Pasca Bobo Bareng Istri Orang, Netizen Ramai-ramai Kecam Bupati Katingan


BeritaIndependent.Com |  Kader PDIP darurat moral. Begitu bunyi sosmed gruop WA yang beredar dalam pekan ini. Pasalnya, belum genap seminggu Bupati  Klaten Sri Hartini diciduk  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kasus suap dan korupsi, kini heboh Bupati Katingan yang selingkuh dengan istri orang.

Perkara moral pejabat publik yang kian hancur ini menjadi puncak kemarahan rakyat. Netizen yang jengah dengan perilaku pejabat yang tak bermoral itu lantas meluapkan kemarahannya di media sosial.

Akun media sosial Farida Yeni selingkuhan Bupati Katingan, Ahmad Yantenglie dibanjiri ribuan hujatan dan kecaman.

Para pengguna facebook ramai-ramai mengecam bupati dan istri polisi tersebut. Perbuatan Farida Yeni dan Yantenglie dianggap merusak nama baik Kabupaten Katingan.

Keduanya dipergoki sang suami, Aipda Sulis Heri. Saat ini sang Bupati tengah diperiksa secara intensif oleh penyidik Polres Katingan, sebagai orang asli dayak, ia pun terancam sanksi adat dari Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah.

Pihak kepoisian daerah Kalimantan Tengah meningkatkan status hukum kasus Bupati Katingan Ahmad Yantenglie dan FY yang kepergok telah melakukan perzinaan.

Polisi menetapkan bupati dan wanita yang diduga selingkuhannya menjadi tersangka. “Iya, sudah jadi tersangka,” kata Kabid Humas Polda Kalteng AKBP Pambudi Rahayu pada Jumat (6/1/2017).

Menurutnya, Bupati Katingan dan FY dijerat Pasal 284 KUHP tentang perzinaan. Kasus ini merupakan laporan suami FY yang memergoki yang merupakan anggota polisi.

Kejadian itu terungkap saat suami FY pulang bertugas dari Sampit sekitar pukul 00.00 WIB, Rabu (4/1), dan ternyata sang istri tidak berada dirumah dan justru didapati di sebuah rumah kontrakan dalam posisi "bobo bareng" dengan Bupati Katingan. (R-007)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pasca Bobo Bareng Istri Orang, Netizen Ramai-ramai Kecam Bupati Katingan"

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.