Booking.com
Breaking News
recent

TKI Asal Madura Dianiaya Kepolisian Malaysia

BeritaIndependent.Com | Nasib sial dialami oleh Sugeng Suriono, TKI yang bekerja di Proyek Bangunan di Malaysia tersebut berasal dari Kabupaten Bangkalan Madura pada Sabtu 1 Oktober 2016.

Dewi Kholifah selaku Ketua Human Trafficking Watch (HTW) Pemantau Perdagangan Manusia di Malaysia, yang telah mendampingi Agus Suriono menjelaskan, pada hari Sabtu sore, Sugeng Suriono sedang berjalan  menuju ke rumah sewanya, dalam perjalanan Agus Surino kepergok dengan mobil Patroli Polisi Sungai Way Petaling Jaya Selangor Malaysia.

Lalu Sugeng Suriono diarahkan masuk ke dalam mobil Patroli, sementara barang-barang miliknya di rampas oleh Polisi.

"Kemudian Sugeng di tahan, sedangkan beberapa dokumen seperti  copy salinan Paspor dan Permit kerja, Telepon genggam, dompet beserta sejumlah uang yang tidak di ketahui jumlah yang sebenarnya diambil pihak Polisi” kata Dewi Kolifah

Selanjutnya, selama 2 jam lebih Sugeng ditahan. Saat berada didalam tahanan tersebut, Sugeng Suriono kerap mengalami kekerasan fisik, sehingga bagian mata kiri lebam dan bagian kepala kanannya benjol/bengkak, bukan cuma itu saja beberapa bagian tubuhnya pun lebam akibat tendangan dari anggota Polisi Malaysia.

Pihak Human Trafficking Watch Pemantau Perdagangan Manusia di Malaysia, akan menindak tegas pihak anggota polisi yang sudah sewenang-wenang terhadap Sugeng Suriono.

“Kita sedang berunding dengan korban apakah kasusnya mau di lanjut ke Pengadilan, kalau pihak korban setuju maka dari tim HTW akan menyediakan Pengacara dan akan melanjutkan sampai ke Pengadilan.” terangnya.(JAR/Rel)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.