Booking.com
Breaking News
recent

HMI Sorong Minta Polisi Tuntaskan Kasus Besar di Papua

BeritaIndependent.Com | Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sorong kemarin menggelar aksi demonstrasi guna menuntut polisi mengambil tindakan tegas kepada para pelaku begal di kota sorong.

Selain itu, sejumlah kasus besar juga diungkapkan mahasiswa HMI untuk ditindak lanjuti pihak kepolisian setempat.

“Kami minta agar aparat Kepolisian menembak para pelaku begal yang meresahkan warga. Ulah satu atau dua oknum begal kini meresahkan warga,” kata Koordinator Aksi, Haryadi Alexander, dalam rilis yang diterima redaksi.

Selain itu, HMI Cabang Sorong juga menyampaikan permintaan agar pihak kepolisian setempat menyelesaikan kasus penghinaan organisasi yang dilakukan salah satu komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang.

HMI Cabang Sorong menilai proses hukum terhadap Saut sangat lambat.  HMI juga meminta agar polisi mengusut kasus pemukulan Ketua HMI Cabang Ternate, Maluku Utara yang dilakukan oleh salah satu oknum anggota Kejaksaan Negeri Ternate pada beberapa waktu lalu.

“Aparat Kepolisian harus menyelesaikan kasus pemukulan ketua HMI Cabang Ternate yang dilakukan oleh oknum anggota kejaksaan dan mengusut kasus pembakaran atribut HMI oleh Dosen Alaudin Makassar,” ungkap Ketua Komisariat Hukum Universitas Muhammadiyah Sorong.

Menanggapi permintaan ini, Kapolres Sorong Kota, AKBP. Fredy R Maith, S.IK akan mempelajari sejumlah tuntutan dari mahasiswa HMI tersebut.

Menurut Kapolres, pihaknya berjanji akan lebih memperketat keamanan dan ketertiban di Kota Sorong.

Sedangkan yang menyangkut tuntutan HMI tentang penanganan kasus penghinaan organisasi HMI yang dilakukan Saut Situmorang, pemukulan ketua HMI Cabang Ternate yang dilakukan oleh oknum anggota kejaksaan dan pembakaran atribut HMI oleh Dosen, Kapolres menyatakan masalah ini akan dikroscek ke Mabes Polri.

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.