti hotel, supermarket, department store, restoran dan lainnya tidak memaksakan karyawan beragama Islam untuk menggunakan atribut keagamaan non-Muslim.

Lebih lanjut Dia mengatakan, jenis atribut non-muslim yang diharamkan fatwa MUI itu antara lain umat Islam melakukan penataan pohon cemara Natal, menggunakan pakaian sinterklas, memberikan dan/atau memperjualbelikan atribut keagamaan non-Muslim.

Namun, pihaknya terus mengoptimalkan pertemuan dengan para tokoh agama dan masyarakat untuk menjalin toleransi serta harmonisasi antarumat beragama. Sebab agama yang ada di Kabupaten Lebak, yakni agama Islam, Kristen, Budha dan Khonghucu.

"Dengan pertemuan bersama tokoh agama itu diharapkan umat Islam tidak dipaksakan menggunakan atribut non-Muslim," katanya.

Sekertaris Umum Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lebak, KH Akhamd Khudori mengatakan selama ini kerukunan antarumat beragama sangat kondusif dan aman. Bahkan, umat Kristiani merayakan hari Natal bejalan tertib,damai dan aman.

"Kami sangat mencintai kedamaian dan menjamin tidak ada kekerasan antaragama," jelasnya

Sumber : Antara
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Item Reviewed: Pemerintah Wajib Melindungi Karyawan Muslim yang Tak Gunakan Atribut Natal Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent