Booking.com
Breaking News
recent

Warga Jakarta Tolak Bantuan Hewan Kurban dari Partai Pendukung Ahok

BeritaIndependent.Com | Ternyata tak hanya bantuan hewan Kurban dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang ditolak warga Jakarta. Sejumlah bantuan yang sama dari Partai pendukung Ahok juga ditolak warga Jakarta.

"Alhamdulillah. Sama disini, di mushola kecil kami, jg menolak 2 ekor sapi pemberian salah satu partai (apa lg partai pendukung incumbent). Kami sarankan dgn sopan bahwa silakan potong di lokasi lain saja," begitu tulis Emir Darmawan Bagus dalam akun FB-nya sesaat yang lalu.

Sebelumnya pengurus  Masjid Keramat Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara juga menolak bantuan hewan kurban dari Ahok. Ada dua ekor sapi dari Ahok untuk dikurbankan di masjid tersebut, namun langsung ditolak oleh pengurus masjid.

Dewan Keluarga Masjid (DKM) Masjid Luar Keramat Luar Batang Mansur Amin mengatakan, pihak masjid sengaja menolak bantuan sapi kurban dari Ahok. Alasannya Ahok dinilai berperilaku tidak baik bagi warga Jakarta.

"Sebagaimana kita ketahui bersama, ada syarat atau ketentuan mengenai kurban. Dan selama ini, Ahok banyak menyakiti dan menzalimi umat, rakyat, baik berupa kebijakan serta ucapannya," kata Mansur dalam pres rilis yang dipublis fanpage Gubernur Muslim untuk Jakarta, Senin (12/9/2016).

Penolakan itu, lanjut Mansur, dilakukan demi harga diri. Dua ekor sapi pemberian ahok itu sudah dipulangkan ke Ahok.

Berita penolakan warga Luar Batang ini juga tersebar luas di sosial media. Netizen mendukung langkah takmir masjid dan warga Luar Batang. Disamping karena Ahok gubernur dzolim tukang gusur, ibadah qurban juga khusus untuk Umat Islam. Kalau Ahok ikut-ikutan Qurban itu sama saja melecehkan agama Islam.

"Klo sapinya halal tp yg jd permasalahan apakah duit untuk beli sapi itu halal??? Pasti ada udang dibalik batu...," kata Awan Gunawan .(R)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.