Booking.com
Breaking News
recent

Mudik Idhul Adha, Netizen Minta Pemerintah Perhatikan Toll Brexit

BeritaIndependent.Com | Tiga hari jelang Idhul Adha, para netizen mulai mengkritisi pemerintah. Mereka ramai-ramai meminta agar pemerintah perhatikan jalur "tengkorak" Toll Brexit.

Perhatian netizen ini wajar, mengingat pada mudik Idul Fitri bulan lalu jalur "tengkorak" Toll Brexit telah menyebabkan korban jiwa.

Permintaan netizen rupanya direspon langsung oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang siang tadi melakukan koordinasi dengan Korps Lalu Lintas Kepolisian RI (Korlantas Polri), di Jakarta, Jumat (9/9).

Kepada awak media Dirjen Perhubungan Darat, Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar mengatakan pertemuan itu guna membahas antisipasi kemacetan libur panjang Hari Raya Idul Adha 2016.

"Kami berkoordinasi secara integrasi dengan Korlantas Polri untuk antisipasi kemacetan libur Idul Adha ini," jelas Pudji

Belajar dari pengalaman mudik bulan lalu, Pudji mengatakan, Ditjen Perhubungan Darat bersama Korlantas Polri telah membentuk tim khusus pengurai kemacetan. Mereka bertugas mengatur arus lalu lintas di titik rawan kemacetan.

"Pembagian tugas dan pemantauan wilayah pun telah dilaksanakan oleh Pamatwil. Sehingga arus lalu lintas yang berada di lokasi rawan kemacetan dan kecelakaan bisa terpantau dengan baik," bebernya.

Dalam kesempatan ini, Pudji menghimbau kepada masyarakat yang akan liburan Hari Raya Kurban untuk patuh terhadap rambu lalu lintas dan petugas di lapangan.

Dan tidak lupa untuk melakukan pengecekan kendaraan bermotor berkala, dan kondisi kesehatannya. (R)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.