Latest News
Selasa, 03 Januari 2017

Rizal Ramli: Kalau Ahok Ditangkap dan Ditahan, Energi Bangsa Bisa Hemat


BeritaIndependent.Com | Mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli mengatakan tidak sedikit anggota masyarakat, juga kalangan pengamat dari luar, yang memberikan cap kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai simbol kebhinnekaan dan toleransi.

"Cap itu tidak pantas, karena yang dilakukan Ahok adalah sebaliknya, yakni merusak kebhinnekaan dan mengganggu toleransi baik dengan kata-kata kasar yang keluar dari mulutnya, maupun lewat kebijakan pembangunan yang membelah masyarakat.  Ahok sangat jelas terlihat membela kepentingan satu kelompok dan meminggirkan rakyat banyak demi memenangkan kepentingan satu kelompok itu," katanya dalam diskusi terbatas menyambut tahun baru 2017 di kediamannya di Jalan Bangka, Jakarta Selatan, Senin petang (2/1).

Rizal kembali mengulangi pesan yang disampaikannya dalam peringatan wafat Abdurrahman Wahid alias Gus Dur baru-baru ini, bahwa ada upaya untuk menyamakan Ahok dengan Gus Dur.

"Benar bahwa Gus Dur membela minoritas. Tetapi minoritas yang dibela Gus Dur adalah minoritas yang tertindas. Gus Dur tidak akan pernah membela penindas, walaupun si penindas itu dari kalangan minoritas," ujar Rizal Ramli yang memainkan peranan penting dalam pemerintahan Gus Dur.

Rizal Ramli juga prihatin karena kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok ini telah menguras energi bangsa dan pemerintahan Joko Widodo yang sedang menghadapi berbagai persoalan yang jauh lebih pelik dari sekadar urusan Ahok.

"Sebetulnya masalah Ahok ini mudah diselesaikan. Semua penista agama ditangkap. Maka kalau Ahok ditangkap dan ditahan, seperti yang lainnya, energi bangsa bisa kita hemat untuk fokus pada urusan-urusan yang lebih penting," demikian mantan Menko Kemaritiman dan Sumber Daya ini.

Editor : Sudirwan Pane
Sumber: RMOL


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Rizal Ramli: Kalau Ahok Ditangkap dan Ditahan, Energi Bangsa Bisa Hemat Rating: 5 Reviewed By: Berita Independent