Dinilai Diskriminatif, Desakan Copot Jaksa Agung Menguat

BeritaIndependent.Com | Keberpihakan Jaksa Agung HM Prasetyo sangat jelas. Hal ini jelas terlihat saat Prasetya berkata dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR bahwa kasus Ahok menjadi ramai karena dia China dan bukan Muslim.

Demikian disamapaikan pemerhati kebijakan publik dan aktivis  77-78, Syafril Sjofyan.

Syafril pun menegaskan bahwa persoalan etnisitas dan agama bukan persoalan sesungguhnya. Faktanya, dalam dua tahun memimpin Jakarta, latarbelakang etnis dan agama Ahok tak dipersoalkan, Bahkan kinerja Ahok juga mendapat apresiasi.

Menjadi persoalan, sambung Syafril, setelah Ahok menista Alquran dan Ulama sesuai fatwa MUI sehingga muncul gelombang aksi 1410, 411 dan 212  oleh Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF MUI).

Aksi ini terjadi pada bulan Oktober, Nopember dan Desember, sehingga menggambarkan betapa lamban dan terlambatnya penegak hukum melakukan tindakan dan terlihat diskriminatif sebab beberapa penista agama sebelumnya begitu menjadi tersangka langsung ditahan.

"Sementara Ahok tersangka dengan berbagai alasan baik polisi maupun kejaksaan tidak menahan, dan dengan bebasnya Ahok melakukan penistaan lagi seperti menyatakan peserta aksi 411 dibayar Rp 500 ribu per orang, sehingga banyak lagi pengaduan masyarakat ke Polisi," kata Syafril dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 7/12) seperti dikutip dari RMOL

"Perlakuan diskriminasi yang dilakukan oleh penegak hukum baik penyidik polisi dengan tidak menahan Ahok serta Jaksa Agung berkilah bahwa mengikuti Polisi tidak menahan. Ini sebagai bukti ketidak pahaman Jaksa Agung terhadap rasa keadilan umat," sambung Syafril.

Syafril menekankan bahwa ekskalasi Aksi Bela Islam semakin meningkat dan berjilid-jilid, bukan karena Ahok China dan non-muslim seperti dikatakan Jaksa Agung. Apalagi beberapa menteri Jokowi maupun menteri sebelumnya juga beretnis China. Pun demikian, banyak juga tokoh nasional beretnis China yang sangat dihormati masyarakat seperti Kwik Gian Gie dan Jaya Suprana.

"Sebaiknya Jaksa Agung Prasetiyo dicopot oleh Presiden Jokowi, karena terlalu jelas keberpihakannya dengan pernyataan yang menghasut, sehingga sebagian masyarakat menerima mentah-mentah pernyataan Jaksa Agung yang jelas tidak mencerminkan ke negarawanan sebagai salah pejabat tinggi di bidang hukum. Sayang sekali sewaktu rapat kerja dengan DPR RI tidak ada teguran oleh anggota DPR RI sewaktu rapat kerja, apa karena semua partai semua sudah menjadi pendukung pemerintah," demikian Syafril.


Subscribe to receive free email updates:

11 Responses to "Dinilai Diskriminatif, Desakan Copot Jaksa Agung Menguat"

  1. iyalah anggota dewan itu kl udah disumpel ama duit gak bisa ngomong

    ReplyDelete
  2. Udh ga percaya sm pemerintahan jokowi dan wakil rakyat

    ReplyDelete
  3. kapan2 jaksa Agung juga akan mati.kelak pertanyaan diajukan mengapa tak berbuat adil ketika dia jadi Jaksa Agung dan menangani kasus penistaan Agama Sdr.Ahok...!?pastinya Pak Jaksa Agung akan m3njawab sesuai hatinya..!!siapa yg berbuat paasti tg jawab..takut pada manusia atau pada Tuhan..itu perkara prioritas dan keyakinan...!!

    ReplyDelete
  4. Maaf sy tdk percaya terhadap partai Nasdem dan para kader-kader nya, termasuk orang ini.

    ReplyDelete
  5. Maaf sy tdk percaya terhadap partai Nasdem dan para kader-kader nya, termasuk orang ini.

    ReplyDelete
  6. Social cost dari masalah Ahok saat ini sudah cukup besar, belum lagi bila nanti Ahok dinyatakan tidak bersalah, bisa bisa akan terjadi kerawanan Sosial antar etnis dan Agama

    ReplyDelete
  7. Jikalau bgini trus waduh bakalan gak jelas masalahnya lagi...ini sudah jelas lgi dibikin samar-samar dgn berbagai alasan dan statemen....pak jaksa yg mulia coba anda berlaku netral sesuai dgn jabatan yg sedang anda pangku skrg....ingat mati pak jaksa yg mulia....

    ReplyDelete
  8. Rakyat Indonesia seperti sudah tidak terwakili lagi di negeri ini, Na'uzubillah.

    ReplyDelete
  9. Liat aja Tampang nya Jaksa itu, PinGo ( ngaku PINter tp GOblok )mana udah bau tanah lagi, Inget kematian Bos Jaksa, Mang di dalam kubur lo bisa mnta keringanan sm Para Malaikat. Jaksa Oon

    ReplyDelete
  10. Jaksa Agung bukan lagi milik rakyat Indonesia.

    ReplyDelete

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.