Booking.com
Breaking News
recent

Akibat Salah Gunakan Gadget, Banyak Bocah 14 Tahun di Jepara Hamil Duluan

BeritaIndependent.Com | Pengadilan Agama (PA) Jepara mengaku kewalahan akan tingginya permintaan  permohonan dispensasi menikah, bagi mereka yang belum cukup umur. Alias masih bocah.

Permohonan dispensasi menikah untuk anak di bawah umur ini, ternyata sangat tinggi di Jepara. Bayangkan saja, dari Januari hingga September 2016, tercatat sudah ada 90 permohonan dispensasi yang diajukan.

Mau tahu usia berapa anak-anak, terutama perempuan itu, yang mengajukan dispensasi menikah? Sungguh memprihatinkan. Pasalnya, usia mereka masih 14 tahun, atau sekitar kelas 8 sekolah menengah pertama (SMP).

”Permohonan dispensasi nikah di Jepara memang cukup tinggi. Yang cukup memprihatinkan, usia mereka masih sangat bocah. Bahkan ada yang di bawah 14 tahun,” kata Ketua PA Jepara Abdul Malik, pada Kamis (29/9/2016).

Puluhan permohonan dispensasi tersebut, menurut Malik, diterima oleh pihaknya. Karena prinsipnya, pihaknya tidak ingin mempersulit seseorang yang mengajukan dispensasi tersebut.

”Kenapa kami tidak mau mempersulit proses pemberian dispensasi itu, karena ini juga demi kesadaran hukum bagi masyarakat. Aturan hukumnya memang masih memperbolehkan dispensasi dilakukan. Sehingga kami setujui semua permohonannya,” tuturnya.

Malik mengatakan, pihaknya meyakini bahwa sebenarnya masih banyak kasus menikah di usia muda, yang dilakukan tanpa meminta permohonan dispensasi menikah.

”Padahal, hal itu bisa dilakukan. Dispensasi itu, bisa diajukan dan diproses hukum di pengadilan,” katanya.

Permohonan Dispensasi Menikah Paling Banyak dari Warga Jepara Utara Sangat memprihatinkan bagaimana anak-anak yang masih di bawah umur di Jepara, mengajukan permohonan dispensasi menikah. Padahal, usianya rata-rata masihlah 14 tahun, atau bahkan ada yang di bawah 14 tahun.

Ketua Pengadilan Agama (PA) Jepara Abdul Malik mengatakan, angka permohonhan dispensasi nikah di bawah umur tersebut, paling banyak berasal dari wilayah Jepara utara.
”Meski begitu, ada beberapa kasus yang berasal dari wilayah Jepara selatan, bahkan tengah. Namun yang mendominasi adalah wilayah utara sana,” katanya.

Menurutnya, hampir semua permohonan dispensasi nikah itu, dilatarbelakangi karena kasus seperti hamil duluan. Bahkan, terkadang ada anak gadis yang datang mengajukan dispensasi, sambil menutupi kehamilannya supaya tidak ketahuan.

”Seringkali terjadi, perempuan yang hendak mengajukan dispensasi menikah, datang dengan menutupi perutnya. Misalnya pakai jaket atau penutup lainnya. Tapi saat kami untuk membuka jaket, biasanya kelihatan jika perutnya sudah besar atau sudah hamil,” paparnya.

Malik menjelaskan, salah satu alasan kenapa banyak anak gadis yang hamil duluan karena berhubungan badan di luar nikah, adalah pengaruh gadget. Di mana pergaulan yang mereka hadapi, semakin bebas saja.

Dari beberapa kasus yang dia tangani secara pribadi, menurut Malik memang dikarenakan salah pergaulan. Misalnya saja kemudahan mengakses gadget membuat anak-anak yang masih bocah itu, memiliki pergaulan yang luas, namun justru berdampak negatif.

”Gadget itu dampaknya sangat luar biasa. Banyak anak yang terpengaruh oleh pergaulan. Awalnya kontak lewat gadget, atau lewat dunia maya. Terus ketemuan, yang terjadi justru melakukan hal-hal yang dilarang agama. Akibatnya sang gadis hamil duluan, dan akhirnya mengajukan dispensasi menikah tadi,” terangnya.

Karena itulah, pihaknya mengaku terpaksa mengabulkan dan mempermudah pemberian dispensasi nikah tersebut. Sebab, alasan hamil duluan itu merupakan alasan yang darurat.

”Kami dengan sangat terpaksa mengabulkan banyak permohonan dispensasi nikah, karena alasan darurat yakni sudah hamil. Bukan apa-apa, agar masyarakat Jepara juga lebih sadar hukum. Dan diyakini di luar data yang masuk kepada kami, masih banyak yang tidak dilakukan proses sesuai hukum yang ada,” imbuhnya.

Editor : Umi Khalsum
sumber: koran Muria



No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...