728x90 AdSpace

Latest News
Thursday, October 26, 2017

Pemprov DKI akan Bayar Ganti Rugi Rp1,7 Triliun Warga Bukit Duri


BeritaIndependent.Com |
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan menerima keputusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat yang memenangkan gugatan warga Bukit Duri atas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan tidak akan banding.

Seperti diwartakan sebelumnya, gugatan class action yang diajukan korban penggusuran warga Bukit Duri, Jakarta Selatan, terhadap Pemprov DKI Jakarta, dikabulkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2017).

Majelis Hakim menyatakan Pemerintah DKI diputus dengan sanksi membayar ganti rugi seniliai Rp1,7 Triliun.

Terkait hal ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Bawesdan di Balaikota Jakarta, Kamis (26/10/2017) menyatakan tak akan banding.

“Mengenai bukit duri, kita menghormati keputusan pengadilan, kita tidak berencana melakukan banding,” katanya kepada awak media.

Tak hanya itu, Anies bahkan akan mengajak warga Bukit Duri untuk duduk bersama mengatur daerah tersebut, termasuk terkait ganti rugi yang harus dibayarkan Pemprov DKI.

Gubernur sepakat, pihaknya akan lebih mengedepankan pendekatan persuasif untuk mencari jalan tengah.

“Kita akan rembukan dengan mereka, supaya solusinya bukan sekedar menurut kami A, menurut kami B, tapi kami akan ajak sama-sama bicara, dihitung sama-sama. Kemarin perhitungannya seperti apa, mau diapakan. masyarakat menginginkan seperti apa, pemerintah ingin apa,” jelas Anies.

Warga Bukit Duri yang tinggal di pinggir Kali Ciliwung menggugat Pemprov DKI karena digusur tanpa ada ganti rugi. Mereka yang tidak terima tempat tinggalnya diratakan dengan tanah menggugat ke PN Jakarta Pusat. Gugatan dilayangkan karena warga merasa tidak pernah diajak berdialog perihal proyek normalisasi Kali Ciliwung.

Selain itu, warga juga mengklaim tanah yang didiaminya bukan tanah negara.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Pemprov DKI akan Bayar Ganti Rugi Rp1,7 Triliun Warga Bukit Duri Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent