Booking.com
Breaking News
recent

Kecewa dengan Sandiaga, PKB dan Warga NU Bisa Saja Balik Dukung Ahok

BeritaIndependent.Com | Sejumlah petinggi PKB merasa tak puas dan kecewa atas deklarasi Sandiaga dan Mardani Ali Sera kader PKS. Mereka merasa ditinggal, padahal DPW PKB DKI Jakarta lebih dulu mendeklarasikan Pasangan Sandiaga dan Saefullah. Akibat kabar itu, sejumlah kader PKB protes dan kecewa yang kemudian akan ditindak lanjuti dengan  menggelar rapat konsolidasi dengan warga Nadhatul Ulama (NU) Jakarta.

Desakan itu muncul dan tak bisa ditahan lagi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan yang dirasakan PKB dan warga NU lantaran Sandiaga Uno "mendua".

Perihal kekecewaan nahliyin itu dibenarkan Wakil Ketua DPW PKB Jakarta, Abdul Aziz. Menurutnya, PKB akan memfasilitasi kader yang merasa kecewa atas sikap politik Sandiaga.

Terkait hal ini, Aziz menyebutkan bahwa Sandiaga tentu sangat mengetahui maksud pihaknya yang lebih dulu mengusung pengusaha tersebut menjadi cagub DKI.

"Ini amanah dari para ulama, habib serta Kiai NU untuk mendorong ketua PWNU DKI Saefullah yang tak lain Sekda Pemprov Jakarta, bisa bersanding dengan Sandiaga Uno. Lalu kemudian ada deklarasi lain, tentu menimbulkan gejolak adalah hal yang wajar," katanya, hari ini.

Aziz menjelaskan pihaknya tidak ingin mengecewakan aspirasi dari konstituen, khususnya warga NU maka kami akan melakukan rapat koordinasi terbatas.

Dikhawatirkan, dengan sikap politik Sandiaga tersebut justru akan mendorong warga PKB dan NU balik mendukung Ahok. Terlebih, dedengkot Ansor Nusron Wahid pun merupakan ketua tim pemenangan Ahok.

"Soal itu saya tak mengerti. Yang pasti, akan ada rapat konsolidasi dengan dihadiri seluruh pengurus DPW dan DPC DPAC PKB se DKI," imbuh Aziz. Tentunya, PKB akan memperhatikan mana yang terbaik untuk warga Jakarta dan jamiyah NU di Jakarta. (Umi/R)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.