Booking.com
Breaking News
recent

Tak Paham Transaksi Jual Beli, Banyak Jamaah Haji Tertipu

BeritaIndependent.Com | Jamaah haji lanjut usia (lansia) selama di Tanah Suci tidak sekadar berada di bawah bayangan fisik dan kondisi kesehatan. Terbatasnya pengetahuan, bahasa dan pengalaman membuat mereka kesulitan melakukan transaksi jual beli.

Jamaah haji Indonesia, termasuk asal Kabupaten Mojokerto yang sudah lebih dulu tiba di Madinah misalnya. Dikabarkan, selama beberapa hari menjalankan ibadah arbain, mereka banyak menemukan pengalaman-pengalaman pahit.

Seperti saat melakukan transaksi jual beli barang kala berbelanja di sekitaran maktab (hotel) tempat menginap, atau di luar Masjid Nabawi. Keterbatasan pengetahuan akan nilai mata uang real ini, mengakibatkan di antara mereka ada yang mengalami penipuan.

Penyebabnya, modal pemberian living cost (biaya hidup) selama haji dari Kementerian Agama (Kemenag) senilai 1500 real, dibagikan dalam bentuk pecahan 3 lembar 500 real, sulit ditukarkan di tempat-tempat penukaran uang (money changer).

Sehingga, selama berbelanja, real yang dibagikan ketika di Asrama Haji Sukolilo Surabaya itu dengan cepat habis. Hal itu, dikarenakan ketidaktahuan jamaah akan nilai harga barang yang sebenarnya, serta pengembalian yang semestinya diterima dari pedagang.

”Ya, memang jamaah terima living cost 1500 real, pecahan 500 real tiga lembar,” ujar Pengasuh KBIH Rahmatan lil Alamin Kabupaten Mojokerto, H. M. Nidzom kepada Jawa Pos, Selasa pagi (16/8). (JP)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...