Booking.com
Breaking News
recent

Kakek Pejuang Hak Buruh Gresik Ditangkap

BeritaIndependent.Com | Dewan Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (DPC FSP KEP-KSPI) Kabupaten Gresik kembali gelar aksi didepan kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Gresik pada Jum’at, 30/9/2016.

Aksi yang diikuti ± 300 buruh ini dipicu karena ditahannya Agus Setia Budi ( 53 tahun) karyawan PT. Titani Alam Semesta yang juga sebagai ketua PUK SP KEP-KSPI di perusahaan tersebut, Agus sendiri dituduh melakukan pemalsuan surat keterangan gaji untuk permohonan kartu kredit ke bank CIMB NIAGA sehingga merugikan perusahaan (Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP) yang ironisnya kartu kredit tersebut tidak pernah dia terima apalagi mempergunakanya. 

Permasalahan tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 2014 akan tetapi belum dilakukan penahanan karena saat itu di perusahaan tempat Sdr. Agus Setia Budi bekerja belum ada permasalahan ketenagakerjaan sehingga hubungan Industrial pancasila ditempatnya bekerja masih berjalan dengan harmonis, baru setelah tahun 2016 ada beberapa kasus yang diangkat beliau ke jalur Pengadilan Hubungan Industial (PHI) misalnya Pensiun usia, Sakit berkepanjangan yang tidak dibayar, Status PKWT dan Skala upah antara karyawan lama dengan karyawan baru sehingga membuat geram pihak pengusaha dan melakukan pelaporan.

Melalui kuasa hukumya Effendi SH. yang juga sebagai ketua bidang advokasi DPC FSP KEP KSPI Kabupaten Gresik menerangkan bahwa pihaknya sudah melakukan upaya untuk penanguhan penahanan atas Sdr. Agus Setia Budi kepada kepala kejaksaan negeri kabupaten gresik akan tetapi jika upayanya tidak ditanggapi dengan serius oleh pihak kejaksaan maka  DPC FSP KEP-KSPI Kabupaten gresik berjanji akan mengerahkan masa yang lebih banyak lagi untuk melakukan aksi didepan kantor kejaksaan negeri kabupaten gresik.(rilis)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...