728x90 AdSpace

Latest News
Sunday, January 15, 2017

Sumbu Panjang Telat Mikir, Kapolres Bogor: Pelaku Pembakaran Markas GMBI Ciampea Bukan FPI


BeritaIndependent.Com | Demi menjaga Stabilitas dan Kondusifitas Kabupaten Bogor, Kepolisian Resor Bogor Mengundang Ketua FPI Kabupaten Bogor dan Ketua GMBI Kabupaten Bogor untuk duduk bersama Pasca Kejadian Dini Hari (Jum’at, 13/01), Mengenai Pembakaran Kantor Sekretariat GMBI yang berada di Ciampea Kabupaten Bogor.

Bertempat di Aula Nurul Afandi Mako Polres Bogor dilaksanakan Mediasi Antara Ketua FPI Kabupaten Bogor KH Burhan dan Ketua GMBI Kabupaten Bogor Abas.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky serta dihadiri Oleh Ketua MUI Kabupaten Bogor KH Ahmad Mukri Aji, Dandim 0621 Letkol Dwi Bima N, CZi, Assisten Pemerintahan Kabupaten Bogor H. Burhanudin, dan Pejabat Utama Jajaran Polres Bogor.

Ketua DPC FPI Cibinong, KH Burhanudin, mewakili Ketua DPW FPI Bogor, menyebut tidak ada instruksi dari organisasinya untuk melakukan perusakan dan pembakaran.

“Dari Front Pembela Islam (FPI) tidak ada instruksi melakukan pembakaran terhadap Sekretariat GMBI,” katanya.

Ia menambahkan kejadian itu merupakan aksi spontanitas karena kelelahan usai beraktivitas.

Sementara itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung proses hukum terkait aksi pembakaran yang dilakukan sekelompok massa terhadap Kantor GMBI.

Ketua MUI Kabupaten Bogor KH Ahmad Mukri Aji mengatakan, pihaknya bersama sejumlah organisasi Islam akan selalu bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, sehingga Kabupaten Bogor selalu dalam situasi kondusif.

“Inshaa Allah seluruh ulama akan menunggu hasil dari proses hukum demi keadilan. Siapapun pelakunya harus ditindak terkait pelanggaran pidana,” ujarnya di Mapolres Bogor.

Mukri menambahkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Ketua MUI Ciampea untuk melakukan tausiah yang sejuk saat khotbah Jumat, jangan memprovokasi.

SIMPATISAN, BUKAN FPI

Hingga hari ini, Polres Bogor telah menahan 12 orang warga yang diduga  terlibat kasus pembakaran kantor sekretariat Gerakan Masyarakat Bawah Indonsia (GMBI) di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sebanyak 12 orang yang ditahan itu berasal dari 20 orang yang sebelumnya ditahan. Lima di antaranya masih berusia di bawah umur yaitu usia 16 dan 17 tahun.

"Pelaku kita kenakan pasal 170 dan 187 KUHP. Kita sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, gelar perkara. Yang dipulangkan karena tidak memenuhi unsur (penahanan)" kata Kapolres Bogor, AKBP Andi Moch Dicky kepada wartawan, Sabtu, 14 Januari 2017.

Dia menambahkan, setelah melakukan pertemuan dengan perwakilan FPI Cibinong, Bogor, ditegaskan bahwa yang melakukan pengrusakan atau pembakaran bukan anggota atau pengurus FPI, melainkan pihak yang merasa simpati alias simpatisan. Polres Bogor, kata dia, hanya akan menangani proses hukum.

"FPI tidak tahu-menahu. Jadi kami tidak bisa menyimpulkan itu anggota atau bukan, tapi yang jelas kami hanya menangani masalah hukumnya saja. Jadi mereka merasa marah mendengar isu yang beredar, termasuk isu penusukan dan segala macam. Dari ormas manapun akan diproses sesuai hukum berlaku," paparnya seperti dikutip dari Jawapos.Com

Pernyataan Kapolres Bogor ini mematahkan opini yang dibangun kelompok "sumbu panjang" liberal bersama media sekuler lainnya. Semoga menjadi pencerah bagi anak bangsa yang cinta damai dan NKRI. (R-007)



  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Sumbu Panjang Telat Mikir, Kapolres Bogor: Pelaku Pembakaran Markas GMBI Ciampea Bukan FPI Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent