Cak Nun: Kita Ini Sedang Pecah dan Dipecah tidak Karu-karuan

BeritaIndependent.Com | Jangan sesekali menilai orang dengan cara menghakimi orang. Termasuk menilai anak anak FPI. Mereka adalah anak anak yang tersingkir di kota Jakarta. Kalau yang pandai mereka ke PKS. Yang santri ke PKB atau PPP. Tapi anak anak Islam pinggiran itulah yang kemudian dibina oleh Habib Rizieq.

Penegasan ini disampaikan Cak Nun saat mengawali acara malam Renungan dan Harapan 2017, pada Sabtu (31/12) di RSAL Surabaya.

“Kita ini sedang pecah dan dipecah tidak karu-karuan. NU saja ada NU garis lurus, ada NU garis keras dll. PPP juga pecah. PKS ada pro kelompok PK ada kelompok sejahtera. Jadi,  masih maukah kita dipecah pecah lagi. Pro FPI atau anti..kita semua bersudara,”tegas Cak Nun.

Bahkan Cak Nun mengajak semua untuk tidak mudah menyimpulkan apapun dengan kesadaran kelompok pro dan anti.

“Kita tidak tahu dan tidak berhak saling menilai dan menyalahkan. Karena kita sendiri juga banyak kelemahannya. Jadi mari kita saling memahami dan mengingatkan. Jadi,  berhentilah saling prasangka.” tegasnya.

“Saya juga bingung manusia sangat mudah kalah dengan simbol simbol dunia. Manusia itu lebih hebat dari benda. Bukan sebaliknya kita dikalahkan oleh benda.” tambahnya. (Imam/DK)


0 Response to "Cak Nun: Kita Ini Sedang Pecah dan Dipecah tidak Karu-karuan"

Post a Comment

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.