Booking.com
Breaking News
recent

Beda Bangeeet !! Walikota Medan Rangkul Camat/Lurah Dengarkan Aspirasi Rakyat, Di Jakarta Forum RT/RW Malah Hadang Gubernurnya

BeritaIndependent.Com | Inilah figur pemimpin yang perlu dicontoh pemimpin negeri ini. Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, mengajak dan merangkul jajarannya lebih aspiratif dengan turun kebawah guna mendengarkan aspirasi rakyat. Dia meminta para camat dan lurah harus mengetahui apapun yang terjadi di wilayahnya.

“Artinya, daun jatuh selembar pun harus mereka (camat dan lurah-red) ketahui,” kata Wali Kota mengilustrasikan kinerja camat dan lurah pada rapat yang dihadiri sejumlah pimpinan SKPD, camat dan lurah se-Kota Medan di Balai Kota, pada Senin (19/09/2016).

Wali Kota juga menegaskan, para camat dan lurah harus peka terhadap kondisi di wilayah tugasnya dan lekas menyahuti keluhan-keluhan yang disampaikan masyarakat.

Kata Wali Kota, camat dan lurah dilarang mematok harga atau pun meminta imbalan dari masyarakat yang tengah mengurus surat-surat mau pun keperluan lainnya di kantor camat atau di kantor lurah.

“Saya tegaskan agar camat dan lurah tidak main patok harga begitu warga membutuhkan pelayanan. Seharusnya begitu masyarakat datang, camat dan lurah langsung menawarkan diri untuk membantu. Sebab camat dan lurah adalah pelayan masyarakat dan mendapatkan insentif di luar gajinya,” tegasnya seperti dikutip InilahMedan

Selanjutnya, kata Wali Kota, camat, lurah serta kepling harus menjadi corong pemerintah kepada masyarakat. Maksudnya, mereka harus bisa menyampaikan program-program yang dilaksanakan Pemko Medan agar masyarakat mengetahuinya.

"Apabila ada keluhan masyarakat yang belum terlaksana, camat dan lurah harus menyampaikan apa yang menjadi kendalanya sehingga masyarakat dapat mengetahuinya," katanya.

Camat dan lurah, kata dia, juga harus peka dengan keluhan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial (medsos). Apabila keluhan itu menyangkut SKPD terkait, minta penjelasan dari SKPD yang bersangkutan serta share kembali kepada masyarakat yang menyampaikan keluhan tersebut agar dapat mengetahuinya.

"Jadi jangan didiamkan saja,” pesannya.

Wali Kota juga meminta camat, lurah dan kepling agar tidak meminta dana masyarakat untuk kegiatan mau pun meraih sesuatu.

"Cara-cara seperti itu sudah kuno. Apabila PAD kita bagus, saya akan naikkan insentif. Jadi terus bekerjalah dengan penuh semangat dan tanggung jawab agar peningkatan PAD terwujud,” ujarnya.

Beda Banget

Jika dibandingkan dengan kondisi yang terjadi di jakarta sangat berbeda 180 derajat. Rakyat digusur, rakyat miskin pun terus didzolimi. Jangankan mau mendengar aspirasi rakyat, mau ketemu warga nya saja sulit dan serba takut. Alhasil kemana-mana minta dikawal, karena sering di tolak, bahkan dilempari batu. Bagaimana mau berkomunikasi dengan rakyat?

Selain rakyat yang kerap menolak kehadiran Ahok, terakhir Forum RT/RW Jakarta juga menghadang sang Gubernur yang hendak meresmikan sejumlah agenda Pemda DKI Jakarta.

Sementara pencalonan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terus mendapat penolakan dari sejumlah pihak. Hari ini aktivis dan pejuang partai PDIP Budi Mulyawan SH yang meluncurkan surat terbuka ditujukan kepada Megawati Soekarno Putri selaku Ketua Umum PDIP.

Pria yang akrab di panggil Cepy ini meminta kepada Megawati agar tidak mendukung pencalonan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Bagaimana isi lengkap surat terbuka tersebut?

Berikut rilis surat terbuka yang diterima redaksi pada Selasa (20/9/16).
SURAT TERBUKA:
Kepada. Yth, Megawati Soekarnoputri
Ketua Umum PDI PERJUANGAN.
Di Tempat

“SOLUSI PDI PERJUANGAN”,
Dalam Pilgub DKI Jakarta 2017.

Provinsi DKI Jakarta di awal tahun 2017 akan melaksanakan pesta demokrasi (pilgub). Dinamika pilgub sudah sangat terasa, baik di elit politik maupun masyarakat luas.

Dinamika pilgub ini sangat menguras energi seluruh kekuatan politik di Ibu kota, terlebih partai politik. Sebab pilgub DKI Jakarta merupakan pintu masuk utama bagi pesta demokrasi di tingkat nasional (pilpres 2019).

Bagi PDI Perjuangan, pilgub DKI Jakarta adalah ajang yang sekaligus sebagai momentum untuk mengevaluasi/koreksi segala kekurangan dan kesalahan dalam pilgub serta pilpres diperiode yang lalu.

Hal tersebut sangatlah penting, demi mewujudkan cita cita dan garis perjuangan partai.
Untuk itu, PDI Perjuangan tidak boleh terjebak dalam kepentingan politik yang sempit, yang hanya memuaskan segelintir elit politik (faksi) yang ada di PDI Perjuangan.

PDI Perjuangan juga harus banyak belajar dari pilgub dan pilpres yang lalu, sehingga tidak mengulangi kesalahan yang sama..

Untuk hal tersebut, kami mencoba memberi Masukan/Rekomendasi kepada Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Ibu Hj. MEGAWATI SOEKARNO PUTRI, semoga masukan kami dapat menjadi solusi terhadap dinamika politik yang terjadi di PDI Perjuangan.

Masukan kami adalah: “TOLAK AHOK” (Basuki Tjahya Purnama), sebagai kandidat Gubernur yang di usung PDI Perjuangan. Ahok, selain memiliki rekam jejak yg buruk dan “Segudang masalah” di kancah perpolitikan nasional, dia pun berpotensi memecah belah soliditas kader di semua lini.

Loyalitas Ahok, hanya dengan kepentingan politik pribadinya, Terlebih, Ahok berpotensi “menghalalkan segala cara” demi memenuhi ambisi politiknya.

PDI Perjuangan sudah saatnya dan jangan ragu, mencalonkan KADER SENDIRI (Asli) yang jelas dedikasinya serta kejuangan, keberpihakannya pada partai wong cilik, mereka diantaranya adalah :

1. PRANANDA PRABOWO
2. TRI RISMAHARINI
3. GANJAR PRANOWO
4. BOY SADIKIN
Sebagai “KANDIDAT GUBERNUR”
Dari PDI Perjuangan dalam pilgub DKI Jakarta 2017.

Menurut perhitungan dan analisa kami, mereka adalah satu satunya solusi terhadap dinamika politik yg berkembang saat ini.

Solusi tersebut adalah :

1. Solusi kemenangan;
Bersatunya modal sosial dan modal finansial, sebagai faktor utama penentu kemenangan.

2. Solusi ideologis:
Dengan rekam jejak, dedikasi, kadar ideologi dan dengan pemahaman yg lebih dari cukup tentang ajaran Bung Karno, merupakan benteng ideologi yg kokoh bagi PDI Perjuangan.

3. Solusi Soliditas partai;
Dengan menunjuk diantara mereka yg dicalonkan sebagai cagub DKI Jakarta, akan menghentikan segala polemik dan spekulasi siapa kandidat yang akan direstui Ketua Umum PDI Perjuangan, sekaligus dapat merapatkan seluruh eleman juga kekuatan politik di PDI Perjuangan.

4.Solusi Kaderisasi partai;
Konsolidasi (tahapan/Jenjang karier) dan kaderisasi dalam partai akan berjalan normal dan dengan penuh kepastian, sekaligus mengeliminir kader karbitan, kutu loncat serta kader susupan (infiltran).

4. Solusi kepemimpinan nasional;
Mempersiapkan estafet kepemimpinan nasional dalam pilpres mendatang dan meningkatkan nilai tawar politik dengan seluruh kekuatan politik, terutama kepemimpinan nasional sekarang.

Demikian Surat Terbuka (rekomendasi) dari kami, semoga dapat menjadi solusi terbaik bagi PDI Perjuangan, warga jakarta dan Bangsa Indonesia..
Terimakasih..

Budi Mulyawan, SH.
(Kader, Aktivis & Pejuang partai/PDI Perjuangan).

(R/007)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.